GEMA-Menjadi seorang dosen di lingkungan akademisi khususnya di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang saat ini dituntut minimal harus bergelar doktor hingga mencapai puncak karir tertingginya yaitu seorang profesor. Untuk itulah, Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. M. Zainuddin, M.A mengundang seluruh calon guru besar dan dosen dilingkungan UIN Maliki Malang yang tak kunjung ‘selesai’ dalam merampungkan tugas akademiknya, Kamis (10/9).
Melalui rapat yang dipimpinnya, Prof. Zainuddin mengajak sharing kepada para dosen yang masih lanjut studi S3 namun belum juga selesai dan juga menampung seluruh keluhan dan permasalahan dari calon profesor yang masih mengalami kendala. “Pertemuan ini, kita akan bahas bersama sekaligus mencari solusi dari permasalahan bapak ibu yang telah dihadapi,” paparnya.
Untuk itu, dalam pertemuan siang ini mari bersama saling menyampaikan terkait kendala apa saja yang dialami agar para pimpinan kampus ini tahu dan segera mencarikan solusinya. Tentu, tidak ada dosen satupun di UIN Maliki ini yang tidak ingin meraih gelar doktornya. “Pasalnya, pencapaian itu merupakan bagian dari tugas pekerjaan sebagai dosen dan sekaligus tuntutan bagi seorang pendidik di perguruan tinggi,” tegasnya.
Sehingga, tambah dia, semangat untuk meraih gelar tersebut harus kembali dikobarkan dan diharapkan gelar tersebut bisa menjadi motifasi dan tanggung jawab untuk berkontribusi secara maksimal. Untuk itu, dibutuhkan kerjasama dan kerja keras dari para calon doktor dan guru besar untuk segera melengkapi apa yang menjadi kekurangannya. “Disertasi yang bagus itu disertasi yang selesai bukan yang hanya diangan-angan saja,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) UIN Maliki Prof. Dr. Tutik Hamidah, M.Ag siap membantu mencarikan solusinya bagi para dosen maupun calon guru besar. Salah satunya, akan diupayakan mencarikan dana untuk menunjang selesainya proses disertasi bagi calon doktor. “Sementara untuk calon guru besar yang masih terkendala LP2M akan mengupayakan proses coaching kembali seperti yang pernah dilakukan sebelumnya,” tegasnya.



