HUMAS UIN MALANG-Kuliah Kerja Nyata Moderasi Beragama (KKN MB) Tingkat Nasional tahun 2023 di Kab. Tana Toraja resmi ditutup oleh Kasubdit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Kemenag RI didampingi Rektor IAIN Parepare, “Alhamdulillah kegiatan KKN MB tingkat Nasional ini sudah berakhir. Tujuan utama meningkatkan penanaman sikap moderasi beragama yang berada di Kab. Tana Toraja sudah tercapai dengan baik. Banyak hasil kegiatan KKN yang bisa dinikmati masyarakat, termasuk aplikasi wisata di kawasan Tana Toraja bisa dimanfaatkan oleh pemerintah daerah dan masyarakat umum” jelas Muhammad Aziz Hakim bersemangat. Pria tampan ini juga menjelaskan bahwa kegiatan KKN ini mampu menghapus stigma negatif di tengah masyarakat bahwa Islam bukan agama keras dan kaku yang selama ini dipahami, akan tetapi Islam agama yang membawa kedamaian bagi semua manusia. Kegiatan penutupan ini diawali expo hasil KKN selama 45 hari dan tampilan musik daerah yang dilaksanakan di Taman Moderasi IAIN Parepare pada hari Sabtu Malam (26/8/2023).
“Alhamdulillah, secara keseluruhan kegiatan KKN ini sukses. Apresisasi masyarakat sangat tinggi, terbukti mereka memberikan dukungan penuh dan berbaur dengan mahasiswa setiap kegiatan KKN. Dukungan ini tidak hanya dalam bentuk moral, tapi dalam bentuk menyiapkan tempat posko, sayur mayur, dan beras secara gratis untuk kebutuhan peserta selama melaksanakan kegiatan KKN. Bahkan ada yang membagi-bagi uang dan kue khas Tana Toraja untuk dibawa pulang mahasiswa ke kampung halaman. Mereka berharap agar tahun depan mahasiswa kembali lagi melaksanakan KKN di Tana Toraja” jelas Prof. Hannani, Rektor IAIN Parepare.
Pria bersahaja ini juga menjelaskan bahwa kegiatan KKN ini diikuti sekitar 350 mahasiswa dari 54 Perguruan Tinggi di Indonesia. Pesertanya dari kampus Islam, Kristen, dan Hindu. Tuan rumah kegiatan ini adalah IAIN Parepare. Kegiatan dimulai tanggal 16 Juli sampai 26 Agustus 2023. Tujuan diselenggarakan KKN Moderasi Beragama ini agar para mahasiswa dapat menumbuhkan rasa saling menghormati dan menghargai antar sesama meskipun berbeda latar belakang, yang terbalut dalam tema “Harmoni dalam Keragaman”.
Sukses kegiatan KKN ini juga diperkuat hasil wawancara dengan empat mahasiswa UIN Malang dan beberapa peserta KKN dari kampus lain dalam obrolan santai di tengah acara kegiatan expo dan penutupan KKN, “Alhamdulillah kegiatan KKN di lokasi kami berjalan lancar, karena kegiatan sering melibatkan tokoh adat dan pemuda Kristen. Diantara kegiatannya dalam bentuk pelatihan membuat briket sekam padi, camp bahasa, pelatihan aplikasi Canva, dan kegiatan yang bersifat sosial”ucap Sapta Bagus Virganata mahasiswa Tadris Matematika. Ia berada di posko 2 Desa Lemo Kec. Makale Utara Kab. Tana Toraja.
“Alhamdulillah kegiatan KKN di lokasi kami juga berjalan lancar. Kami sering diajak ikut membantu kegiatan di masyarakat, diantaranya pengajian rutin Jema’at Kristen, Rambu Solo upacara pemakaman adat, pelatihan MC, kegiatan sosial bersama pemuda Gereja. Kami seperti saudara, tidak ada sekat. Ketika berpamitan pulang kami semua menangis, terharu seperti tidak mau pisah. Bahkan kami diberi hadiah sarung tenun suku Tator, slayer, kerajinan tangan dan kue khas Tana Toraja. Sungguh pengalaman yang tidak akan terlupakan dalam hidup” ujar Nevin Nismah, Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Arab. Ia berada di posko 9, terletak di kelurahan Talion Kecamatan Rembon Kabupaten Tana Toraja.
“Kegiatan di posko kami, diantaranya mengajar di sekolah Kristen, berkolaborasi dengan pemuda gereja dalam bentuk membersihkan Masjid dan Gereja secara bersama-sama, membantu kegiatan Rambu Tuka’ pesta pernikahan adat Toraja, pembuatan Pa’piong kue khas Toraja” ucap Muhammad Suryadi Syarifullah, mahasiswa Kimia yang ditempatkan di posko 7 Lembang Rante Dada, Kec. Mengkendek Kab. Tana Toraja. Ia menjelaskan bahwa masyarakat Tana Toraja kuat dalam memegang prinsip dan budayanya, memiliki toleransi tinggi, dan saling menghargai perbedaan yang ada. Mereka kuat dalam memegang semboyan Toraja "Misa kada di potuo, pantan kada di pomate" artinya satu kata dalam hidup, meski kita berbeda. Semboyan tersebut selaras dengan “Bhineka Tunggal Ika” berbeda-beda tetap satu jua.
Setelah penutupan KKN, rombongan UIN Malang bersama beberapa peserta KKN dari kampus lain melanjutkan perjalanan ke Makassar untuk ziyarah ke makam Sultan Hasanuddin, Sultan Alauddin, Syeh Yusuf, dan Pangeran Diponegoro. Kemudian dilanjut ke masjid 99 Kubah di Pantai Losari Makassar.
Bravo KKN Moderasi Beragama di Tana Toraja. Bravo IAIN Parepare. I Love Habibi – Ainun. “Selamat Datang KKN Moderasi Beragama Tahun 2024”.
Kontributor: Syaiful Mustofa (Kapus PKM UIN Malang)



