Penulis: Putut Wahyu Hardiyanto
GEMA-"Kami bangga menjadi salah satu bagian satker di bawah naungan Kementerian Agama RI dan saat ini akan dilakukan penilaian mandiri pembangunan zona Integritas (PMPZI) di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Bagi kami, ini bukan karena soal penilaian saja namun lebih pada membangun tradisi atau budaya dari apa yang diamanahkan Agama Islam kepada kita semua umatnya. Dimana membangun budaya (Zona Integritas)itu butuh proses serta kesungguhan dan itu tidaklah semudah seperti membalikkan telapak tangan". Itulah yang disampaikan oleh Wakil rekor bidang AUPK UIN Maliki Malang, Dr. Ilfi Nur Diana, M.Si saat memandu acara penyambutan tamu tim penilaian internal atau APIP dari Itjen Kemenag RI di ruang Rektor Lt. 1 Gedung Ir. (HC) Soekarno, Jum'at (19/3)
Ning Ilfi begitu sapaan akrabnya, mengungkapkan secara singkat hakikat dari Pembangunan Zona Integritas di UIN Maliki Malang. Ia berserta pejabat pimpinan di kampus sejak lama sudah berkomitmen tinggi untuk mewujudkan wilayah bebas dari korupsi (WBK) dan wilayah birokrasi bersih dan melayani(WBBM). Apalagi, menurutnya pembangunan zona integritas merupakan bagian amanah dari ajaran agama Islam sehingga UIN Maliki melakukannya tidak sekedar untuk penilaian namun lebih pada ikhtiar membangun tradisi/budaya dalam tuntunan agama. Budaya yang dimaksud dapat dikaitkan pada budaya berorganisasi dan kinerja yang bebas dari korupsi, budaya menejemen dengan SDM berkualitas tinggi serta budaya pelayanan terbaik kepada publik yang bersih dan optimal.
Selanjutnya, Ning Ilfi juga menambahkan bahwa dalam membangun budaya tersebut memang tidaklah mudah karena itu diperlukan regulasi, indoktrinasi, role model dari berbagai pimpinan mulai dari Top management hingga law management. Sehingga ia pun berharap pada ketiga satker lainnya baik di kota maupun Kabupaten Malang juga telah berusaha keras seperti halnya dengan apa yang telah UIN Maliki Malang upayakan. "Saya kira Bapak Ibu pimpinan satker baik Kemenag kota maupun Kabupaten Malang dan Sekolah MAN 2 Malang telah berusaha seperti halnya kami dengan mengikuti tuntunan agama kita, " pungkasnya.(ptt)



