Prof. Zainuddin: Gus Dur, Catatan dan Inspirasi Bagi Indonesia
Abadi Wijaya Rabu, 13 Desember 2023 . in Berita . 3591 views
6494_za.jpg

HUMAS UIN MALANG - "Saya mengenal Gus Dur sejak tahun 80-an ketika saya menjadi aktivis pergerakan di Jogjakarta dalam berbagai even seminar dan diskusi. Bahkan saya dan teman-teman yang tergabung dalam kelompok SGPC (Study Group for Peace and Culture) saat itu, mengikuti perkembangan politik Orde Baru dan Islam Indonesia dari para tokoh NGO yang dimotori oleh Gus Dur ini." Itulah sepenggal kalimat yang disampaikan oleh Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang saat menjadi Kynote speaker pada acara seminar yang di helat oleh jaringan GUSDURian. Rabu (13/12/2023).

6496_nud.jpg


kegiatan yang berlangsung di home theater Fakultas humaniora itu dihadiri ratusan mahasiswa. Kegiatan ini dalam upaya untuk menguatkan nilai pemikiran dan keteladan Gus Dur di lingkungan kampus. Komunitas GUSDURian kali ini mengangkat tema 'Demokrasi dan Pemili Bermartabat untuk Mewujudkan Keadilan dan kesetaraan".
Mengawali kynote nya Prof. Dr. HM. Zainuddin, MA mengawalinya dari pengalaman pribadinya sejak mengenal Gus Dur. Beliau menceritakan bahwa ada seorang aktivis pergerakan sejak tahun 80-an membagikan pengalamannya mengenal KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, tokoh spiritual dan politisi Indonesia yang menginspirasi banyak kalangan. Sebagai salah satu tokoh yang memiliki peran signifikan dalam perjuangan melawan rezim Orde Baru, Gus Dur dikenal dengan pendekatan politiknya yang unik dan cenderung kontroversial.
Gus Dur menjadi pusat perhatian kelompok aktivis yang tergabung dalam SGPC (Study Group for Peace and Culture) di Jogjakarta. Mereka mengikuti perkembangan politik Orde Baru dan Islam Indonesia melalui seminar, diskusi, serta melalui para tokoh NGO yang dimotori oleh Gus Dur. Beberapa nama seperti Dawam Raharjo, Nur Cholish Majid, Muslim Abdurrahman, Jalaluddin Rahmat, Romo Mangun Wiajaya, Arief Budiman, dan lainnya, menjadi penggerak pergerakan ini.
Pada masa-masa sulit, Gus Dur menjadi sumber inspirasi dengan bicara strategi politik menghadapi tekanan politik Orde Baru. Dalam pertemuan eksklusif di rumah Pak Saiful Mudjab, seorang tokoh NU di Jogjakarta, Gus Dur berbagi pandangannya tentang peta politik Islam Indonesia. Era tersebut penuh tekanan politik, di mana banyak tokoh pergerakan dan aktivis ditangkap oleh rezim. Gus Dur menunjukkan sikapnya yang cinta damai, anti kekerasan, dan humanistik, yang kemudian menjadi ciri khas tren politiknya.
Meskipun kontroversial, Gus Dur berani melawan mainstream. Contohnya, saat hampir semua orang mengutuk tindakan kontroversial Arswendo Atmowiloto dan Inul Daratista, Gus Dur justru membela mereka. Tren politiknya mengedepankan moralitas politik, bukan kepentingan pribadi atau institusi. Gus Dur meyakini bahwa Islam akan menjadi besar jika diutamakan sebagai moralitas.
Gus Dur terkenal dengan strategi komunikatif-akomodatif, atau politik silaturahmi. Beliau menjalin hubungan baik dengan berbagai tokoh, termasuk lawan politik seperti Pak Harto dan Ibu Megawati. Bahkan setelah menjadi presiden, silaturahimnya tetap lestari, termasuk berziarah ke berbagai makam. Sebuah contoh menarik adalah kunjungan Gus Dur ke makam Wali Makhdum di Purwokerto, yang membuat tempat tersebut menjadi destinasi wisata religi setelahnya.
Reputasi Gus Dur sebagai tokoh demokrat diakui tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di dunia internasional. Pesan dari Presiden Amerika Serikat, Bill Clinton, kepada Gus Dur mencerminkan pengakuan akan peran Indonesia dalam memadukan Islam dan demokrasi.
Gus Dur dikenal sebagai politisi jenaka dengan humor yang mengena. Joke-joke-nya mengangkat semua masalah dengan ringan, menciptakan suasana yang santai. Kepekaannya terhadap humor dan warisan sastra Abbasiyah menjadikan Gus Dur tokoh yang unik dan penuh kearifan.
Sebagai pemimpin yang demokratis, humanis, dan moderat-inklusif, Gus Dur terus menjadi inspirasi bagi banyak orang. Meskipun telah tiada, pemikiran dan kontribusinya yang besar tetap meninggalkan jejak dalam sejarah Indonesia. Gus Dur, seperti yang diungkapkan oleh seorang pengamat, adalah catatan dan idenya dalam buku besar yang disebut dunia ini.

(Ajay)


Berita Terkait


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up