HUMAS UIN MALANG – Di antara ratusan wajah yang berseri di acara Yudisium Periode Juni tahun 2023 (21/7). Syafiyatul Maf’udah, mahasiswi S1 Program Studi Pendidikan Bahasa Arab meraih IPK tertinggi dengan jumlah IPK 3,97 dan masa studi yang ditempuh selama 3 tahun 5 bulan.
Meraih IPK tinggi, ia menceritakan alasan memilih Prodi PBA di UIN Malang. Salah satunya, karena adanya keinginan meneruskan kemampuan bahasanya saat di pesantren dulu dengan dukungan dan doa restu kedua orang tua serta gurunya. “Menjadi seorang ahli di dalam bahasa Arab dan tak lupa dengan adanya restu dan Ridho dari kedua orang tua dan juga guru yang ada di pesantren,” Ujar perempuan dengan segudang prestasi itu. “Saya biasanya membagi waktu sesuai porsinya saja dan hasilnya itu lebih maksimal,” Lanjutnya.
Menurutnya, kesuksesan seorang itu ketika kita melihat saat kondisi susah atau tidaknya kehidupan. Padahal, di balik dari kesuksesan ini ada nilai yang bisa dipelajari, yaitu proses atau perjuangan yang harus dikorbankan. “Sukses itu tidak sekedar ketika sudah senang di ujung hasilnya, tapi banyak itu banyak nangisnya karena banyak perjuangannya, banyak hal hal yang harus dikorbankan,” Jelasnya.
Ia juga berpesan kepada adik-adik mahasiswa FITK, khususnya PBA, dalam perkuliahan itu kita mencari pengalaman dan kesempatan sebanyak mungkin karena menurutnya, pengalaman itu bisa jadi tidak dijumpai lagi ketika S2 ataupun S3, dan tidak lupa untuk tetap mempertahankan prestasi yang telah diukirnya. “Kalau bisa, carilah pengalaman sebanyak-banyaknya karena pengalaman itu tidak akan terulang seperti ketika di S1 dan tetap pertahankan terus, kalau bisa lebih ditingkatkan. semangat jangan segan segan untuk bertanya kepada kami,” Ungkap perempuan asal Jombang itu,” Nasihatnya sambal tersenyum.
Dekan FITK UIN Malang, Nur Ali beserta jajarannya mengapresiasi prestasi Syafiya dan berharap agar prestasi ini dapat ditiru oleh mahasiswa lain agar lebih semangat dan terpacu untuk lebih baik. "Saya bangga atas capaian Syafiya, IPK tertinggi se-fakultas. Semoga, prestasinya dapat menjadi umpan bagi mahasiswa yang lain terpancing untuk lebih baik lagi, agar tradisi baik ini tetap dipertahankan,” Harap beliau.
“Jika engkau ingin agar Allah tetap memberikan hal yang engkau sukai, maka gigihlah dalam mengerjakan apa pun yang Allah sukai.”
Reporter: Sulthan Fathani Elsyam
Editor: Edy Hyto



