HUMAS UIN MALANG - Siklus haid yang tidak teratur merupakan salah satu indikasi adanya gangguan fisiologis yang dapat disebabkan oleh stres psikis dan fisik. Secara spesifik, siklus haid yang tidak teratur terjadi karena adanya gangguan pada aksis HPI (Hipothalamus-Pituitary-Ovarium) yang berperan dalam pematangan folikel, ovulasi, sampai siklus haid.
dr Nurfianti Indriana, Sp.OG menerangkan tentang keteraturan siklus haid, "Umumnya, rentang normal siklus haid berkisar antara 21-35 hari. Seorang wanita dapat mengenail siklus normalnya melalui 'tracking' jarak antar hari pertama haid selama 3-6 bulan. Setelah didapatkan polanya, maka dapat dikenali apakah siklus haid teratur atau tidak. Siklus haid dikatakan tidak teratur apabila berada di luar rentang siklus normal."
Keteraturan siklus haid dapat disiasati dengan pola hidup sehat yang dapat menyeimbangkan tingkat stres dengan tingkat relaksasi. "Relaksasi yang sudah terbukti efektif diantaranya adalah olahraga teratur untuk pembakaran kortisol, menjaga pola makan sehat, dan istirahat yang cukup," pesannya. Selain itu, dr. Nurfi merekomendasikan manajemen mood untuk para mahasiswi dengan cara senantiasa bersyukur, berpikir positif, dan keep doing forward.
dr. Nurfi juga membagikan kiat menjaga kebersihan saat haid mulai dari rutin mengganti pembalut sebelum penuh, menggunakan pembalut yang memiliki daya serap optimal untuk menjaga permukaan tetap kering, sampai mandi 2 kali sehari untuk menjaga mood dan kesegaran tubuh.
Narasumber: dr. Nurfianti Indriana, Sp.OG (Dosen FKIK UIN Malang)
Reporter: Raalins W
Editor: Edy Hyto



