GEMA-Inilah bukti inovasi hasil studi di UIN Maliki Malang serasa tiada henti. Salah satunya piranti cuci tangan produk rakitan Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek). Secara resmi, alat yang umumnya dikenal dengan sebutan westafel itu di launcing oleh Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Dr. H. Isroqunnajah, M. Ag dan Wakil Rektor bidang AUPK Dr. Ilfi Nurdiana, M Si. Pelaksanaannya tepat di samping teras depan Gedung BJ. Habibie Fakultas Saintek UIN Maliki Malang, Selasa (23/6).
Dalam pengantarnya, Gus Is sapaan akrab Dr. Isroqunnajah, M. Ag menjelaskan bahwa westafel produk Fakultas Saintek UIN Maliki ini berbeda dengan yang lainnya. Hal ini dikarenakan penggunaan westafel tersebut tidak secara manual namun melaui sensor. Selain itu, westafel produk Fakultas yang dipimpin oleh Dr. Sri Harini, M. Si ini didesain khusus bisa secara otomatis mengeluarkan air dalam jumlah terbatas dengan waktu tertentu. Sehingga setelah pemakaiannya, westafel tersebut tidak perlu dimatikan lagi karena sudah otomatis berhenti sendiri. "Jadi kita tidak perlu memegangnya ketika menggunakan westafel ini" terangnya.
Selanjutnya, masih kata Gus Is bahwa westafel sensor tersebut rencananya akan disediakan di lingkungan kampus UIN Maliki terutama pada setiap fakultas. Kemudian, bagi siapa pun yang ingin membuat model westafel sensor yang serupa milik UIN Maliki itu tidak masalah. Apalagi biaya pembuatannya juga tidak mahal. "Cukup dengan Rp. 100.000,- s/d Rp. 125.000,- sudah bisa untuk merakitnya sampai selesai," imbuhnya.
Ditemui saat uji coba westafel tersebut, Dr. Ilfi Nurdiana, M. Si menyatakan bahwa aplikasi alat tersebut sesuai standart dari WHO. "Kinerja westafel ini cukup simpel. Debit air yang dikeluarkan kurang lebih 600-700 mil dalam waktu 20 detik, sehingga sangatlah efisien, praktis dan juga hemat. Selamat kepada Fakultas Saintek UIN Maliki atas inovasinya ini," ucapnya seusai mempraktikkan pemakaian alat tersebut. (ptt)



