GEMA-Umat Islam sedunia tentu hari ini serentak memperingati peristiwa yang sangat penting, yaitu kejadian Isra' Mi'raj. Isra' merupakan perjalanan Nabi Muhammad SAW dari masjidil Haram Makkah menuju Masjidil Aqsha di Yerussalem sedangkan Mi'raj perjalanan nabi menuju sidratul muntaha, Jumat (12/3).
Untuk memperingati Isra' Mi'raj, Segenap pimpinan, dosen dan tenaga pendidik di lingkungan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar khotmil Quran dan istighotsah serta membaca shalawat bersama di ruang Lobby Rektorat.
Hadir memberi tausiyah Dr. KH. Badruddin salah satu dosen Fakultas Syariah UIN Maliki Malang. Dalam ceramahnya peristiwa Isra' Mi'raj itu harus dipahami dengan dasar keimanan bukan rasional. Sampai saat ini bagi orang yang tidak beriman tentu akan menolaknya peristiwa Isra' Mi'raj ini. "Isra' Mi'raj ini di luar nalar akal dan ini menjadi bukti bahwa inilah kekuasaan Allah SWT," terangnya.
Berbicara Isra' Mi'raj tentu akan berhubungan dengan dimensi ruang dan waktu, untuk memahami perjalanan Rasulullah dengan kecepatan itu secara teori tentu akan mengalami kehancuran. "Karena itulah Rasulullah tidak berjalan dengan sendirinnya. Akan tetapi beliau diberangkatkan oleh Allah SWT dan semua yang terjadi atas kehendak-Nya," terangnya.
Dalam perjalanannya, Nabi Muhammad SAW bisa menceritakan semua kejadian masa lampau dan yang akan datang dengan sangat detail yang banyak di ceritakan di dalam beberapa kitab serta kejadian Isra' Mi'raj ini juga diabadikan dalam Alquran. "Inilah kudratullah (Kekuasaan Allah SWT, Red.) Semua bisa terjadi atas kehendakNya," jelasnya.
Semoga dengan adanya peristiwa Isra' Mi'raj ini bisa meningkatkan keimanan bagi ummat Islam, dan sholat itu merupakan mi'rajnya bagi muslim yang beriman. "Dalam Mi'raj inilah Rasulullah mendapatkan perintah menjalankan shalat fardhu yang sampai saat ini menjadi kewajiban bagi ummat Islam," pungkasnya.



