HUMAS - UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyalurkan mahasiswanya ke berbagai wilayah di Kabupaten Malang dalam program KKM (Kuliah Kerja Mahasiswa). Tema pengabdian kali ini "Membangun Desa Berkelanjutan" dengan harapan mahasiswa bukan hanya sekedar teoretis namun juga praktik langsung di masyarakat.
Salah satu pengabdian KKM reguler tersebut, yakni kelompok 157 dengan total 15 mahasiswa yang berlokasi di Desa Tawangrejeni Turen. Program KKM tersebut resmi di buka pada Senin (19/12).
Bapak Riyanto selaku kepala desa pada Selasa (20/12), menyampaikan bahwa Tawangrejeni merupakan akronim dari "Tawang seng rejone ngijeni" atau dalam Bahasa Indonesia bermakna tawang yang ramai sekali.
Asal muasal penamaan tersebut karena dahulu terdapat pohon tawang yang sangat besar. Kemudian oleh masyarakat sekitar ditebang dan dijadikan sebagai tempat untuk berkumpul. Ramainya orang yang datang ke tempat tersebut melahirkan kata "Tawangrejeni".
Kepala Desa Tawangrejeni mengatakan bahwa mayoritas masyarakat di daerah tersebut bermatapencaharian sebagai petani. Masyarakat juga dinilai memiliki ilmu agama yang baik ditandai dengan 25 TPQ yang telah terdaftar. "Harapannya kalian (mahasiswa KKM) dapat berbagi ilmu dari kampus dan menularkan pada masyarakat," imbuhnya.
Rencananya kelompok KKM 157 Tawangrejeni mengadakan program mengajar TPQ, One Day one Juz , Bimbingan Belajar, serta ikut andil dalam kegiatan masyarakat baik di sektor keagamaan, perekonomian, maupun pendidikan yang berlangsung hingga 22 Januari 2023. (lfz/acg)
Pewarta : Latifatuz Zahro
Editor : Adam Chesar Gunawan



