HUMAS UIN MALANG-Lagi, Prof .Dr Achmad Sani Supriyanto, SE, M.Si Kembali di undang menjadi pembicara utama dalam kegiatan Webinar Penulisan Artikel Jurnal Bereputasi Kajian Keislaman yang digelar oleh UIN Sunan Gunung Djati Bandung secara daring, Rabu, (14/12).
Kegiatan yang diikuti oleh civitas akademika Pascasarjana baik dari unsur Dosen dan Mahasiswa S2 dan S3, sejumlah 133 peserta ini berlangsung selama tiga jam. Wakil Direktur Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dr. H. Ahmad Ridwan, MA menyambut hangat kegiatan penting yang dinilai akan menunjang akreditasi dan meningkatkan mutu penulisan jurnal bagi sivitas akademika UIN Sunan Gunung Djati. “Selain itu publikasi juga akan sangat penting yang nantinya akan menjadi penilaian yang utama dalam penilaian Akreditasi Prodi, Akreditasi Universitas dan Pemeringkatan Internasional (World University Rangking),” paparnya.
Sementara itu, Prof .Dr Achmad Sani Supriyanto, SE, M.Si, dalam paparan materinya menekankan pentingnya para dosen dan mahasiswa untuk mempublikasikan hasil penelitian berupa artikel di jurnal bereputasi. Sebagai dosen wajib publikasi, selain karena tuntukan profesinya, yaitu adanya kewajiban khusus sebagai Lektor, Lektor Kepala dan Guru Besar agar tunjangan sertifikasi dosennya bisa dicairkan, maka ada kewajiban untuk publikasi.
“Selain itu dengan banyak nya artikel yang di publikasikan akan banyak di baca orang lain, bahkan menginspirasi serta akan disitasi atau dikutip. Untuk itu perlu adanya kemampuan dan ketrampilan teknis menulis yang baik, yang harus dimiliki, agar artikel tersebut layak untuk di publikasikan,” jelasnya.
Masih menurut Prof Sani, agar artikel nya layak untuk di terima dan dipublikasikan maka ada hal yang penting harus diketahui para dosen dan mahasiswa, setidaknya dalam menulis artikel perlu di pelajari template serta gaya selingkungnya, termasuk scoupe jurnalnya. Juga menggunakan aplikasi seperti zootero atau mendeley atau lainnya, untuk menuliskan referensi atau daftar pustaka. “Refernsi hendaknya sekitar 75% nya harus dikutip dari jurnal bereputasi, serta 20% terbitan terbaru,” saran Prof. Sani.
Selain itu, tambah dia, perlu juga memahami karakteristik jurnal, apakah berkatagori jurnal discountnued, jurnal predator, maupun jurnal hijecked. Karakteristik jurnal berkategori seperti itu diantaranya adalah jumlah terbitannya setiap tahun semakin banyak, proses review yang diragukan dan publis cepat 1-2 bulan, serta berbayar mahal. Untuk mengetahui jurnal yang bereputasi maka bisa di lihat di Scimago journal, atau di author scopus.
“Semoga para dosen dapat mempublikasikan artikelnya di jurnal yang benar-benar bereputasi, sehingga pengurusan kepangkatan ke Lektor Kepala dan Guru Besar berjalan lancar,” harap Prof Sani. (san22/*)



