Reporter & Fotografer | Putut Wahyu Hardianto, S. Psi.
GEMA-Box KAVi (bilik berisi kabut anti virus) buatan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tidak hanya diproduksi dan digunakan oleh pihak kampus UIN sendiri. Buktinya, sejumlah box KAVi siap pakai di teras Gedung Rektorat yang beralamatkan di Jl. Gajayana No. 50 ini, telah ready untuk dibagikan ke beberapa masjid dan pondok pesantren di Kota Malang. Jumat (3/4).
Diketahui jumlah box KAVi yang dibagikan ada 10 buah. Adapun jumlah masjid yang menerima bantuan box KAVi tersebut ada 8 masjid dan lokasinya tersebar di wilayah Sumbersari, Ketawang Gede dan Merjosari. Sedangkan dua box KAVi lainnya untuk Pondok Pesantren Anwarul Huda dan PP Sabilurrosyad di Gasek.
Acara penyerahan box KAVi tersebut, secara simbolis langsung diberikan oleh Rektor UIN Maliki, Prof.Abd. Haris kepada salah seorang perwakilan dari para ketua takmir masjid yang hadir. Disaksikan oleh para wakil rektor, pimpinan fakultas dan kepala unit yang terkait.
Dr. Imam Tazi, pembuat box KAVi mengatakan bahwa alat tersebut diyakini bisa membunuh kuman-kuman semacam virus dan sebagainya sampai mati. Lanjut, masih kata dosen Saintek itu bahwa cara penggunaan box KAVi tidaklah ribet.
"Caranya, silahkan anda masuk ke box KAVi ini dengan tangan diangkat biar virus yang menempel di badan sampai ketiak juga mati. Begitu anda masuk, tahanlah nafas selama 10 detik lalu keluar," jelas Tazi pada para ketua takmir. "Bahan utama yang digunakan alat ini dari alkohol murni yang dicampur air. Perbandingannya 1:1, sehingga jika alkoholnya 0,5 liter maka airnya juga segitu", imbuhnya. Tidak lupa ia pun berpesan, saat masuk bilik tidak boleh membawa Hp dan rokok.
Pada kesempatan itu, Dr. Sri Harini,M.Si Dekan Fakultas Saintek juga memberikan keterangan bahwa bantuan yang diberikan ini disertai alkohol sebanyak lima liter yang telah diberikan juga campuran aroma terapi. "Mohon maaf, karena memang terbatasnya ketersediaan bahan tersebut. Jika habis, bisa diupayakan mandiri oleh masjid misalkan lewat donatur",harapnya.
Ditambahkan Dr. Tutik Hamidah, M.Ag Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), bahwa ini sebagai salah satu program pengabdian UIN Maliki Malang ke masyarakat khususnya dalam menghadapi Covid-19. Dari kabar yang ia dapatkan, memang sudah ada imbauan pemerintah terkait social distacing di area layanan publik dan tempat umum, termasuk tempat ibadah.Tapi pada pratiknya ada sejumlah masjid yang masih buka sehingga banyak jamaah melakukan sholat di situ. Ia berharap dengan adanya bantuan box KAVi ini, bisa digunakan sebelum jamaah masuk ke dalam masjid, selanjutnya mereka bisa beribadah dengan tenang. (ptt)
Link Youtube: https://www.youtube.com/watch?v=mEfmkLOEKzg



