KETUA TPI: AUDIT PMPZI HARUS DILAKUKAN DENGAN TEGAS
Abadi Wijaya Jumat, 19 Maret 2021 . in Berita . 676 views
3147_tpi.jpg

 

Penulis: Putut Wahyu Hardiyanto
GEMA-"Kalau audit lebih baik kita keluar/selesai lebih dahulu dan itu bisa buat Bapak Ibu lega namun jika penilaian ZI apabila kita selesai sebelum dari jadwalnya maka itu nanti pihak anda yang akan rugi. Karena proses audit berbeda dengan cara pendekatan yang kami lakukan dalam penilaian ZI". Pernyataan itulah yang disampaikan oleh Siti Mudayarah, ketua Tim Penilaian Internal (TPI) saat memberikan pengantar acara persiapan PMPZI di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Jum'at(19/3)

Sedari awal, Siti Mudayarah telah memberikan sinyal kuat terkait rambu-rambu dalam proses penilaian pembangunan zona integritas di masing-masing satker, tak terkecuali juga untuk PMPZI di UIN Maliki Malang. Ia bersama empat anggota timnya bersikap tegap dan tegas dalam menjalankan amanah dari Inspektorat Jenderal Kementerian Agama (Itjen Kemenag). Sehingga dalam pemaparan di awal pengantarnya ia berharap baik UIN Maliki sebagai tuan rumah penyambutan TPI dan juga para wakil pimpinan satker lainnya yang hadir, yakni Kemenag Kota dan Kabupaten Malang serta sekolah MAN 2 Malang untuk benar-benar memahami pelaksanaan penilaian pembangunan zona integritas yang nanti dilakukan baik secara teknis maupun non-teknis.

Lanjut, dijelaskan oleh Siti Mudayarah bahwa pendekatan yang dilakukan saat penilaian ZI tidak sama dengan audit. Pendekatan yang akan TPI lakukan lebih menekankan pada ranah kekeluargaan. Dimana dalam hal ini saling menyadari diri terkait pembangunan ZI tidak hanya tanggung jawab UIN Maliki sendiri tetapi itu juga tanggung jawab Itjen Kemenag dalam rangka memajukan pembangunan ZI tersebut. Sehingga pelaksanaan penilaian akan dilakukan seirama dengan jalan bersama-sama. "Mari nanti kita mendiskusikan tentang apa saja kelebihan dan apa yang jadi kekurangannya. Apabila sudah bagus maka sehari bisa selesai namun jika ada banyak hal yang masih kurang, maka bisa bersama-sama kita membenahinya, "ungkapnya.

Masih kata wanita hijab berkamata itu, bahwa terkait proses membenahi bersama apabila TPI pulang lebih cepat maka resikonya tim PMPZI UIN Maliki tidak bisa didampingi secara maksimal. Oleh karena itu model pendekatan yang digunakan timnya, yakni bersifat pendampingan, konsultatif dan tidak hitam putih. Ia pun berharap agar semua bertindak supportif. "Sampaikan pada kami apa adanya sehingga kami bisa melihat potretnya secara jelas dan bisa kita perbaiki bersama, " pintanya. Dikhawatirkan jika hanya menunjukkan yang baik-baik saja dan menutupi apa yang seharusnya ditunjukkan, maka pada tahap selanjutnya akan bisa terkuak. "Perlu Bapak ibu ketahui bahwa nanti masih ada tahapan selanjutnya jadi semisal kali ini UIN Maliki lolos dalam penilaian maka perlu dijaga karena akan ada tahap berikutnya, " jelasnya. (ptt)

(Ajay)


Berita Terkait


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up