GEMA-Sebanyak 35 auditor dari berbagai fakultas mengikuti proses pelatihan Surveillance Audit ISO 9001:2015 kelima di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Wakil Rektor Bidang AUPK UIN Malang Dr. Ilfi Nurdiana, M.Si. meminta seluruh auditor untuk bekerja secara total dan menyampaikan data seakurat mungkin, Kamis (16/7).
Menurutnya, meskipun masyarakat masih berjuang dalam kondisi pandemi Covid-19 (Corona Virus Disease), tetapi semangat untuk menuntaskan tugas dan amanah tidak boleh kendor. Jangan sampai, situasi pandemi menjadi alasan untuk malas-malasan melaksanakan tugas. "Jadi auditor jangan dijadikan sebagai beban. Ini amanah yang dititipkan ke Bapak Ibu untuk dilaksanakan sebaik mungkin," tuturnya.
Ia melanjutkan, dengan menjadi auditor, peserta pelatihan memiliki kesempatan untuk menemukan gap yang harus diperbaiki di lingkungan kerjanya. Setelah menemukannya, maka kita bisa mencari tahu solusi untuk menjadikannya lebih baik. Jika proses audit bisa dilakukan rutin per semester dan ditangani oleh tenaga kompeten, maka akselerasi perbaikan mutu lembaga akan terwujud.
Ilfi menegaskan, proses audit mutu yang benar juga akan mewujudkan budaya mutu di perguruan tinggi. Artinya perguruan tinggi tersebut sudah memiliki modal besar untuk bersaing bukan saja pada level lokal, atau bahkan nasional, tetapi juga global. Imbas positifnya, akreditasi unggul juga akan mudah diperoleh, bahkan akreditasi internasional. (aj/nd)



