HUMAS-Universitas Islam Negeri Maulana Malik IbrahimMalang kembali kedatangan tamu istimewa mulai dari kepala daerah hingga Dirjen Pendis hadir di UIN Maliki Malang diantaranya Prof. Dr. H. Muhammad Ali Ramdhani, ST., MT Dirjen Pendis Kemenag RI dan Bupati Lumajang H. Thoriqul Haq, S.Ag, MML. Jumat (29/7).
Dalam arahannya, Bupati Lumajang meminta agar UIN Maliki Malang bisa mengembangkan kampus berlogo ulul albab ini di Lumajang. Lumajang dikenal dengan icon gunung semerunya ini memiliki kawasan hutan yang cukup luas, sehingga jika dimanfaatkan untuk kawasan perguruan tinggi sangat memungkinkan sekali. "Jadi pengelolaan kawasan hutan dengan tujuan khusus untuk pengembangan pendidikan ini akan menjadi lebih bermanfaat bagi masyarakat di Lumajang," paparnya.
Saat ini, kata Thoriq, kampus yang paling dekat dengan Lumajang hanya ada dua yaitu UIN Maliki Malang dan IAIN Jember. Sehingga jika UIN Maliki Malang hadir di Lumajang tentu akan memberikan dampak positif dan tentunya akan sangat representatif. Apalagi jika ada studi khusus untuk keilmuannya semisal ilmu pertanian, peternakan atau bahkan pengembangan ilmu kebencanaan seperti yang ada di Jepang. "Lumajang secara geografis masuk dalam wilayah rentan dengan bencana alamnya, jadi saya ingin UIN Maliki Malang bisa membangun kampus di Lumajang dengan prodi khusus yang mempelajari tentang kebencanaan yang dimaksud," harapnya.
Selama ini, tambah dia, pemerintah selalu kewalahan saat terjadi bencana dikarenakan memang butuh persiapan yang matang, masyarakat juga perlu diberi edukasi yang tepat agar bisa lebih berhati-hati dan mengurangi korban bencana alam. "Alhamdulillah hari ini pemerintah Lumajang sudah membangun 2000 rumah relokasi dan saya ucapkan terima kasih atas bantuannya dari UIN Maliki Malang," ucapnya.
Dirjen Pendis Kemenag RI Prof. Dr. H. Muhammad Ali Ramdhani, ST., MT menilai kampus UIN Maki Malang sebagai smart kampus yang telah melakukan banyak terobosan. Kampus smart itu harus cepat dan gesit dalam menangkap peluang dan ini UIN Malang sudah melaksanakannya. "Saat ini keilmuan berbasis integrasi dinilai sangat relevan dan ini hanya ada di UIN Maliki Malang," paparnya.
Soal rencana hadirnya kampus UIN Maliki Malang jadi di Lumajang tentu diharapkan bisa memberikan warna baru, sehingga diharapkan bisa mengurai persoalan pengelolaan lingkungan yang berbasis agama dan ilmiah.
"Pengelolaan limbah pertanian dan juga fenomena alam di Lumajang dibutuhkan penanganan langsung dari akademisi khususnya UIN Maliki Malang," pungkasnya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Pengembangan Lembaga menjelaskan bahwa UIN Maliki Malang telah MoU dengan ITB dan juga perguruan tinggi ternama lainnya selain itu UIN Maliki Malang juga telah membangun sinergitas dengan PTKIN dalam upayanya mengembangkan lembaga ini menjadi yang terdepan. "Untuk itu, kamu ucapkan terima kasih atas supportnya dan semoga Apa yang diharapkan bisa segera terealisasikan sehingga manfaatnya segera dirasakan oleh masyarakat," harapnya.



