HUMAS UIN MALANG - Ratusan partisipan dari berbagai negara mengikuti The 8th International Conference on Islamic Education (ICIED) yang digelar Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Kamis (10/11) di Auditorium lantai 5 Gedung Rektorat.
Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA, Rektor UIN Malang menyambut kedatangan para tamu undangan di kampusnya. Beliau juga berterima kasih atas kehadiran para pakar yang bersedia duduk bersama untuk bertukar pikiran dalam pengembangan pendidikan Islam. Selain itu, beliau mengenalkan konsep pendidikan di UIN Malang dengan konsep ILM (Integrated Learning Modern), yaitu pengintegrasian antara ilmu sains dan Islam dalam perkuliahan sehingga mengahasilkan ulama yang intelektual dan intelektual yang ulama.
Konferensi ini menghadirkan 8 para pakar pendidikan yang menyampaikan planarynya. Kedelapan pembicara tersebut terbagi dalam dua sesi planary, Mahan Mirza, Ph.D (University of Notre Dame, Indiana), Prof.Dr.Zawawi Ismail (Ketua Majlis Dekan Pendidikan Malaysia), Prof. Faisal Mahmoud Adam Ibrahim (University of Qur'an and Islamic Science, Sudan), Mahmud Bin Sayeed, Ph.D (University of Warwick, United Kingdom) dalam sesi awal planary dengan tema “The Role of Education in Internalizing the Religious Moderation Values” yang dimoderatori oleh Mokhammad Yahya, Ph.D.
Sementara di planary kedua, ada nama-nama yang tak kalah masyhur diantaranya Prof. Dr. Anis Malik Thoha (UNISSA Brunei Darussalam), Prof. Sri Sumarni, M.Pd (Ketua FORDETAK PTKIN se-Indonesia), Prof. Mudjia Rahardjo, M.Si (Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang periode 2013 – 2017) dan Rona Jualla-van Oudenhoven, Ph.D (Universitas Trent, Kanada) dengan moderator Prof. Like Raskova.
Menurut Ketua Pelaksana Devi Pramitha, konferensi ini merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh FITK UIN Malang untuk mengeksplorasi dan bertukar ide, tantangan, dan praktik terbaik yang diwadahi dalam forum konferensi internasional yang inovatif, tren, dan berkemajuan dalam pendidikan Islam.
"Sejak tahun 2015, ICIED berfokus pada misi inovasi pendidikan Islam yang mengemas ide karya ilmiah paling menonjol yang dikerucutkan kembali dalam tema penguatan institusi pendidikan melalui moderat dan pendidikan inklusif," ujarnya.
“Untuk tahun ini kami mengusung konferensi dengan tema Penguatan Institusi Pendidikan dalam Memajukan Pendidikan Islam yang Moderat, Inklusif, dan Ramah Disabilitas,” imbuhnya.
Dalam kesempatan itu, para peserta (presenter) mempresentasikan papernya dalam Parallel Session yang diselenggarakan siang harinya. Mereka mendalami berbagai subtema, diantaranya, Inovasi Pengajaran dan Pembelajaran Bahasa Inggris: Menavigasi Era Digital, Strategi Peningkatan Mutu Pendidikan, Pengembangan Pembelajaran Berbasis Teknologi pada Ilmu Pengetahuan Sosial, Memajukan Pendidikan Bahasa Arab: Inovasi, Tantangan, dan Perspektif Global, Pengalaman Belajar, Pembelajaran Siswa & Keberagaman Pembelajar pada Pendidikan Dasar, Inovasi, Tantangan dan Perspektif Global Pendidikan Sains, Paradigma Baru Pendidikan Islam: Perspektif Lokal dan Global, Inovasi Pembelajaran dan Pengajaran Matematika di Era Digital, Transformasi Pendidikan dan Kurikulum Mandiri, dan Perancangan Sistem Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini.
Dengan adanya konferensi ini, peserta dapat mempunyai kesempatan untuk berjejaring, menjalin kemitraan, dan berkontribusi terhadap pengembangan pendidikan Islam baik dalam konteks regional maupun global. (sf)
Reporter: Sulthan Fathani Elsyam
Fotografer: Mukhammad Iskandar Amrulloh
Editor: Edy Hyto



