Humas UIN Malang - Sebagai Upaya penerapan program Merdeka Belajar Kurikulum Merdeka semester in,i Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang sejak awal semester lalu dengan menyediakan kelas profil penunjang seperti kelas Asisten Peneliti dalam Pendidikan Islam, Jurnalis Pendidikan, Entrepreneur dan Desainer Pembelajaran, Konselor dan Mubaligh, dan Pengelola dan Penggerak Pendidikan Islam Penelitian.
Kelas Entrepreneurship dan Desainer Pembelajaran diselenggarakan secara outdoor dengan konsep Bazar Berkah yang bertempat di halaman Sport Center UIN Malang (14/11). Di mana bazar ini merupakan implementasi praktik kewirausahaan dalam perkuliahan setiap mahasiswa yang mengambil mata kuliah tersebut.
Menurut Yusuf Aminullah selaku ketua pelaksana, event ini sebagai praktik entrepreneurship yang dilakukan mahasiswa Pendidikan Agama Islam sebagai upaya penerapan kreativitas jiwa kompetensi mahasiswa mengenai suatu produk, selain itu mereka dapat mengintegrasikan nilai-nilai keislaman, serta membangun bisnis yang beretika, edukatif, dan berkontribusi positif di kampus. “Dengan sentuhan kreativitas dan inovasi, kami mengusung tema yang bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana mahasiswa dapat mengembangkan bisnis melalui bazar, menyebarkan nilai-nilai keagamaan, dan menciptakan pengalaman berbelanja yang bermakna,” ujarnya.
Mansur sebagai dosen pengampu mata kuliah menjelaskan, dari tema kreativitas produk atau jasa berkualitas Islami, beretika, edukatif, dan kolaboratif ini, mahasiswa dapat membangun dan menjalankan bazar dengan etika Islam yang kuat, menekankan keadilan dan tanggung jawab sosial. Selain itu, mahasiswa dapat berkolaborasi dalam membentuk jaringan bisnis yang saling mendukung, dan mempromosikan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. “Awalnya sebagai tugas kuliah tetapi mahasiswa sangat termotivasi dan terinspirasi untuk mengaktifkan praktik entrepreneurship melalui kegiatan bazar dan membangun relasi bisnis yang kontinu,” jelasnya.
Faizul Fahmi selaku koordinator menyampaikan, melalui bazar ini, para mahasiswa PAI telah menjunjung tinggi semangat kreativitas dan inovasi kuliner. Masing-masing stan memiliki produk atau jasa yang ditawarkan untuk menarik minat pengunjung, mulai dari makanan ringan hingga jasa fotografi. Para pengunjung dapat merasakan kehangatan dan semangat para wirausaha muda yang dengan bangga mempresentasikan produk dan jasanya. “Macam-macam, mas. Ada yang jual minuman, makanan ringan dan jasa foto. Pengunjung juga tertarik sehingga banyak yang datang, jadi ramai mas,” ungkapnya.
Kahfi salah satu penjual dari mahasiswa menceritakan, antusiasme para mahasiswa untuk berjualan sangat tinggi, bahkan ada yg menyetok kembali barang dagangannya karena banyaknya pengunjung yang datang. Produk itu pentol pedas dan martabak gulung yang dibanderol mulai dari lima ribu rupiah saja.
Kaprodi PAI Mujtahid menyatakan kegiatan ini sebagai wujud dari penjuruan dari prodi PAI yang menumbuhkan kreativitas mahasiswa dalam berinovasi. “Kreativitas dan inovasi itu penting di kalangan mahasiswa. Seperti berani menciptakan produk atau jasa bernilai jual. Maka dari itu bazar ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk bisa mengembangkan diri dengan menjadi seorang wirausaha agar mereka memiliki jiwa kompetensi dalam hal tersebut,”
Mujtahid berpesan adanya kegiatan semacam ini mahasiswa bisa lebih termotivasi sebagai usaha awal buat mereka. “Ini (Bazar entrepreneur PAI, red) sebagai nilai plus bukan hanya menjadi guru tetapi menjadi seorang entrepreneur yang membuat usaha sendiri bahkan membuka lowongan pekerjaan proses ini mendorong agar mahasiswa bisa berkembang dalam praktik berjualan dan mengembangkan kembali potensi yang dimiliki agar lebih matang kedepannya,” jelasnya.
Reporter: Sulthan Fathani Elsyam
Fotografer: Ahmad Muzaini
Editor: Edy Hyto



