HUMAS UIN MALANG-Secara nasional, Kementerian Agama RI tahun ini kembali menggelar kegiatan short course Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP) tahun 2023 yang diikuti oleh 19 PTKIN sebagai Perguruan Tinggi Penyelenggara (PTP), salah satunya PTP UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Selasa (15/8/2023).
Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam - Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Prof. Dr. A. Zainul Hamdi, M.Ag dalam sambutannya menyampaikan bahwa sertifikasi dosen menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memberikan kualifikasi profesional kepada para pendidik ataupun dosen. Melalui PKDP ini diharapkan bisa meningkatkan mutu SDM dan profesionalisme dosen dalam menjalankan Tridharma perguruan tinggi. "Tidak hanya itu saja, short course ini diharapkan bisa meningkatkan komitmen dan pemahaman para dosen terhadap nilai keagamaan dan moderasi beragama dalam bernegara," harapnya.
Semua dosen perguruan tinggi keagamaan (PTK) yang ada di bawah Kementerian Agama harus mengikuti kegiatan PKDP secara berkala ini, dan Alhamdulillah peserta PKDP tahun ini ada peningkatan menjadi 2500 peserta. "Tahun lalu total peserta PKDP hanya 1700 orang dan tahun ini ada peningkatan 800 peserta," bebernya.
Tahun ini, ada 1.600 dosen PTKIS, 600 PTKIN, dan 300 dari perguruan tinggi non muslim, kegiatan ini diinisiasi atas kerjasama Dirjen Pendis dengan litbang dan pusdiklat Kemenag. "Kegiatan ini akan berlangsung selama 60 hari ke depan dengan pola in service course," paparnya.
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Agama RI (Dirjen Diktis Kemenag RI) Prof. Dr. H. Ali Ramdhani, S.TP., MT juga menegaskan short course PKDP tahun 2023 sesungguhnya dalam upaya mengokohkan perguruan tinggi yang memiliki integritas yang selaras dengan norma kehidupan. "Dasar integritas itu sendiri pangkalnya ada pada nilai kejujuran sebagai ujung dari segalanya," bebernya.
Selain itu, dosen profesional itu harus disiplin waktu dan selalu melakukan inovasi dan mengkolaborasikan ilmu yang dimilikinya dengan disiplin keilmuan lainnya. "Oleh sebab itu, dosen tidak boleh takut berinovasi, karena inovasi itu tidak harus menemukan sesuatu yang baru tapi bisa juga mengkolaborasikan hasil penelitian yang sudah ada," paparnya.



