HUMAS-Pusat Studi Islam dan Sains(PSIS) yang berada di bawah naungan Unit Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki) menggelar workshop yang ditujukan bagi Dosen Tetap Bukan Pegawai Negeri Sipil (DTBPNS). Agenda yang mengusung tema Peningkatan Kompetensi Dosen di bidang Integrasi Islam dan Sains ini berlangsung selama dua hari, Senin-Selasa(22-23/11) bertempat di eL-Hotel Kartika Wijaya, Kota Batu dengan tetap menerapkan prokes covid-19 yang ketat. Senin(22/11)
Selama dua hari pelaksanaannya, tidak tanggung-tanggung agenda yang kali pertama atau merupakan angkatan pertama ini menghadirkan lima narasumber yang begitu mumpuni dan sangat berkompeten di bidang integrasi Islam dan sains, diantaranya Dr. Agus Maimun, M. Pd( UIN Maliki Malang), Dr. Shofiyullah M,.M.Ag, (Asosiasi Dosen Filsafat Islam), Prof. Sutiman, B. S., SU., D. SC(UB Malang), Dr. Imealda Fajriati, M. Si(ppM Al-Ashfa Yogyakarta) dan Dr. M. Mujab, M. Th, Ph. D (UIN Maliki Malang)
Dalam sambutannya, Dr. Begum Fauziyah, M. Farm (ketua Pusat Studi Islam dan Sains) sekaligus Ketua panitia menyampaikan bahwa tujuan utama dari kegiatan itu tidak lain untuk meningkatkan kompetensi dosen di bidang integrasi Islam dan Sains agar meningkat pula jumlah karya tulis ilmiah di bidang tersebut. Sedangkan output dari kegiatan itu menurut Begum Fauziyah, yakni diharapkan adanya implementasi integrasi Islam dan sains dalam pembelajaran/kurikulum dan pada kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat. Selain itu, diharapkan pasca pelaksanaan workshop itu bisa diterbitkannya buku model ataupun modul riset proposal di bidang integrasi Islam dan sains.
Sedangkan dalam arahannya, sebelum membuka resmi acara workshop, Wakil Rektor bidang Akademik UIN Maliki Malang, Prof. Umi Sumbullah, M. Ag menyampaikan terkait pentingnya diadakannya acara tersebut. "Keberhasilan implementasi integrasi Islam dan sains di mahasiswa tergantung pada dosen pengajarnya sehingga perlu sekali diselenggarakan workshop seperti ini! ", ujarnya. Kemudian Ia juga berharap implementasi dari integrasi itu tidak hanya pada pengajarannya(kurikulum) tetapi menyeluruh di dalam lingkup Tri darma Perguruan Tinggi.
Oleh karena begitu pentingnya kegiatan workshop tersebut, Prof. Umi menyampaikan bahwa pelaksanaannya tidak hanya sekali, tetapi akan ada tiga batch. "Selamat kepada para peserta Workshop Peningkatan Kompetensi DTBPNS bidang Integrasi Islam dan Sains Angkatan pertama ini, semoga semuanya berjalan lancar dan sukses", pungkasnya.(ptt)



