HUMAS UIN MALANG-Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang terus mengukuhkan dirinya sebagai kampus unggul berstandar internasional dengan penambahan guru besar di kampus Ulul Albab. Pada tanggal 4 Oktober 2023, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengukuhkan dua guru besar baru, yaitu Prof. Dr. H. Achmad Khudori Soleh, M.Ag, dalam bidang ilmu filsafat Islam di Fakultas Psikologi, dan Prof. Dr. Hj. Sri Harini, M.Si, dalam bidang ilmu statistika di Fakultas Sains dan Teknologi.
Prof. Dr. Hj. Sri Harini, M.Si, menjelaskan melalui hasil penelitiannya bahwa Indonesia memiliki risiko tinggi terhadap bencana, yang sebagian besar disebabkan oleh letak geografisnya yang berada di jalur Cincin Api Pasifik (Ring of Fire) dan jalur gempa yang sangat aktif. Untuk mengurangi kerugian dan korban jiwa akibat bencana ini, penting untuk memiliki data kebencanaan yang valid dan dapat diandalkan sebagai dasar kebijakan pemerintah dalam memberikan edukasi dan informasi tentang mitigasi bencana. Ini juga dapat membantu mengubah perilaku masyarakat dalam mempersiapkan diri menghadapi bencana.
Prof. Rini menyatakan bahwa informasi yang terdapat dalam statistika dapat digunakan oleh pemerintah untuk memprediksi potensi bencana dan merencanakan penanganan pascabencana yang lebih terkoordinasi, dengan tujuan mengurangi kerusakan pada infrastruktur, sarana, prasarana, serta mengurangi jumlah korban dan dampak sosial yang membahayakan keselamatan masyarakat."
Tindakan ini merupakan langkah positif dalam menjaga keamanan dan kesejahteraan masyarakat. Dengan adanya guru besar seperti Prof. Dr. H. Achmad Khudori Soleh dan Prof. Dr. Hj. Sri Harini, diharapkan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang dapat terus berperan aktif dalam memajukan ilmu pengetahuan dan memberikan kontribusi penting dalam pemahaman serta penanganan bencana di Indonesia.
Indonesia memang memiliki sejarah panjang terkait dengan bencana alam seperti gempa bumi, letusan gunung berapi, banjir, dan tsunami. Oleh karena itu, upaya untuk mengumpulkan data yang akurat dan terbaru tentang kebencanaan menjadi sangat krusial. Data-data ini dapat membantu pemerintah dalam merancang kebijakan yang lebih baik, termasuk program-program pendidikan dan informasi publik yang bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana.
Selain itu, penggunaan statistika dalam meramalkan potensi bencana dan merencanakan respons pascabencana akan membantu mengurangi kerusakan fisik dan dampak sosial yang parah. Dengan memahami tren dan pola bencana, pemerintah dapat mengalokasikan sumber daya dengan lebih efisien, mempercepat tanggapan darurat, dan membantu pemulihan pasca-bencana.
Semoga langkah-langkah ini akan membawa perubahan positif dalam upaya mitigasi bencana di Indonesia dan mampu melindungi lebih banyak nyawa serta harta benda masyarakat. Keberadaan guru besar seperti Prof. Dr. H. Achmad Khudori Soleh dan Prof. Dr. Hj. Sri Harini di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang akan terus memberikan kontribusi berharga dalam pengembangan ilmu pengetahuan yang relevan dengan tantangan bencana di masa depan.



