HUMAS-Kabag Pemberitaan dan Hubungan antar Lembaga Setjen MPR RI, Budi Muliawan, S.H., M.H hadir di tengah mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menjadi salah satu pembicara dalam kegiatan Sarasehan Kehumasan MPR RI yang bertajuk "Peran mahasiswa dalam mengisi kemerdekaan," yang berlangsung di Home theater Fakultas Humaniora, Jumat (8/7).
Budi, sapaan akrabnya mengajak mahasiswa UIN Maliki Malang untuk selalu lantang berbicara kebenaran. "Jika benar katakan benar jika salah katakan salah dan jangan pernah takut," ajaknya.
Mahasiswa, kata dia, menjadi kaum terpelajar yang dinilai sanggup membawa perubahan ke arah yang lebih baik. Oleh karenanya mahasiswa dikenal sebagai agent perubahan atau agen of change. Mahasiswa harus menyiapkan diri mulai saat ini sebagai calon pengganti pemimpin bangsa saat ini, jadi jangan beranggapan bahwa kuliah itu tugasnya hanya belajar dan belajar. Akan tetapi mahasiswa harus tampil idealis yaitu belajar sambil pengabdian. "Kehidupan mahasiswa itu tidak seperti pelajar SMA, mahasiswa ada tanggung jawab belajar dan pengabdian juga," paparnya.
Budi menjelaskan, tahun 2045 Indonesia memasuki usianya yang ke-100 tahun. Artinya Indonesia merdeka sudah menuju Indonesia emas. "Lalu siapa yang akan memegang kepemimpinan di tahun 2045 kalau bukan adik-adik mahasiswa ini," tanya dia.
Sebagain agen of change tentu harus sigap merespon perubahan zaman saat ini. Di era global serba digital saat ini tentu peran mahasiswa harus bisa berinovasi dari kebiasaan konvensional menuju digitalisasi. "Saya berpesan adik-adik jangan pernah merasa cukup hanya berbekal ilmu yang didapat di kampus saja, lakukan transformasi digitalisasi agar memberikan lompatan perubahan sesuai apa yang dibutuhkan oleh generasi z," tegasnya.
Generasi z itu, kata dia sukanya buru-buru dan selalu pingin tahu sesuatu itu secara instan. Hal ini sudah tidak bisa dihindari dan mahasiswa yang hadir saat ini merupakan generasi z yang keingintahuannya sangat tinggi dan tidak suka bertele-tele. "Anak sekarang sudah masuk generasi alfa, sukanya bermain gadget dan ini tidak bisa dihindari, jika menolak akan jauh tertinggal, yang penting orang tua harus tetap mendampingi dan mengarahkannya," terangnya.



