HUMAS-Selesai sudah perhelatan ajang bergengsi di Kementerian Agama RI yang biasa disebut dengan AICIS ke-21 di Bali ini. Di acara penutupan kali ini dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Agama Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si, Plt. PTKI Dirjen Pendis Prof. H, Syafi'i, M.Ag, stering comite AICIS Bali Prof. Dr. Musa Hadi serta para rektor, speakers, peneliti, dan partisipan perwakilan dari seluruh PTKI se-Indonesia, Kamis, (3/11).
Prof. Musa Hadi dalam laporan penutupannya menyampaikan bahwa AICIS di Lombok dan Bali tahun ini tidak lain untuk merespon terhadap perubahan yang terjadi. Transformasi digital dan era disrupsi saat ini memberikan dampak dan perubahan yang signifikan terhadap popa hidup di masyarakat, baik di sektor ekonomi, politik, pendidikan, bahkan yang menyangkut soal agama. "Untuk itu. AICIS ini digelar untuk merespon dan sekaligus untuk merumuskan dalam mensikapi perubahan tersebut agar tepat sasaran," jelasnya.
Posisi agama sangat penting dan memiliki dampak yang signifikan terhadap perubahan ini. Dalam konteks transformasi digital, para pakar yang hadir di AICIS telah intensif membahas persoalan ini sebagai bentuk respondensifitasnya terhadap perubahan-perubahan yang tengah terjadi di masyarakat. "Kecenderungan kedepan, masyarakat akan berbasis pengetahuan digital yang akan melahirkan perubahan dramatis khususnya persoalan pergeseran keahlian," ungkapnya.
Realitas yang ada, kata dia, dengan mudah masyarakat saat ini bisa menimba ilmu melalui media digital tanpa harus berada di lembaga formal. Untuk menjadi ahli agama masyarakat bisa mengakses pengetahuan dari mana saja dan tidak harus melalui lembaga formal yang ada. "Oleh karena itu, forum AICIS Bali ini telah menghasilkan rekomendasi penting bagaimana agama bisa menjadi peran penting dalam mewujudkan umat manusia dalam pri kedamaian," pungkasnya.



