HUMAS-Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang hari ini menggelar Rapat Terbuka Senat Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang periode I tahun 2022, Rabu (30/3).
Rektor UIN Malang Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA menegaskan bahwa prosesi wisuda offline kali ini tidak dihadiri oleh orang tua atau wali mahasiswa, hal ini untuk menjaga agar pelaksanaan wisuda tetap kondusif. "Meski Covid sudah mulai turun. Akan tetapi, kita harus tetap melaksanakan prokes sesuai dengan aturan satgas Covid," paparnya.
Setelah tiga tahun terakhir ini, baru kali ini prosesi wisuda bisa dilaksanakan secara offline atau wisuda tatap muka yang diikuti sebanyak 800 wisudawan program sarjana, magister, dan doktor. "Saya ucapkan selamat bagi para wisudawan semoga ilmunya bermanfaat, barokah dan tentunya bisa mengabdikan diri dan ilmunya untuk kepentingan masyarakat secara luas," terangnya.
Lebih lanjut, Rektor UIN Malang menegaskan bahwa UIN Malang yang sudah berusia 60 tahun tentunya tidak hanya mengantarkan mahasiswanya memiliki kecerdasan intelektual saja. Akan tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan berkarakter ulul albab. "Hal inilah yang dibutuhkan untuk menghadapi persaingan global, tidak hanya cerdas intlektualnya saja, tapi juga memiliki kedalaman spiritual," tuturnya.
Setiap lulusan UIN Malang, kata mantan WR 1 tersebut diharapkan bisa mengamalkan ilmunya di tengah masyarakat, dan ini menjadi harapan kampus berlogo ulul albab ini. "Kami bertekad melalui penandatanganan komitmen bersama bahwa UIN Malang siap menjadi kampus yang unggul dan bereputasi internasional," tegasnya. (ff,*).



