HUMAS UIN MALANG - Rombongan persemakmuran 9 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) eks IAIN Sunan Ampel Surabaya melakukan kunjungan ke lokasi sirkuit Mandalika di Lombok pagi ini. Para peserta diajak langsung untuk melihat kondisi sirkuit Mandalika dari bukit Jokowi. Kunjungan ini dilakukan pada Sabtu (10/6/2023).
Setelah mengunjungi sirkuit, rombongan langsung melanjutkan perjalanan menuju Desa Adat Sade di Rembitan, Lombok. Lokasinya tidak terlalu jauh dari pusat sirkuit yang menjadi andalan Indonesia.
Perjalanan dari Mandalika menuju Desa Adat Sade hanya ditempuh dalam waktu 20 menit. Penduduk lokal yang ramah membuat para wisatawan merasa nyaman berada di lokasi adat asli Lombok tersebut.
Setelah turun dari bus, rombongan yang terdiri dari para rektor, wakil rektor, kepala biro, dan direktur Pascasarjana disambut dengan tarian asli suku Sasak. Tarian ini dikenal dengan sebutan Tari Gendang Beleq, salah satu budaya yang tetap dilestarikan di provinsi Lombok.
Tari Gendang Beleq adalah tari tradisional adat Sasak di Pulau Lombok. Tarian ini memiliki ciri khas karena penari sambil memukul gendang. Bagi masyarakat asli Lombok, tarian ini memiliki arti penting dan dianggap sebagai bagian tak terpisahkan dalam kehidupan suku Sasak, terutama saat upacara sakral dan pernikahan.
Pada zaman dahulu, tarian ini dipercaya dapat meningkatkan kepercayaan diri para prajurit, dan biasanya hanya ditampilkan oleh penari pria dengan kostum sederhana.
Saat ini, Tari Gendang Beleq tidak lagi digunakan untuk keperluan peperangan, melainkan lebih sering dipertunjukkan untuk menyambut tamu spesial yang datang ke wisata desa adat Sade.
Kunjungan rombongan dari persemakmuran 9 PTKIN eks IAIN Sunan Ampel Surabaya ini memberikan apresiasi terhadap keberagaman budaya di Indonesia, serta meningkatkan pemahaman dan hubungan antarperguruan tinggi keagamaan Islam Negeri



