GEMA-Bekerjasama dengan JTV, stasiun televisi lokal, UIN Malang rutin menggelar Syiar Ramadhan selama Ramadhan. Pada episode al Quran dan Kebudayaan, narasumber internal yang dihadirkan ialah dosen-dosen senior di UIN Malang. Yakni, Dr. Mundi Rahayu (Fakultas Humaniora), Dr. Zulfi Mubarok (FITK), Dr. Fadil (Pusat Studi Sosial & Budaya), Dr. Wildana Wargadinata (Fakultas Humaniora), dan Dr. Hadi Masruri (Pascasarjana), Jumat (8/5).
Dalam pembukaannya dalam menjabarkan definisi budaya, Mundi menuturkan bahwa budaya adalah hasil pemikiran manusia. Proses pikir ini merupakan respon dari beragam persoalan di sekeliling manusia. Produk budaya yang bisa dinikmati manusia antara lain teknologi, arsitektur, sastra, dan beragam bentuk kesenian.
Akan tetapi, lanjut Mundu, tidak semua produk budaya dinyatakan berhasil. Ada satu faktor penting agar produk tersebut dapat dinyatakan sebagai budaya yang berhasil. “Budaya harus memiliki efek transformatif,” tegasnya. Dengan ini, manusia sebagai penikmat dan pencipta produk budaya dapat berubah menjadi lebih baik.
Ia kemudian mencontohkan dalam situasi manusia yang dihadapkan pada pandemi Covid-19. Sebagai makhluk yang berbudaya, tentu tidak hanya akan ada rasa ketakutan dan pasrah saja, namun mereka akan membuka sisi kemanusiaannya. “Bagaimana hubungan kita dengan orang di sekeliling dan bentuk kepedulian kita sebagai makhluk yang berbudaya,” paparnya. (nd)



