HUMAS-Dharma Wanita Persatuan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (DWP UIN Maliki) bekerja sama dengan Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) menyelenggarakan webinar dengan mengangkat tema “Kurikulum Taman Sosialisasi Anak”. Acara virtual melalui aplikasi zoom itu diisi oleh beberapa narasumber yang sangat berkompeten, yakni: Ny. Eny Retno Yaqut, Dr. Istiadah, MA, Dr. Evi Ghozaly, M. Pd., dan Wuri Astuti, M. Pd. Turut serta secara luring, bertempat di ruang sidang senat diantaranya Ketua DWP UIN Maliki, Dra. Shofiyah Zainuddin, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Dr. Agus Maimun, M. Pd beserta beberapa peserta undangan, khususnya para pemerhati dunia pendidikan anak usia dini. Selasa(2/11)
Dalam sambutannya, Prof. Zainuddin, MA, Rektor UIN Maliki Malang menyampaikan apresiasinya terhadap terselenggaranya kegiatan webinar tersebut. Menurutnya, pembahasan pendidikan anak usia dini sangat penting karena pendidikan adalah segala-galanya dan juga merupakan investasi yang berharga. Tidak hanya investasi di dunia, tapi juga sebagai investasi akhirat.
Kemudian, Prof. Zain sapaan akrabnya itu menjelaskan bahwa pendidikan sebenarnya dimulai sejak dalam kandungan (prenatal) hingga pasca lahir (postnatal). Saat prenatal, pendidikan yang baik harus diberikan dengan kalimat-kalimat thoyyibah karena hal tersebut akan berpengaruh terhadap jiwa anak. Pendidikan juga tetap diberikan hingga postnatal bahkan hingga dewasa. “Pendidikan dalam perspektif Islam tidak pernah selesai, meskipun ia sudah master, doktor, atau professor, harus tetap belajar dan belajar,” paparnya.
Lanjut, masih menurut orang nomer wahid di UIN Maliki Malang ini juga menambahkan bahwa sesuai tuntunan ajaran Islam, pada anak-anak usia dini harus diberikan pendidikan mulai dari kalimat tauhid, pengenalan Allah SWT, halal haram, sholat, membaca Al-Quran hingga mengenal dan mencintai nabinya. “Tujuan pendidikan dalam perspektif Islam adalah untuk memberikan ilmu bermanfaat kepada peserta didik dan membentuk mereka menjadi anak yang sholih dan sholihah dan menjadi dermawan,” pungkasnya.(alf/*)



