HUMAS UIN MALANG-Sebanyak 25 mahasiswa luar negeri mengikuti Pengenalan Budaya Akademik dan Kehamahasiswa (PBAK) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim. Mahasiswa asing tersebut belum termasuk bagian dari 4.152 mahasiswa baru peserta PBAK tahun ini, Kamis (21/9/2023).
Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA patut berbangga karena tahun ini ada 25 mahasiswa asing dari 17 negara yang memilih kuliah di UIN Malang, di antaranya dari Aljazair, Mesir, Sudan, Yaman, Tajikistan, Afghanistan, Gambia, Libya, Kamboja, Pakistan, China, dan juga Libanon dan beberapa negara lainnya.
“Ini menjadi kebanggaan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang bukan hanya dikenal di Nusantara saja, namun juga dikenal di seantero jagat ini. Saya menyampaikan terima kasih kepada orang tua mahasiswa yang telah memilih UIN Malang sebagai tempat melanjutkan pendidikan bagi generasi bangsa ini,” ujarnya di sela-sela kegiatan PBAK.
Rektor menyebutkan, PBAK ini digelar untuk memperkaya wawasan, menumbuhkan kebanggaan sebagai warga kampus di UIN Malang, juga menjadi pelopor edukasi terbaik yang berbasis integrasi sains dan ilmu agama bagi mahasiswa asing.
Selanjutnya, tambah beliau, 25 mahasiswa asing ini diharuskan mengikuti program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) agar sebelum mengikuti kegiatan perkuliahan para mahasiswa asing memahami culture dan juga wawasan akademik di kampus ini dengan baik. “Jadi diharapkan dengan adanya BIPA ini mereka akan dilatih kelancarannya dalam berkomunikasi Bahasa Indonesia dan diharapkan bisa membantu para mahasiswa asing untuk menguasai Bahasa Indonesia dengan baik,” tegasnya.
Sementara itu, guna memberikan kemudahan akses layanan izin tinggal kepada mahasiswa asing, UIN Malang mengundang Ajeng Larasati, S.S., M.Si dari dinas Kantor Imigrasi Kelas I TPI Malang, dan juga empat pemateri lainnya yaitu Prakuta Wijaya, S.E, Akhmad Shofi'i, SS., M.Pd.I, Arofiatis Sa’diyah, M.Pd, dan juga Dr. Dewi Chamidah, M.Pd.



