HUMAS-Menyikapi instruksi Kementerian Agama RI akan pentingnya perguruan tinggi melakukan pengembangan kampus berbasis pesantren direspon positif oleh Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim. Senin (19/9).
Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA menuturkan bahwa masyarakat saat ini membutuhkan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan zaman dan mereka menilai kampus yang terintegrasi dengan pesantren ini sebagai jawabannya.
Melihat peluang itu, Institut Agama Islam Darullughah Wadda'wah (IAI DALWA) Bangil Pasuruan yang dipimpin Dr. Segaf Baharun, M.H.I mengajak UIN Maliki Malang untuk melakukan kerjasama baik di bidang pendidikan, pelatihan dan pengabdian kepada masyarakat, pengembangan SDM, pemagangan mahasiswa, pembinaan prodi S1, S2, S3, dan PPG. "Tidak hanya itu, kerjasama ini juga menyangkut soal penyelenggaraan kegiatan ilmiah juga," terangnya.
Rombongan UIN Maliki Malang kali ini disambut hangat oleh Direktur Pascasarjana IAI Dalwa, Dr. al-Habib Zainal Abidin, M.Pd. Mengawali sambutannya dalam acara FGD dengan tajuk Pengembangan kerjasama, akademik, riset dan SDM perguruan tinggi berbasis pesantren ini menyampaikan bahwa UIN Maliki Malang menjadi guru bagi IAI Dalwa yang selama ini telah banyak memberikan bimbingan dan arahannya. Sejak berdiri tahun 1991 Dalwah menjadi pesantren yang mengalami perkembangan yang sangat pesat. Pondok pesantren dengan penuh kesederhanaan ini memiliki semangat membangun anak bangsa berbasis pesantren dan mandiri. "IAI Dalwa memiliki koneksi yang sangat baik dengan UIN Maliki Malang untuk itu pendampingan pengembangan dari berbagai aspek sangat dibutuhkan," terangnya.
Sementara itu, Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA dalam paparan materinya menilai bahwa IAI Dalwa sudah memiliki kemandirian yang sangat kuat dengan ditopang berbagai macam anak usahanya untuk menopang perekonomiannya.
Dalwa sudah menyongsong masa depan yang jauh lebih maju dan mandiri tanpa menghilangkan budaya pesantrennya. "Ini kalau di PTN bisa dikatakan sebagai kampus berbadan hukum atau PTNBH," jelasnya.
Semua perguruan tinggi saat ini, kata Prof. Zain, harus cepat mengadopsi perkembangan teknologi di era globalisasi ini sama seperti banjir bandang yang tidak bisa dibendung. "Banyak hal yang dibawa tapi juga banyak memberikan manfaat juga bagi siapapun yang mau cermat dan jeli dalam mengambil hikmahnya," tegasnya.
Semoga, tambah dia, kerjasama yang dijalin ini bisa memberikan manfaat dan keberkahan bagi kedua belah pihak. "Saya senang sekali atas jalinan kerjasama ini, dan semoga UIN Maliki Malang juga bisa belajar membangun ekonomi mandiri menuju PTNBH, dan IAI Dalwa dalam upayanya beralih menjadi universitas bisa segera terwujud," pungkasnya



