Humas UIN Malang – International Class Program (ICP) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali mewadahi mahasiswa ICP dengan mengadakan seminar pendidikan internasional yang mendatangkan dosen tamu, Prof. Anis Malik Toha dari Unissula Brunei Darussalam, Rabu (8/11).
Seminar yang mengusung tema “Golden Ways to Reach International Success” dihadiri Dekanat FITK dan ratusan mahasiswa yang hadir langsung di Aula lantai 2 Gedung Microteaching. Saking banyaknya mahasiswa yang antusias mengikuti seminar ini, akhirnya ICP membuatkan forum daring menggunakan aplikasi Zoom yang dihadiri 500 mahasiswa.
Dekan FITK, Prof. Nur Ali dalam sambutan pembukaan mengungkapkan, Seminar Internasional punya tujuan penting, di antaranya berbagi wawasan dan temuan baru, menggali isu-isu penting, serta mendorong ruang diskusi.
"Seminar Internasional ini memberi kesempatan bagi para mahasiswa untuk membangun jaringan profesional dengan orang-orang dalam disiplin ilmu dan mengulik cara melanjutkan studi di luar (negeri, red)," ungkap Nur Ali.
"Ini dapat mengarah pada kolaborasi penelitian dan proyek bersama di masa depan," imbuhnya.
Dimoderatori oleh Prof. Like Raskova, seminar yang disampaikan sang inspirator, Prof. Anis berisi kiat-kiat sukses yang sederhana namun menginspirasi. Salah satu keunikan dari Prof. Anis, meskipun beliau lama di luar negeri tetapi passport dan kebangsaannya masih Indonesia. Hal ini menandakan bahwa ia cinta dan komitmen dalam bernegara agar mahasiswa bisa meniru ke depannya jika ingin melalangbuana ke luar negeri dan tidak lupa dengan asalnya.
Prof. Anis juga mengatakan, Allah menciptakan manusia dengan pemberian tugas yang mulia untuk mempimpin di muka bumi. Salah satu tugas mulia mahasiswa adalah menuntut ilmu seluas-luasnya dengan berikhtiar dan sungguh-sungguh. Di samping itu, harus ada keyakinan dan pendirian yang kuat dalam diri masing-masing.
“Tugas mulia yang diberikan oleh Allah untuk belajar dan bersungguh-sungguh disertai rasa percaya diri akan membawa kita pada kesuksesan. Sebab, untuk menjadi orang yang beruntung perlu niat yang kuat dan kerja keras, bukan dengan bermalas-malasan,” ungkapnya.
Pria kelahiran Demak itu menambahkan, jika muncul rasa jenuh di tengah proses, pasrahkan semuanya kepada Allah, agar tetap dalam bimbingan dan ridho-Nya.
Diwawancara terpisah setelah acara, Prof. Nur Ali mengingatkan kepada semuanya bahwa pintu kehidupan itu diibaratkan seperti orang tua dan pintu keilmuan itu guru. "Siapa yang merawat itu, Allah akan menjaga kita, dan siapa yang merusak mereka (orang tua dan guru, red), maka kita akan rusak,” pungkasnya. (sf)
Reporter: Sulthan Fathani Elsyam
Fotografer: Muhammad A’dzomu Darojatan
Editor: Edy Hyto



