HUMAS UIN MALANG - Kabar kemenangan Nasional datang dari Mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab, Muhammad Zarnubi yang memenangkan perlombaan pidato Bahasa Arab tingkat nasional pada akhir bulan Oktober ini. Ia berhasil meraih juara satu di Arab Fest 2023 yang diselenggarakan oleh Universitas Padjajaran pekan lalu.
Penghargaan yang ia dapatkan tidak mudah, banyak dinamika perlombaan yang membuatnya jatuh hingga harus tetap bangkit meraih keberhasilannya.
Zarnubi, mahasiswa asal Jambi itu mengungkapkan bahwa ia sudah memulai fokus di soft-skill public speaking, yaitu pidato, sejak ia duduk di bangku MTs di pondok pesantren. Banyak kejuaraan yang ia ikuti di masa sekolah dan berhasil mendapatkan banyak penghargaan dari upaya kerja kerasnya selama ini.
Ketika mulai menjadi mahasiswa, ia mengaku tertarik dengan komunitas El-Jidal. Menurutnya, dengan diayomi oleh Komunitas yang menopang keterampilan berbahasa, khususnya Bahasa Arab mampu mengembangkan potensi hebat dari mahasiswa Prodi BSA.
Perjuangan yang dilaluinya tidaklah mudah dalam keterampilan berpidato Bahasa Arab, seluruh perlombaan yang belum sempat ia raih mendorong Mahasiswa BSA tersebut tidak patah semangat dan terus penasaran akan persaingan dan kompetisi di tingkat Nasional.
Mahasiswa Semester 5 tersebut mengatakan delegasi yang menurutnya cukup ahli dalam berpidato diantaranya berasal dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan UIN Sunan Gunung Jati Bandung.
Dengan bantuan teman karib serta kakak tingkat, perkembangan yang ada pada Zarnubi juga mulai berkembang seiring berjalannya waktu. Sehingga ia lebih percaya diri untuk menghadapi perlombaan-perlombaan yang diadakan di Universitas lain di tingkat Nasional.
Zarnubi percaya bahwa hobi yang terus digelutinya itu akan menghasilkan hal yang positif di masa depannya kelak. Pesannya terhadap mahasiswa yang bergelut dan ingin serius dalam perlombaan, jangan cepat patah semangat ketika hanya baru mengikuti satu kali perlombaan. Tapi, jadikan alasan tersebut menjadi motivasi sebagai perkembangan diri, sebab tidak ada yang instan ketika seseorang sedang diberikan ketikmatan berproses dalam segala hal ataupun sesuatu.
Reporter: Rayhan Hafizh Ananda
Editor: Edy Hyto



