DARI AICIS, R-20 HINGGA G20 UNTUK INDONESIA BANGKIT
Abadi Wijaya Rabu, 2 November 2022 . in Berita . 480 views

 

4605_rektor.jpg
KEHORMATAN: Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA saat menghadiri AICIS di Bali, Selasa (1/11).

HUMAS-Pelaksanaan AICIS, R.20, dan G.20 penuh spektakuler, ketiga ajang internasional yang dilaksanakan di Bali tersebut menyambut awal bulan November 2022. 21th Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) diselenggarakan oleh Ditjen Pendis Kementerian Agama RI yang berkangsung pada 1-4 November mengangkat tema Future Religion in G20. Sementara itu PBNU menyelenggarakan Religion Twenty (R.20) pada 2-3 November 2022 dengan mengangkat tema Revealing and Nurturing Religion as a Source of Global Solutions: A Global Movement for Shared Moral and Spiritual Values. 

Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. H.M Zainuddin, MA, mengutip dari Ketua Umum PBNU K.H. Yahya Cholil Staquf, menjelaskan bahwa forum yang sengaja digelar beriringan dengan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 itu, akan menghadirkan para pemimpin agama dunia dalam rangkaian menuju peringatan Satu Abad NU. "Sementara untuk pelaksanaan KTT G20 akan berlangsung pada 15-16 November 2022 dengan tema Recover Together, Recover Stronger," bebernya.

Pada acara R.20, kata Prof. Zainuddin, sejumlah pemimpin agama telah menyatakan kesediaan untuk hadir, mulai dari Sekretaris Jenderal Liga Muslim Dunia Syekh Mohammad bin Abdul Karim Al-Issa dan Presiden Dewan Kepausan untuk Dialog Antaragama Kardinal Miguel Angel Ayuso dari Vatikan. Rencananya akan hadir pula Sekretaris Jenderal World Evangelical Alliance Pendeta Thomas Schirrmacher dari Jerman, Pendiri India Foundation yang juga pemimpin Hindu Ram Madhav, Raja Kamboja Norodom Sihamoni, serta Dr Hamdan Mussalam Al-Mazrouei dari Abu Dhabi. 

4606_partisipan.jpg

Diselenggarakannya kegiatan-kegiatan internasional secara serempak di Indonesia ini memunculkan tanggapan kritis dari Guru Besar sekaligus Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA., terhadap upaya Indonesia eksis di kancah dunia melalui berbagai sektor. Ketika diwawancara perihal dampak yang didapatkan Indonesia sebagai tuan rumah atas penyelenggaraan forum G.20, beliau menjawab bahwa manfaatnya sangat luas mulai dari perkembangan ekonomi global, potensi, risiko, serta kebijakan ekonomi yang diterapkan negara lain terutama negara maju. 

“Indonesia satu langkah lebih awal dalam mendapatkan informasi terhadap perkembangan ekonomi global dari negara-negara maju untuk kemudian dapat diimplementasikan dengan porsi yang sesuai dan tepat dengan kondisi negara kita ini,” jelas beliau.

Prof. Zainuddin juga menuturkan bahwa untuk menghadapi kemajuan ekonomi global di Indonesia tak cukup hanya melihat wilayah Asia, namun juga seluruh dunia melalui empat rumusan program jangka panjang. Pertama, kesiapan Indonesia menghadapi era globalisasi, MEA dan penyuksesan program Sustainable Development Goals (SDGs); kedua, pemanfaatan bonus demografi dalam mempersiapkan Indonesia emas 2045; ketiga, pemahaman wawasan kebangsaan dan kenegaraan di era global; keempat, memiliki paradigma baru dalam memperkokoh NKRI. 

“Saat ini juga banyak persoalan yang lebih besar, seperti kepekaaan terhadap permasalahan sosial dan HAM. Hal ini juga menjadi isu yang harus segera mendapatkan solusi. Oleh sebab itu, banyaknya kegiatan internasional di bulan November ini saya juga berharap bahwa kita semua mendapatkan pandangan baru untuk menyelesaikan kesenjangan yang ada di Indonesia,” tambahnya.

AICIS, R20 dan G20 yang sedang dan akan dihelat di Bali ini merupakan ide dan prakarsa besar yang perlu diapresiasi. Oleh sebab itu Prof. Zainuddin sebagai akademisi pun turut mengapresiasi peran aktif Indonesia dalam seluruh rangkaian kegiatan yang dilaksanakan di Bali tersebut. Beliau juga memaparkan argumen positifnya terhadap empat isu besar SDGs meliputi kemiskinan, pendidikan, kesehatan, dan lingkungan yang dapat dirancang dan digarap dengan maksimal untuk meingkatkan kehidupan bangsa Indonesia. "Semoga AICIS, R20, dan G20 ini bisa memberikan kontribusi positif untuk kita emua dan umumnya masyarakat di seluh dunia," harapnya. (Fer/*)

 

(Ajay)


Berita Terkait


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up