GEMA-Keberadaan native dalam pembelajaran bahasa asing sangat diperlukan. Oleh karena itu, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sangat konsen dalam penambahan dosen native bahasa Arab atau Inggris. Selain native bahasa Inggris dari Jerman dan Amerika, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang juga memiliki dosen native Bahasa Arab dari Sudan dan Libya.
Kali ini, untuk memperkuat pengembangan bahasa Arab, kampus hijau berlogo Ulul Albab ini mendatangkan dua native dari Saudi Arabia, mereka adalah Syekh Ahmad Saeed Az-Zahrani dari kota Jeddah dan Syekh Ali Hammad Al-Balawi dari kota Tabuk, Selasa (8/9).
Wakil Rektor Bidang kerjasama dan Pengembangan Kelembagaan UIN Maliki Malang Dr. Uril Bahruddin, M. A menyatakan bahwa rencananya kedua native tersebut akan mulai mengisi perkuliahan Bahasa Arabnya pada semester ganjil ini periode 2020/2021. "Insyaa Allah, mereka berdua akan mengajar bahasa Arab mulai semester ganjil ini," ungkapnya.
Kemudian, kata Uril terkait posisi mereka berdua yakni akan menjadi dosen pada Prodi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) dan Sastra Arab serta ditempatkan di Unit Pusat Bahasa. Hal itu bertujuan untuk bisa lebih memperkuat lagi pengembangan pembelajaran dan aplikasi Bahasa Arab di unit tersebut. “Semoga dengan ditambahnya dua dosen ini bisa meningkatkan mutu di Pusat Bahasa UIN Maliki ini,” harapnya.
Dalam kesempatan yang sama, hal senada juga diungkapkan Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. H. Abd. Haris, M.Ag keberadaan dosen asal negeri minyak tersebut tidak hanya untuk mengembangkan bahasa Arab saja di kampus melainkan juga dapat memperkokoh kemajuan institusi/lembaga UIN Maliki secara umum.
Apalagi, kata rektor, hal tersebut selaras dengan visi universitas yakni menuju World Class University dan menjadi universitas yang bereputasi internasional. "Sangat penting bagi kita memiliki tenaga pendidik/dosen luar negeri, karena itu menjadi salah satu indikator capaian universitas yang bertaraf internasional," tegasnya. (ptt/*)



