GEMA-Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang melakukan seleksi penerimaan mahasiswa baru Jalur Mandiri dengan sistem daring (dalam jaringan/online). Total peminat Jalur Mandiri UIN Malang mencapai 5.255 peserta yang berasal dari dalam dan luar negeri. Dikarenakan jumlah yang sangat banyak, maka panitia menyelenggarakan tes selama tiga hari, Kamis-Sabtu (27-29/8). Setiap peserta berhadapan langsung dengan satu penguji.
Kepala Biro AAKK Drs. Mahfudh Shodar menjelaskan bahwa pelaksanaan ujian mandiri tahun ini berbeda dengan sebelumnya. Karena proses seleksi dilakukan online, maka materi dan tata cara ujian pun berbeda. Ada empat kriteria penilaian yang ditetapkan UIN Malang, yaitu kelengkapan portofolio, akreditasi sekolah, hasil wawancara, dan tes baca-tulis al Quran. "Mulai dari proses mendaftar dan verifikasi portofolio dilakukan secara daring. Ujian menggunakan aplikasi yang sudah ditentukan oleh panitia seleksi yaitu Zoom," jelasnya.
Mahfudh menjelaskan bahwa UIN Malang tetap berkomitmen untuk menjaga kualitas input calon mahasiswa baru. Karenanya proses seleksi jalur mandiri ini tetap dilakukan dengan ketat dan harus melalui beberapa mekanisme yang berlaku. Semua ini, kata dia, demi menjaga dan menghasilkan calon mahasiswa yang unggul. "Kelulusan peserta jalur mandiri UIN Malang tidak hanya ditentukan dari hasil portofolio saja. Akan tetapi juga akan mempertimbangkan hasil interview untuk melihat kompetensi," tegasnya.
Jika hanya dinilai dari portofolio saja, kata dia, dewan penguji akan mengalami kesulitan untuk mendapatkan calon mahasiswa yang memiliki kemampuan akademik yang baik. Oleh karena itu, melalui seleksi mandiri dengan sistem daring ini diharapkan UIN Malang tidak salah memilih calon mahasiswanya. “Paling tidak, dengan adanya proses interview dan baca tulis al Quran online ini kita bisa melihat kriteria ideal camaba,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik. Prof. Dr. M. Zainuddin, MA. menyatakan bahwa jalur mandiri tulis kali ini merupakan jalur seleksi terakhir yang dilakukan di UIN Maliki Malang. Ia berharap ujian mandiri berjalan tertib sesuai dengan protap(prosedur tetap)-nya dan lancar. “UIN Malang merupakan satu-satunya PTKIN yang melakukan ujian mandiri dengan sistem daring,” terangnya.
Dari proses seleksi mandiri ini diharapkan UIN Malang mendapatkan calon mahasiswa yang baik. Pihak kampus berharap dapat menerima mahasiswa sesuai kuota yang tersedia. “Bagi yang belum lolos, jangan berkecil hati dan terus semangat. UIN Malang belum bisa menerima mahasiswa baru lebih dari empat ribu lebih karena terkendala dengan fasilitas ma’had dan gedung perkuliahan,” paparnya. (aj/nd)



