HUMAS UIN MALANG - Menuju akhir tahun 2023, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang terus berbenah dan mengembangkan diri menjadi green campus dan smart campus setelah adanya sosialisasi dengan uji coba lalu lintas dan parkir di kampus 1 yang disosialisasikan sejak Senin (10/12) hingga Sabtu (16/12) mendatang.
Rektor UIN Malang, Prof. Dr. H.M. Zainuddin, M.A, mengapresiasi jajarannya yang memberikan perhatian khusus pada perbaikan kampus dengan mengadakan sosialiasi perubahan jalur dan parkir kampus. Ia mengungkapkan bahwa UIN Malang sudah lama menggagas perbaikan kampus, salah satunya melalui sosialisasi ini. “Oleh karena itu adanya kegiatan ini merupakan suatu kegiatan yang sangat dibutuhkan oleh civitas academica kampus,” ujar beliau.
Kepala Biro Adminsitasi Umum Perencanaan dan Keuangan (Kabiro AUPK), Dr. Ahmad Hidayatullah, M.Pd., menjelaskan tujuan dari perubahan jalur ini “Sebenarnya untuk perbaikan masa depan kampus yang lebih sehat dan cermat dengan menempatkan parkir kendaraan di beberapa titik parkir saja, sehingga para dosen dan mahasiswa nanti berjalan kaki ke tempat masing-masing dan pada spot lain pun bisa dimanfaatkan sebagai fasilitas yang terpadu. Foodcourt, misalnya. Kita harus bangga dengan produk lokal kita, kalau menjamu tamu biar ga keluar UIN terus,” jelasnya.
Ahmad menambahkan, kalau sosialisasi ini digagas untuk menyongsong perbaikan kampus yang sejalan dengan status dan akreditasi unggul UIN Malang. “Ini (perbaikan kampus, red) menjadi bukti dari hasil kerja Rektor, Prof. Dr. H.M Zainuddin, M.A dan jajarannya. Selain itu, perlu menaikkan taraf nasional menjadi taraf internasional,” imbuhnya.
Banyak hal yang sudah dijajaki, termasuk akreditasi hingga berbagai penghargaan yang diraih kampus. “Itu bukan segalanya tapi baru tahapan awal karena untuk menghadapi dan mendaki tahapan berikutnya yang lebih terjal kita harus paham dan mencapai kualitas lebih tinggi karena kualitas adalah perangkat kebiasaan,” ujar Ahmad.
Ditanya soal mengapa langsung uji coba, Ahmad merespon “Bentuk sosialisasi kan banyak ya, mas. Bisa langsung berbicara, tertulis dalam surat dan uji coba. Beberapa orang kalau diberitahu secara lisan maupun tulisan kadang belum sadar, maka dari itu perlu adanya percobaan agar orang-orang mengalami kebiasaan baru ini dan perbaikan ini bukan egoisme atau obsesi dari beberapa orang tapi kepentingan semuanya, termasuk mahasiswa,” begitu katanya.
Menurut Ahmad, pengembangan dan penyempurnaan ini tidak terlepas dari berbagai tantangan seperti yang terjadi di kampus 1 dan 2. Oleh karena itu, pihaknya akan mengoptimalkan kinerja dan pengembannganya serta meminimalisir kesulitan-kesulitan yang ada. “Nanti kampus 2, 3, dan 4 akan dipenuhi dan dikembangkan seperti ini juga, hanya saja untuk kampus 3 dan 4 didesain sejak awal peresmian sehingga tantangannya tidak serumit di kampus 1 dan 2,” tuturnya.
Dirinya menyadari, setiap perubahan itu pasti ada daya gangguan, terutama distrupsi pada masa lalu. “Perubahan ini masih dalam masa uji coba dan dilakukan secara bertahap. Tidak mudah dan memang belum sempurna, mesti ada kendala. Tidak masalah, karena perbaikan ini bertahap hingga menemukan yang ideal. Karena sebelumnya banyak orang yang kurang peduli dengan sekitar, asal parkir depan teras ga mau jalan,” terangnya.
Ahmad berharap, upaya ini bisa meningkatkan kesadaran seluruh civitas academica UIN Malang untuk lebih tertib dan sehat dengan mengorbankan hal kecil dalam beraktivitas di kampus. “Kebiasaan bagus ini mengedepankan kesetaraan antara mahasiswa dengan dosen dalam menyadari tuntutan masa depan kampus. Ini menjadi ikhtiar kita untuk menciptakan lingkungan pendidikan dan pembelajaran bagi mahasiswa yang kondusif dan nyaman dalam pembelajaran dan menunjang akademik menjadi lebih positif. Oleh karena itu, mari kita kelola bersama kampus tercinta ini dari kita, oleh kita, untuk kita.” (sf).
Reporter & Fotografer: Sulthan Fathani Elsyam
Editor: Edy Hyto



