Runner Up 2 Duta Bahasa MSAA 2023
HUMAS UIN MALANG – Program Studi (Prodi) Pendidikan Agama Islam (PAI) kembali menorehkan prestasi. Kali ini giliran Pricilia Asistia dan Farhan Nabil Muttaqy mahasiswa PAI angkatan 2023 yang menyumbangkan gelar juara 3 dan finalis Top 8 Kategori Duta Bahasa dalam event Gebyar Bahasa Ma’had Sunan Ampel Al-‘Aly (MSAA) 2023.
Kegiatan yang diselenggarakan dengan berbagai kategori diantaranya Ghina’ ‘Aroby, debat bahasa, karnaval, dan MTQ diikuti oleh seluruh mahasantri MSAA ini mengusung tema “Urgensi Bahasa Arab dan Inggris di Era Modern” berlangsung di Aula Rektorat lantai 5, Sabtu (3/12).
Ketua Prodi PAI, Mujtahid, menyambut baik prestasi para mahasiswanya itu dengan apresiasi. “Kami apresiasi mahasiswa yang sudah membanggakan program studi, kami ucapkan selamat dan semangat untuk konsisten dalam mengembangkan kemampuan di bidangnya,” sambutnya.
Pricil, sapaan akrabnya, menceritakan bahwa dirinya termotivasi debutnya pada pemilihan ini. “Awalnya termotivasi ingin mengetahui seberapa jauh kemampuan bahasa saya sekaligus nambah pengalaman, sih. Soalnya belum pernah ikut ajang pemilihan duta seperti ini. Tahun ini dapat kesempatan berpartisipasi, saya tertarik dan alhamdulillah bisa juara,” ungkapnya bahagia.
“Menurut aku sih, etika kita saat berbicara atau speech di depan banyak orang, ya. Karena kita harus bisa memikirkan susunan kosa kata yang baik supaya audience itu paham dengan yang kita sampaikan,” tuturnya.
Top 8 Duta Bahasa MSAA 2023
Senada dengan Pricil, Farhan menjelaskan untuk menghadapi berbagai tantangan perlu modal setidaknya public speaking yang baik dan rasa percaya diri untuk meningkatkan semangatnya.
"Butuh semangat, mas kalau menghadapi tantangan. Semangat itu dari _pede_ dan public speaking yang baik," jelasnya.
Kendati demikian, setelah melewati serangkaian proses mereka berhasil keluar menjadi juara 2 dan top 8 finalis pada Duta Bahasa MSAA
Mereka berharap agar bisa menjadi contoh bagi generasi muda, khususnya para mahasantri dengan peranan bahasa yang aksesnya lebih mudah dipraktikkan.
“Harapannya agar kami dapat menjadi qudwah dalam berbahasa dan mengeksplor isu-isu kebahasaan yang ada di Indonesia. Sebetulnya, bahasa-lah yang mempermudah kita dalam berkomunikasi, the way of communication. Sehingga dengan bahasa kitab isa menguasai dan membuka banyak pintu maupun jalan prestasi,” harapnya. (sf)
Reporter: Sulthan Fathani Elsyam
Fotografer: Panitia Gebyar Bahasa
Editor: Edy Hyto



