HUMAS-Kegiatan bergengsi Internatonal Conference on University Community Engagement (ICON-UCE) 2022 kali ini dilaksanakan di IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang diagendakan akan berlangsung selama tiga hari dan berakhir hingga 26 Oktober 2022, Senin (24/10).
ICON-UCE 2022 tahun ini mengambil tema Post-Pandemic Resilience: From Islamic Higher Education to Social Transformation atau “Resiliensi Pasca Pandemi: Dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) untuk Transformasi Sosial”
Perhelatan ICON UCE dibuka langsung oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI Prof. Dr. Muhammad Ali Ramdhani, S.TP, M.T, Bapak Bupati Cirebon, Wali Kota Cirebon serta para aparat kepolisian dan unsur TNI juga turut hadir dalam pembukaan ICON UCE di kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon.
Rektor IAIN Syekh Nurjati selaku tuan rumah menyampaikan terimakasih kepada Menteri Agama RI yang telah memberikan kesempatan dan kepercayaan sepenuhnya atas perhelatan akbar ICON UCE di IAIN Syekh Nurjati. "Dan terimakasih pula kepada seluruh PTKIN yang turut hadir berpartisipasi mengikuti kegiatan ekspo pendiidkan, produk penelitian hingga kolaborasi hasil penelitian di ICON UCE ini," ucapnya saat menyambut perhelatan nasional ini.
Sementara itu, Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI Prof. Dr. Muhammad Ali Ramdhani, S.TP, M.T dalam sambutannya mengajak seluruh peserta yang hadir untuk sejenak mendokan keselamatan Dr. Swendi, M.Ag salah satu staf FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang tengah mengalami insiden kecelakaan di ruas Tol Cipali saat hendak menghadiri acara ICON UCE ini. "Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesembuhan kepada beliau dan mampu melewati masa kritisnya," doanya bersama.
Terlepas dari itu, Ali Ramdhani juga mengajak seluruh PTKIN untuk senantiasa saling berbagi dan melengkapi satu sama lain untuk bisa maju bersama mengembangkan PTKIN yang ada di seluruh Indonesia. "Aya maju bersama dan jangan sampai ada sekat pembatas antara satu sama lain, karena kekuatan itu berada di kebersamaan dan saling silaturahim seperti ini," kata dia saat membuka perhelatan ICON UCE.
Selain itu, dalam opening seremoni kali ini juga dilaksanakan lounching buku pengabdian dengan Tiga metode sekaligus yaitu metode PAR , ABCD, dan juga Learning sistem. "Semoga dengan diresmikannya buku ini akan semakin menebarkan manfaat seluas-luasnya kepada masyarakat khususnya para peneliti," paparnya.
Sementara itu, Rektor Syekh Nurjati Dr. H. Sumanta Hasyim, M.Ag menjelaskan bahwa perhelatan ICON UCE ke-4 tahun ini memiliki 12 sub tema yang berbeda diantaranya yaitu Perguruan Tinggi dalam Penguatan Ekonomi Masyarakat, Pendampingan dan Advokasi Anggaran Desa, Hemat Energi, Bank Sampah, dan Teknologi Terapan, Filantropi Islam dan Resiliensi Masyarakat, Peningkatan Kesehatan Masyarakat, Perguruan Tinggi dalam Tanggung Jawab Sosial, Pengabdian Masyarakat Berbasis Moderasi
Beragama, Pemanfaatan Sistem Informasi Manajemen (SIM) Pemberdayaan Masyarakat, Kreativitas dan Inovasi Pelayanan KKN, Kemitraan Penta-Helix PTKI dalam Pemberdayaan Masyarakat, Gender dan Anak dalam Perubahan Sosial. "Dan yang terakhir yaitu Best Practice Integrasi Tri Dharma PTKI," jelas Rektor IAIN Syekh Nurjati.
Saat ditanya soal target ICON UCE tahun ini, orang nomor satu ini menegaskan bahwa target utamanya yaitu sebagai ajang silaturahim antar PTKIN untuk memuat makalah (research based) terkait metodologi dan karya-karya pengabdian yang telah dan sedang diselenggarakan, juga dilakukan training metode pengabdian kepada masyarakat yang terfokus pada dua metode yaitu Participatory Action Research (PAR) dan Asset Based Community Development (ABCD).
Selain itu, tambah dia, juga ada ekspose dan diseminasi hasil karya pengabdian dan karya inovasi terbaik di lingkungan PTKI dengan berbagai stakeholder. "Nanti diakhir kegiatan juga akan ada pemberian penghargaan atas penyelenggaraan KKN terbaik, tokoh inspiratif pengabdian kepada masyarakat, dan juga program
PKM terbaik dilombakan dan diikuti oleh seluruh dosen dan peneliti di PTKIN seluruh Indonesia," pungkasnya.



