HUMAS-Perhelatan pembukaan The 21 th Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) 2022 yang diselenggarakan di Hotel Four Points Bali, Seraton mendapat sambutan hangat dari Gubernur Provinsi Bali, I Wayan Koster, MM. Selasa (1/11).
Dalam sambutannya, I Wayan Koster mendukung sepenuhnya perhelatan AICIS di Bali, ia menilai tajuk yang diusung AICIS 2022 kali ini selaras dengan visi dan pembangunan di Bali dalam menuju era baru. Selain itu juga sesuai dengan perhelatan konferensi tingkat tinggi atau KTT G20 di Bali. "Tema Presidensi G20 Indonesia 2022 "Recover Together, Recover Stronger" dan pasca pendemi ini Indonesia harus bangkit dan tumbuh lebih kuat," paparnya dalam sambutan pembukaan AICIS.
Melalui tema tersebut, kata dia, Indonesia ingin mengajak seluruh dunia untuk bahu-membahu, saling mendukung untuk pulih bersama serta tumbuh lebih kuat dan berkelanjutan.
Begitu juga dengan kondisi perekonomian di Bali ini, sejak pandemi melanda dunia, pertumbuhan ekonomi dan wisata menyusut drastis. Pasalnya 45 persen perekonomian di Bali bergantung pada pariwisata. "Covid membawa dampak terpuruknya perekonomian Bali hingga minus diangka 31 persen, dan sekarang Bali sdh kembali normal dan saya nyatakan sudah tidak ada covid lagi," paparnya.
Selain itu, kata I Wayan Koster, para pengunjung wisata domestik maupun manca negara untuk saling menghargai dan menghormati terhadap keaneka ragaman budaya yang ada di Bali. Jangan sampai ada pelecehan bahkan saling merusak budaya lokal yang ada. "Siapapun yang berkunjung ke Bali harus taat pada undang-undang, dan menghormati budaya Bali," pesannya.
Untuk itu, kata dia, dengan hadirnya perhelatan AICIS di Bali ini, para cendekiawan dari PTKIN se Indonesian bisa merumuskan dan menghadirkan kebijakan baru dalam moderasi beragama, sehingga sudah tidak ada lagi inklusifitas agama pada setiap pemeluknya. "Saya berharap Bali dapat menginspirasi peserta AICIS dalam konteks memperkaya rumusan yang dihasilkan melalui konferensi ini untuk menata masyarakat menuju era baru pasca Pandemi Covid 19 ini," pungkasnya.



