HUMAS-Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag mengundang perwakilan dari Fakultas, Program Pascasarjana dan PTIPD untuk membahas pembelajaran hybrid learning dan blanded learning melalui workshop Hybrid Learning (HL) dan International Cyber Learning Class (ICLC) selama tiga hari yang digelar di Hotel Klub Bunga Kota Batu. Kamis (11/8).
Dalam penerapannya, Prof. Umi tentu dengan berjalannya waktu pasti akan ada penyesuaian yang disesuaikan dengan kondisi dan kesiapan lembaga atau perguruan tinggi dan juga tempat tinggal para mahasiswa.
"Penerapan model hybrid learning sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan di perguruan tinggi serta kesiapan teknologi yang tersedia," paparnya.
Namun secara prinsip, kata dia, pembelajaran dengan sistem daring akan tetap dilaksanakan oleh kampus dengan dikombinasikan pertemuan tatap muka dengan model hybrid learning. "Soal durasi lamanya tatap muka perkuliahan disesuaikan kebijakan yang diambil oleh masing-masing perguruan tinggi," jelasnya.
Penerapan model hybrid learning masih perlu dirumuskan secara matang dan semoga workshop selama tiga hari ini peserta bisa fokus dan menghasilkan modul kurikulum pembelajaran HL dan ICLC sesuai harapan. "Sistem perkuliahan tentu sudah di atur bahwa Dikti meminta jika mengadakan perkuliahan model e learning porsinya hanya 40 persen saja dan yg 60 persen tatap muka," paparnya.
Panduan pembelajaran jarak jauh dan panduan internasional class program tentu akan menjadi bahasan utama dalam workshop kali ini dengan dua narasumber yang kompeten di bidang HL dan ICLC yaitu Ketua ICE Intitute UT Jakarta Prof. Dr. Paulina Pannen, M.Ls dan Prof. Dr. Dinn Wahyudin, M.Si UPI Bandung.
"Jadi ada dua target utama yang akan diselesaikan yaitu naskah PJJ ICLC dan panduan penyelenggaraan kelas internasional program," tegasnya.
Sementara itu, Ketua Senat UIN Malang Prof. Dr. Muhtadi Ridwan, M.Ag mendukung sepenuhnya proses pengembangan kurikulum berbasis hybrid learning dan internasional cyber learning class. Tentu hal ini sesuai dengan road map UIN Maliki Malang yang saat ini sudah di fase rekognition internasional sehingga apapun jenis pengembangannya harus bermuara pada pengembangan lembaga unggul bereputasi internasional. "Untuk mencapai rekognisi kuncinya satu yaitu peduli dan fokus," tegasnya



