HUMAS-Pembukaan Program Persiapan Studi Lanjut (PPSL) S-2 luar negeri yang diselenggarakan oleh Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Ditjen Pendis Kemenag RI serentak dilaksanakan di 16 PTKIN terpilih seluruh Indonesia, salah satunya UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di bawah monitoring Pusat Pengembangan Bahasa UIN Maliki Malang, Rabu (9/11).
Program PPSL dibuka langsung oleh Dirjen Pendis Kemenag RI Prof. Dr. Ali Ramdhani secara daring via zoom yang diikuti oleh peserta dari 16 instansi PTKIN terpilih. Sebelum itu, Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA berkesempatan memberikan sambutan di hadapan 12 calon mahasiswa S2. Rektor menghimbau agar mahasiswa S2 yang studi lanjut di luar negeri agar senantiasa berpegang teguh pada nilai-nilai ideologi kebhinekaan yang termaktub dalam UUD 1945. “Hal ini penting saya sampaikan agar siapapun bisa memiliki rambu-rambu dalam mensikapi ideologi dari luar negeri,” tegasnya.
Pesan selanjutnya, Prof. Zain meminta agar saat studi di luar negeri para mahasiswa bisa belajar disiplin keilmuannya lebih banyak. Akan tetapi, harus tetap berpegang teguh pada ideologi yang ada di Indonesia yaitu moderat dan rahmatan lil alamiin. “Jangan sampai pulang memiliki ideologi ekstrim seperti wahabi,” tegasnya.
Ciri moderat itu, kata dia, memiliki toleransi yang kuat dan tidak melakukan Tindakan kekerasan yang merugikan orang lain dan menghargai tradisi local yang ada. “jangan sampai pulang kampung semua tradisi di bid’ahkan dan ini akan menjadi kontra produktif,” pesannya.
Meski menggali ilmu di luar negeri, mahasiswa Indonesia harus tetap cinta terhadap negara NKRI. Hubbul wathon minal iman karena ini sudah final dan tidak ada lagi idoelogi yang baru untuk menggantikannya.
Moderasi beragama menjadi salah satu program pemerintah yaitu Rencana Program Jangka Menegah Pemerintah (RPJM). Selain itu juga persolan revulusi mental juga menjadi bagian dari RPJMP yang di dalamnya ada nilai religius. “Jika itu dilakukan maka Indonesia akan tetap aman dan menjadi percontohan dari bangsa lain. “Orang Barat, seperti Jerman, Belanda, Eropa, dan Amerika banyak yang belajar ke Indonesia dengan berbagai suku, ras agama dan bahasa bisa bersatu tidak ada konflik yang terjadi sperti negara Timur Tengah,” paparnya.
Indonesa, tambah dia, sekarang tengah menjadi percontohan harmonisme kebangsaan dan bernegara yang disatukan oleh Pancasila, UUD, dan bhineka tunggal ika dan NKRI itu yg menyatukan Indonesia dari Sabang sampai Merauke bersatu di bawah NKRI. “Itu yang menjadi best practice oleh kalangan orang barat,” ungkapnya tegsa.
Jikapun ada konflik di Indonesia yang berbasis pada unsur sara, itu masih bisa dikendalikan oleh pemerintah dan tokoh agama. Untuk itu, peran tokoh agama memang sangat penting hubungannya dengan persoalan kerukunan. “Dan alhamdulilah sampai saat ini semua bisa berjalan dengan baik penuh harmonis,” bebernya.
Semoga, tambah dia, proses studi S2 di luar negeri ini diberi kelancaran dan pulang membawa titel magister luar negeri dan meraih prestasi kumlot,” doanya mengakhiri sambutannya.
Sementara itu, Ketua Pusat Bahasa UIN Maliki Malang Prof. Dr. H. M. Abdul Hamid menjelaskan para peserta PPSL 2022 ini selama tiga bulan akan mengikuti program pelatihan Bahasa asing yang dalam hal ini difokuskan pada Bahasa Arab. “Jadi program persiapan PPSL ini dijadwalkan akan berlangsung selama tiga bulan dan mereka semua akan tinggal di ma’had,” ujarnya.



