HUMAS UIN MALANG - Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang telah mempersiapkan diri menghadapi era revolusi industri 5.0 dengan mengajak kerjasama seluruh Guru Bimbingan Konseling (BK) yang tergabung dalam Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK) di wilayah Jawa Timur untuk mengikuti kegiatanFokus pada kualitas ini diwujudkan melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Manajemen Mutu Menuju Unggul Berputasi Internasional di Kota Batu. Kamis (14/12/2023).
Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengundang guru BK untuk bersama-sama mengenalkan gambaran UIN Maliki Malang ke depan dan peluang besar bagi calon mahasiswa yang akan kuliah di UIN Malang. Saat ini UIN Malang secara institusi kelembagaannya terakreditasi unggul. "Ini menunjukkan bahwa akreditasi lembaga ini menjadi tolak ukur bagi calon mahasiswa," paparnya.
Rektor menjelaskan bahwa UIN Malang memiliki tiga distingsi atau keunggulan yang unik. Pertama, makhad yang representatif, dipantau dan dibimbing langsung oleh dewan Kiai selama 24 jam. Kedua, lembaga bahasa asing, termasuk bahasa Inggris, Arab, dan Mandarin, sebagai upaya kampus ini memberikan pendampingan kepada mahasiswa untuk memperdalam kemampuan bahasa asingnya. "Bahasa asing ini untuk membedah khazanah ilmu pengetahuan yang bersumber dari Barat, dan ini menjadi kelebihan bagi mahasiswa UIN Malang," papar Rektor.
Keunggulan Ketiga UIN Malang terletak pada hafalan Alquran melalui bimbingan lembaga HTQ UIN Maliki Malang, dan Alhamdulillah setiap tahunnya HTQ ini mewisuda mahasiswa tahfidz tidak kurang dari seratus mahasiswa penghafal Alquran. "HTQ ini menjadi kebanggan bagi UIN Maliki Malang," ujarnya.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Dr. H. A. Fatah Yasin, M.Ag., membuka kegiatan FGD dengan menegaskan tujuan sharing dan diskusi bersama guru BK di Jawa Timur. "Mari kita berdiskusi bersama bagaimana agar anak-anak MA bisa kuliah di UIN Malang baik utamanya bagi mereka yang memiliki prestasi akademik maupun non-akademik," ajaknya.
Kepala Biro AAKK Dr. H. Barnoto, M.Pd.I juga mengajak seluruh para guru BK untuk mendukung siswanya agar dapat kuliah di perguruan tinggi di bawah Kementerian Agama RI. Dalam konteks ini, Kementerian Agama membuka berbagai jalur penerimaan mahasiswa baru, seperti SPAN-PTKIN, UM-PTKIN, Jalur Mandiri Tulis, Prestasi, Beasiswa Teladan, dan juga Kerjasama.
"Mohon Bapak Ibu Guru bisa memberikan wejangan dan arahan kepada siswanya agar memilih UIN sebagai pilihan kuliahnya," harap Kepala Biro AAKK. Ketua Pelaksana FGD, M. Fathul Qorib, S.Ag, menyampaikan selamat datang dan terima kasih kepada para guru BK di wilayah Jawa Timur yang hadir untuk berdiskusi bersama tim Admisi UIN Maliki Malang. "Semoga kegiatan ini bisa memberikan manfaat dan menjadikan PTKIN semakin maju," tutupnya



