MAHASISWA FKIK PERSEMBAHKAN LAGU UNTUK TIM MEDIS COVID-19
Abadi Wijaya Jumat, 17 April 2020 . in Berita . 737 views
2703_lagu-covid.jpg

Reporter/foto: Putut Wahyu Hardianto, S.Psi

GEMA-Siapa sangka usaha pencegahan virus Corona ternyata tidak hanya lewat medis saja. Hal ini terbukti dalam diskusi sambil berjemur bareng yang selama ini rutin diadakan UIN Maliki Malang. Kali ini, diskusi yang bertempat di samping teras depan Gedung Rektorat Ir. Soekarno mengambil tema "Apresiasi Seni dan Budaya UIN Maliki, Covid-19 Segera Pergi". Rabu(15/4)

dr. Christyaji Indradmojo, sebagai salah satu narasumbernya menyatakan bahwa ketika suatu masyarakat memiliki pemahaman yang bagus, kualitas hidup yang bagus, dimana salah satunya memiliki media untuk bebas berekspresi melalui seni dan budaya, maka hal itu akan sangat membantu mensejahterakan sikologis dan mental masyarakat itu.

Kemudian itu nanti akan membantu seseorang di masyarakat untuk mudah memahami kesehatan dirinya yang pada akhirnya juga akan mempengaruhi kondisi fisiknya untuk tidak mudah sakit dan tidak sering berkunjung ke rumah sakit. Lalu ia pun juga berpikir apabila dengan pendekatan seni budaya artinya masyarakat bisa mengekspresikan dirinya di tempat yang tepat dan bagus baik melalui puisi, lagu, tari,dsb.

Masih penjelasan dari dokter muda di FKIK UIN Maliki ini, seperti halnya kreasi lagu yang telah dipersembahkan oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran di sela acara diskusi.

Hal itu, menurut ia sangat bisa mensupport pihaknya. Dalam hal ini semua pihak pasti membutuhkan support ketika sudah merasakan kelelahan. Terutama saat aktif di bidang medis menghadapi kasus virus corona. Ia menyebut kreasi lagu tersebut merupakan suatu apresiasi yang luar biasa bagi pihaknya di medan yang sesungguhnya. "Padahal kami tidak berharap sampai seperti ini, karena sebenarnya kami hanya berharap masyarakat tenang itu saja sudah bisa membantu," ungkapnya.

dr. Christiyaji sapaan akrabnya, menambahkan persembahan lagu tadi ibaratnya bagai memberi sumbangan. Walaupun itu bersifat inmateriil tapi ia tetap menghimbau kepada kita semua untuk berpikir positif. Maksudnya, kita harus bisa memahami bahwa inmateriil itu sama sekali tidak kalah dengan hal yang sifatnya materiil. "Seringkali lagu, puisi, mungkin itu terkesan sebuah kata-kata namun itu bagi kami ketika pada moment yang tepat, hal itu adalah sebuah energi terdalam yang luar biasa," terangnya.

Sementara itu, Mahasiswi Fakultas Kedokteran UIN Maliki, seusai mempersembahkan lagu tersebut mengatakan bahwa ungkapan yang terdapat pada lirik lagu itu merupakan sepucuk keluhan. Keluhan dari mahasiswa yang merasa berterima kasih kepada para dokter, maupun para dosen yang mengajar juga, yang sekarang sedang merawat para pasien covid-19. "Terima kasih semua atas pengorbanannya," pungkasnya.

Nara sumber lainnya, saat diskusi yakni Dr. Wahid Murni, M.Pd., Dr. Halimi Zuhdi, M.Ag., Dr. Mundi Rahayu, M.Si dan Totok, MM., Dwi serta Ajwad, mahasiswa FKIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.(ptt)

(Ajay)


Berita Terkait


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up