Reporter: Putut Wahyu Hardiyanto
GEMA-UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ikut serta mengisi acara Webinar seri ke-20 yang terselenggara atas kerjasama Itjen Kemenag, Kanwil dan PTKN. Acara yang bertema ASN, Integritas dan Pendidikan Kala Pandemi ini mengundang tiga narasumber, yakni Prof. Dr. Abd. Haris,M.Ag. (Rektor UIN Maliki Malang), Prof. Abdul Mujib (Guru besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta) dan Drs. Zahdi Taher, M.HI. (Kepala Kanwil Kemenag Bengkulu), dan satu keynote speaker Drs. H. Nur Arifin, M.Pd. (Inspektur Wilayah II, Inspektorat Jenderal Kemenag RI), Rabu (3/2).
Materi Prof. Haris lebih fokus pada nilai-nilai dasar Aparatur Sipil Negara(ASN), yakni profesionalitas, menghindari diskriminatif, selalu menjunjung tinggi etika leluhur, menghargai komunikasi, serta saling berkonsultasi. Itu berarti pembinaan yang diberikan kepada ASN harus mengacu pada aturan. “Semuanya berorientasi untuk kemaslahatan karena orang yang baik adalah mereka yang bermanfaat bagi sesamanya,” paparnya.
Poin lainnya yang tidak kalah penting, yakni proses pendidikan tinggi di masa pandemi. Menurut Prof. Haris, sebagai seorang pemimpin ia mencontohkan dirinya sendiri sebagai rektor UIN Maliki Malang. Ia mengambil kebijakkan demi kemaslahatan yakni proses perkuliahan selama pandemi dilakukan secara online. Hal ini pun juga ia sampaikan ketika diundang dalam pertemuan rektor PTN se-Jatim di UNAIR Surabaya. “Alhamdulillah, semua rektor PTN yang hadir saat acara itu setuju, setelah saya jelaskan kebijakkan itu disertai logika-logika akademik,” ucapnya dengan lega.
Sehingga di akhir materinya, Prof. Haris mengajak semua untuk mengutamakan kesehatan di masa pandemi. “Semoga wabah Covid-19 ini segera berlalu dan kehidupan kembali normal dan proses pendidikan bisa berjalan lancar,” pungkasnya.(ptt/nd)



