GEMA-Di era pandemi Covid-19 yang tak kunjung redah ini tak menyurutkan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang untuk tetap menggelar pelaksanaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan atau yang akrab disebut PBAK. Pelaksanaan PBAK kali ii akan dijadwalkan berlangsung selama tiga hari dan berakhir Minggu (13/9).
Mengawali opening ceremony PBAK Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UIN Maliki Malang Dr. Isroqunnajah, M.Ag menjelaskan bahwa peserta PBAK tahun ini dikuti 4100 calon mahasiswa baru, semua mengikuti kegiatan ini dengan firtual dan dilakukan melalui kediaman atau rumahnya masing-masing. Semua calon mahasiswa baru tahun akademik 2020/2021 di seluruh penjuru dunia diwajibkan mengikuti kegiatan PBAK ini hingga selesai. “Mahasiswa UIN initidak hanya dari Indonesia saja, akan tetapi juga ada mahasiswa asing, sehingga semua diharuskan mengikuti kegiatan PBAK secara virtual,” terangnya.
Gus is sapaan akrabnya menyaksikan langsung bahwa data peminat calon mahasiswa UIN Maliki tahun ini mencapai 9337 peserta. Akan tetapi, UIN Malang tidak bisa menerima keinginan calon mahasiswa baru tersebut untuk kuliah di kampus Ulul Albab ini. Pasalnya, dengan keterbatasan kapasitas gedung yang dimiliki membuat semua keinginan mahasiswa untuk kuliah dikampus ini harus dibatasi. “Kami mohon doanya semoga kedepan UIN maliki Malang bisa menerima mahasiswa lebih dari 5000 mahasiswa,” harapnya.
Seiring ketatnya persaingan mutu di perguruan tinggi, menuntut institusi ini harus memiliki standarisasi kelayakan dalam mengelolah pendidikan di perguruan tinggi, dan alhamdulillah UIN Maliki Malang saat ini terakreditasi A. “Akreditasi A ini sebagai salah satu barometer bahwa pelayanan mutu pendidikan di kampus ini baik,” paparnya.
Segenap pimpinan, tambah dia, saat ini terus berupaya untuk meningkatkan mutu layanannya kepada stakeholder yang dalam hal ini dalah mahasiswa. Untuk itu, semua mahasiswa UIN Maliki Malang diharapkan tidak hanya kuliah saja. Akan tetapi, juga aktif dalam Organisasi Mahasiswa Intra Kampus atau OMIK yang di dalamnya terdapat 15 unit untuk memfasilitasi kreatifitas mahasiswa. “Untuk itu, mari semua camaba aktif di organisasi sebagai bekal ilmu sosila yang kelak pasti dibutuhkan di masyarakat,” tegasnya.
Keikutsertaan mahasiwa di OMIK, kata Gus Is, kelak akan menjadi prasyarat untuk mengikuti ujian komprehensip, untuk itu mahasiswa harus memenuhi setidaknya 50% Satuan Kridit Kegiatan Mahasiswanya (SKKM). “Ini semua untuk melatih mahasiswa memiliki kepedulian sosial dan menjadi pribadi yang mandiri dan siap bermasyarakat,” tegasnya.
Kita semua berharap pandemi covid-19 segera sirna dan segera mungkin bisa kembali bersua di kampus tercinta ini yaitu UIN Maliki malang. “Saya ucapkan selamat datang dan selamat bergabung dikampus terbaik UIN Maliki Malang,” tutupnya.



