HUMAS UIN Malang — Kado terindah bagi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang, kali ini Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) kembali menyumbangkan tiga Guru Besar. Ketiganya yakni, Prof. Dr. Hj. Like Raskova Octaberlina, M.Ed, Prof. Dr. Mohammad Samsul Ulum, MA, dan Prof. Dr. H. Sugeng Listyo Prabowo, M.Pd. Sidang Terbuka Senat Akademik UIN Malang berlangsung khidmat di Aula Lantai 5 Rektorat UIN Malang, Rabu (11/10).
Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA., selaku Rektor UIN Malang mengucapkan selamat kepada para guru besar yang dikukuhkan dan berpesan agar mereka yang dikukuhkan bisa terus mengabdi di UIN Malang. “Alhamdulillah, sekaligus bangga dan senang, selamat atas diperolehnya jabatan akademik tertinggi bagi ketiga profesor terlantik, semoga dapat terus mengabdi untuk UIN Malang menyelaraskan tugas, pokok dan fungsi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berkelanjutan,” ujarnya.
Senada dengan Rektor, Ketua Senat UIN Malang, Prof. Ahmad Muhtadi Ridwan, M.Pd., bahagia atas pengukuhan ketiga guru besar baru yang sekaligus menjadi kado di HUT ke-62 kampus UIN Malang. "Saya ucapkan selamat kepada Prof Like, Prof Samsul, Prof Sugeng, Ini kado yang luar biasa, karena bertepatan dengan hari lahir kampus tercinta, kita bisa mengukuhkan 5 GB pada bulan ini lahirnya almamater kita, dan semoga dengan adanya temuan dari para Guru Besar kita, dapat memberikan sumbangsih penguatan pengembangan kampus UIN Malang." ungkapnya bahagia.
Ketiga guru besar yang dikukuhkan atas kontribusi di bidang ilmu masing-masing Prof. Dr. Hj. Like Raskova Octaberlina, M.Ed dalam Bidang Ilmu Pendidikan Bahasa Inggris dengan judul pidato inauguruasi “UIN Maliki Menuju World Class University: Sebuah Rancangan Atau Hanya Angan-Angan?.”
Beliau menerangkan dalam mewujudkan World Class University, kerjasama dan persaingan dengan dunia Internasional tidak dapat dihindari, maka peran bahasa asing (dalam hal ini Bahasa Inggris) merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi dalam mewujudkan World Class University. "Seperti yang diketahui bahwa program penguasaan Bahasa Inggris belum dilakukan secara menyeluruh, tersistem dan berkesinambungan. Kalaupun diselenggarakan pembelajaran bahasa Inggris bagi mahasiswa, dosen dan karyawan, hal ini hanya dilakukan dalam jangka waktu yang pendek dan tidak berlanjut ke tingkatan berikutnya," terangnya.
Kedua, Prof. Samsul Ulum dengan judul “Reorentasi Pembelajaran Bahasa Arab melalui Kosa Kata Dasar di Madrasah Ibtidaiyah”. Prof. Samsul Ulum menunjukkan, bahwa arah pengembangan Pembelajaran bahasa Arab menggunakan kosakata al Qur’an dengan teknis tertentu dapat meningkatkan penguasaan siswa terhadap kosakata bahasa Arab. “Bahwa Pembelajaran kosakata bahasa Arab dengan menggunakan bahan ajar yang disertai Lembar Kerja Siswa sangat membantu belajar siswa, karena berdampak pada efektifitas proses pembelajaran. menarik dan mudah. dapat meningkatkan motivasi siswa dalam menguasai kosakata bahasa Arab,” paparnya.
Ketiga, Prof. Sugeng dengan judul “Kualitas Produk atau Keberlanjutan (Sustainable); Mengidentifikasi Kemampuan Sistem Manajemen Perguruan Tinggi Keagamaan Islam dalam Menjaga Keberlanjutan.”
“Untuk itu PTKI harus memiliki kemampuan dan senantiasa menganalisis faktor-faktor yang dapat mempengaruhi keberlanjutan, seperti faktor eksternal,” ungkapnya.
Di pengujung acara, Ketua Tanfidziyah PWNU Jatim, Dr. KH. Marzuki Mustamar menutup kegiatan dengan do’a agar pencapaian ini diberkahi oleh Allah SWT. Terakhir, para Guru Besar mempersembahkan rangkaian bunga untuk keluarga dan kerabatnya dengan penuh haru dan bangga.
Reporter: Sulthan Fathani Elsyam
Fotografer: Mukhammad Iskandar Amrulloh
Editor: Edy Hyto



