HUMAS-Upaya penguatan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (ZI-WBK WBBM) terus dilakukan di kampus UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Senin (11/7).
Upaya itu dilakukan salah satunya dengan mengadakan benchmarking terkait dengan Zona Integritas di Fakultas Teknik Universitas Negeri Gadjah Mada (UGM) dan Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (UNDIP) pada tanggal 6-8 Juli 2022.
Kegiatan benchmark hari pertama di Fakultas Teknik UGM diawali dengan paparan Kepala Kantor Administrasi Fakultas Teknik UGM, Nawawi, SE, MM., mewakili Dekan Fakultas Teknik UGM mengatakan pada awalnya zona integritas sudah dilaksanakan dari Tahun 2017 hingga dan memperoleh predikat WBK/WBBM di Tahun 2021. "Ini berkat kerja jeras dari tim dan support dari institusi yang cukup tinggi," katanya.
Kepala SPI UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Dr. M. In’am Esha, M.Ag dalam sambutannya mengatakan bahwa tujuan dari kegiatan ini selain berfokus pada bagaimana belajar kiat-kiat memperoleh predikat WBK/WBBM juga untuk menjalin silaturahmi kelembagaan dengan fakultas di universitas yang berstatus PTNBH tersebut.
Ina'am berharap kegiatan benchmarking ini dapat memberikan manfaat bagi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang serta dapat menjadi ajang sharing pengalaman dalam mencapai predikat WBK/WBBM. "Semoga WBK dan WBBM di UIN Maliki Malang bisa segera terwujud," harapnya.
Sementara itu, penanggung jawab Tim ZI WBK di Area 5 Purwoko menambahkan bahwa kesuksesan tersebut diraih dengan tim yang keseluruhan berasal dari tendik, dengan 1 manajer dan 5-6 anggota dalam setiap komponen. Komponen pengungkit dalam zona integritas terdapat 6 bagian dan tiap bagian mengerjakan komponen ZI secara berjangka dalam waktu satu tahun. "Total tim ZI berasal dari tenaga kependidikan. Dosen tidak dilibatkan sama sekali agar bisa focus pada tridharma (mengajar, meneliti dan mengabdi). Tentunya dengan terus berkoordinasi dan selalu respon dengan keluhan layanan sehingga tercipta terobosan atau inovasi dalam memberikan pelayanan," jelasnya.
Inovasi yang dilakukan, kata dia, FT UGM fokus pada teknologi informasi, secara adaptif dalam mengatasi pandemi Covid-19 tentunya berbagai aplikasi disiapkan agar lebih mempermudah pelayanan yang diberikan, salah satu yang menjadi inovasi utama di FT UGM adalah aplikasi simadang, dimana aplikasi tersebut menjadi icon di UGM, pada aplikasi tersebut undangan dibuat secara online, hingga konfirmasi bagi para pesertapun juga dilakukan didalamnya. Aplikasi tersebut awalnya masih banyak terjadi resistensi terutama bagi pegawai yang kurang lancar dalam menggunakan teknologi informasi. "Namun berkat sosialisasi yang dilakukan secara terus-menerus dan komitmen dari Dekan FT UGM, aplikasi tersebut sukses, dan digunakan pada fakultas yang lain di UGM," paparnya.
Pada kesempatan ini juga dapat disimpulkan bahwa ZI-WBK/WBBM bukan hanya sekedar pemenuhan instrumen tapi bagaimana culture/budaya kerja dapat terbentuk melalui kesadaran diri sendiri sehingga mampu untuk memberikan pelayanan terbaik yang diberikan kepada stakeholders.
Pada Hari Kedua, kegiatan benchmarking berlangsung di Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (UNDIP) salah satu perguruan tinggi yang memperoleh penghargaan ZI-WBK secara Nasional. Tim ditemui secara langsung oleh Dekan dan keseluruhan tim yang menjadi garda terdepan dalam zona integritas FT UNDIP.
Prof. Ir. M. Agung Wibowo, MM, M.Sc., Ph.D., Dekan FT UNDIP menyatakan “Bagaimana Zona integritas tidak hanya sekedar pemenuhan portofolio semata, tetapi bagaimana hal tersebut membentuk budaya kerja yang berkelanjutan. Undip selalu memperhatikan bagaimana manajemen mutu dalam tata kelola perguruan tinggi, kemudian dari hal tersebut kita implementasikan kepada zona integritas. Selain untuk silaturahmi terjalin hingga kita saling bersama sama belajar untuk menjadi lebih baik lagi”
Acara kemudian dilanjutkan oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Bapak Dr. nat. tech. Siswo Sumardiono, ST, MT, dalam paparannya menyampaikan bahwa pegawai yang ada di FT Undip sangat enjoy dengan pekerjaannya, sehingga menimbulkan rasa ikhlas dalam bekerja dan berdampak pada kualitas layanan.
Kegiatan benchmarking yang mendapatkan pembiayaan dari skema penelitian litabdimas ini merupakan bagian penting dalam upaya penguatan kelembagaan kampus tercinta, UIN Maliki Malang, yang saat ini juga berencana bertransformasi menjadi PTKIN Berbadan Hukum (PTKINBH). Kegiatan ini diikuti oleh Dr. Khoirul Hidayah, M.H. Ketua Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG), Dr. Shofil Fikri, M.Pd., dan Fahrizal Irfan Alvianto, S.ST. (Staf SPI anggota tim ZI-WBK). Menjadi PTKINBH ruhnya adalah bagaimana bersama menguatkan layanan pendidikan dan pengajaran yang menjadi jati diri perguruan tinggi. Menjadi perguruan tinggi unggul dan bereputasi internasional. Semoga. [fia/kh/rw]



