RUCHMAN BASHORI MINTA PARA DOSEN JADI PELOPOR GERAKAN MODERASI BERAGAMA
Abadi Wijaya Senin, 12 Desember 2022 . in Berita . 509 views

 

4844_ruch.jpg

HUMAS UIN MALANG-Kepala Subdirektorat Ketenagaan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Ruchman Bashori, M.Ag hadir di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang untuk menutup kegiatan penguatan Moderasi Beragama (MB) di hadapan 41 peserta pelatihan moderasi, Senin (12/12).

Ruchman dalam arahannya meminta kepada seluruh peserta agar hasil pelatihan penguatan moderasi beragama bisa dipraktekkan secara masif. "Saya minta tolong hasil pelatihan MB ini digunakan dengan baik untuk melakukan perubahan," pintanya.

4843_bashori.jpg

Ruchman menyampaikan, dosen harus bisa menjadi pelopor dan penggerak bagi gerakan moderasi ini. Pemerintah pusat melalui kementerian agama telah menggelontorkan biaya yang tidak sedikit demi terwujudnya ideologi yang suci dan mampu memberikan warna yang toleran. "Pemerintah telah menyiapkan biaya 648 M untuk kegiatan nasional ini," jelasnya.

Bagi para dosen yang sudah mengikuti pelatihan MB seyogyanya bisa memberikan pendampingan sekaligus narasumber untuk menyebarkan idelogi penguatan moderasi beragama. "Bapak Ibu harus mampu menjadi yang terdepan dalam menanggulangi kelompok intoleran dan radikal," pintanya kepada seluruh peserta MB.

4842_ruchman.jpg

Selain itu, sambungnya, selain memiliki kewajiban menjalankan tridharma nya, jangan lupa agar pergerakan peribadatan mahasiswanya terus di awasi agar jangan sampai salah dalam memilih guru dalam belajar ilmu agamanya. "Awasi anak didiknya dalam mempelajari ilmu agama," pesannya.

Alumni IAIN Walisongo itu juga menghimbau agar seluruh dosen di perguruan tinggi agar bijak dalam bermedia sosial. Pasalnya, seoarang dosen harus bijak dalam menyampaikan kata hikmah yang bisa dikonsumsi oleh mahasiswanya sebagai generasi milenial saat ini. "Karena generasi milenial saat ini sangat dekat dengan medsos baik IG, FB, Tweeter, WA, maupun Youtube," paparnya.

Permasalahan mendasar negara saat ini yaitu munculnya kelompok khilafah yang intoleran dan radikal. Kelompok ini bersumber dari Abdurahman ibnu Muljam yang dalam sejarah tega membunuh Sayyidina Ali dengan sangat keji. "Sekarang generasinya sudah menyebar melalui medsos," terangnya.

Ruchman berpesan, para dosen bisa menjadi pelopor dalam mengonter kelompok radikal. Jangan ada satupun kelompok yang menyerukan negara khilafah di NKRI ini.

"Kelompok ini selalu merasa paling Islam dan beriman seperti kelompok Abdurrahman ibnu Muljam pembunuh Ali," tukasnya.

Hal senada juga di sampaikan Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag agar para dosen UIN Maliki Malang yang telah mengikuti pelatihan penguatan moderasi beragama bisa melakukan gerakan secara masif minimal dimulai dari diri sendiri dan lingkungan sekitarnya. "Jadilah penggerak dalam menyebarkan moderasi beragama di masyarakat," pintanya.

(Ajay)


Berita Terkait


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up