HUMAS UIN MALANG-Sebanyak 11 mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Malang) secara resmi dilepas untuk mengikuti program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Internasional di Thailand. Program ini terlaksana melalui kerja sama antara UIN Malang dan Al Hidayah Waqaf Foundation for Education and Social Development, Songkhla, Thailand, dalam bentuk pengabdian masyarakat bertajuk “International Community Engagement Program”. Kegiatan ini berlangsung dari 2 Januari hingga 3 Februari 2025. Pelepasan KKM Internasional ini turut dihadiri langsung oleh Kepala Biro AAKK Dr. H. Barnoto, M.Pd.I, Sekretaris LP2M Dr. Abtokhi, dan juga perwakilan orang tua mahasiswa KKM Internasional.
Dr. H. Saiful Mustofa, Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat UIN Malang, mengungkapkan bahwa ini merupakan tahun ketiga pelaksanaan KKM Internasional di Thailand dengan lembaga mitra yang sama. “Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa memperoleh pengalaman akademik di luar negeri melalui pengabdian masyarakat. Diharapkan, mereka memiliki wawasan global yang kuat,” ujarnya. Program ini juga selaras dengan visi UIN Malang untuk menjadi kampus Islam yang unggul dan bereputasi internasional. Mengusung tema “Spiritual, Kemanusiaan, dan Pendidikan untuk Membangun Peradaban di Dunia Internasional”, kegiatan pengabdian ini berpusat di dua lokasi, yaitu Pattanawittaya School di Kota Yhala dan Muslimeen Suksa School di Kota Hat Yai. Upacara pelepasan program KKM Internasional ini dipimpin langsung oleh Rektor UIN Malang di Gedung Rektorat lantai satu pada Kamis (2/1/2025).
Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag, memberikan pesan mendalam kepada para peserta. “Jaga diri dengan baik, junjung tinggi nama baik almamater, dan tunjukkan toleransi yang tinggi selama berada di negara lain. Indonesia dikenal sebagai negara yang menghargai perbedaan, anti kekerasan, dan penuh toleransi. Jadikan hal ini sebagai modal untuk mencerminkan nilai-nilai luhur bangsa dan universitas kita,” tutur Prof. Umi. Ia juga mengingatkan para peserta untuk menjaga komunikasi yang baik, baik dengan sesama peserta maupun pihak penyelenggara di Thailand. “Jika menghadapi kendala, segera komunikasikan dengan ketua pengabdian. Jaga kesehatan, dan manfaatkan kesempatan ini untuk memperkaya pengalaman akademik sesuai visi internasionalisasi kampus,” tambahnya. Prof. Umi berharap program ini dapat menjadi jembatan menuju kesuksesan para peserta di masa depan. Daftar Mahasiswa Peserta Program Sebelas mahasiswa yang mengikuti program ini berasal dari berbagai program studi yaitu Prodi Sastra Arab: Muhammad Ibrahim Al Fadhil, Sayyidah Najwa, dan Muhamad Ihsan Rahman. Prodi Psikologi: Ranto Jagad Kelana Hasibuan dan Farah Nur Aulia. Prodi Sastra Inggris: Anwar Hidayat dan Putri Maia Salsabila. Prodi Ilmu Al-Quran dan Tafsir (IAT): Naufal Azmi Izzuddin dan Zalvaul Mufidah. Prodi Akuntansi: Nabiilah Indah Nur Rahimah. Prodi Hukum Keluarga Islam (HKI): Dawam Masrur. Program ini menjadi salah satu langkah konkret UIN Malang dalam mewujudkan visi internasionalisasinya, sekaligus memperluas cakrawala akademik dan kemanusiaan mahasiswa. Dengan semangat pengabdian, para mahasiswa diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dunia, sekaligus membangun peradaban berbasis nilai-nilai Islam yang rahmatan lil 'alamin.
HUMAS UIN MALANG - Kelompok KKM Sahityabavana mengadakan kegiatan tahlil rutin yang berjalan setiap minggu di Desa Sukodadi, Wagir, Kabupate Malang. Setiap minggu sore, warga Desa Sukodadi berkumpul di salah satu rumah warga yang secara bergilir menjadi tuan rumah. Kemarin Minggu (29/12/2024), kegiatan tahlilan ini dimulai dengan pembacaan asmaul husna, pembacaan tahlil dan dzikir, dilanjutkan dengan pembacaan doa.
Mayoritas dari kalangan ibu-ibu dan nenek-nenek. Menurut Bu Nur, selaku ketua muslimat, tahlilan ini telah menjadi tradisi turun-temurun yang tak pernah terputus. "Kegiatan ini bukan hanya untuk berdoa bagi keluarga yang telah meninggal, tetapi juga menjadi momen berbagi cerita, saling mendukung, dan menjaga kekompakan masyarakat desa," ujar Bu Nur.
Bu Nur juga menambahkan, selain sebagai kegiatan sosial, tahlilan juga menjadi sarana untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan tahlilan dapat menekankan pentingnya menjaga tradisi ini di tengah era globalisasi. Dengan tahlilan, kita tidak hanya mendoakan para leluhur, tetapi juga mempertebal iman dan takwa kepada Allah SWT.
Masih menurutnya, tahlilan juga memiliki dimensi sosial yang kuat. Setelah doa bersama, biasanya acara dilanjutkan dengan ramah tamah dan menikmati suguhan sederhana yang disiapkan tuan rumah. Momen ini sering dimanfaatkan oleh warga untuk berbagi informasi, arisan, atau sekadar bercanda tawa yang menguatkan ikatan persaudaraan.
Kegiatan rutin tahlilan di Desa Sukodadi adalah bukti bahwa tradisi lokal memiliki peran penting dalam menjaga harmoni sosial dan spiritual masyarakat. Dengan menjaga tradisi ini, masyarakat Desa Sukodadi tidak hanya melestarikan warisan leluhur, tetapi juga memperkuat jalinan kebersamaan yang menjadi fondasi kehidupan bermasyarakat.
Di era modern seperti sekarang, tradisi seperti tahlilan tidak hanya relevan, tetapi juga menjadi oase yang menenangkan di tengah derasnya arus individualisme. Semangat kebersamaan dan nilai spiritual yang ditanamkan melalui tahlilan menjadi teladan bahwa harmoni dan solidaritas adalah kunci dari kehidupan yang bermakna. (sf)
HUMAS UIN MALANG - Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang resmi membuka program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM), Jumat (20/12/2024). Program ini berlangsung selama 40 hari di Desa Sukodadi, Wagir, Kabupaten Malang, kegiatan KKM ini melibatkan mahasiswa dari berbagai jurusan.
Acara pembukaan ini dihadiri oleh kepala desa Bapak Susilo Wahyudi beserta jajarannya, Pembina/dpl, dan peserta dari setiap kelompok KKM. Acara pembukaan ini dilakukan di balai desa yang terletak di Desa Genderan, Sukodadi, Kec. Wagir, Kabupaten Malang. Acara ini bukan hanya sekadar seremoni, tetapi juga menjadi simbol awal dimulainya pengabdian mahasiswa dalam program KKM.
Acara ini dimulai dengan pembukaan oleh master of ceremony, kemudian menyanyikan lagu Indonesia Raya, Sambutan dari kepala desa, kemudian sambutan dari kordes, dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol, dan diakhiri dengan doa. Kemudian acara dilanjutkan dengan sesi foto bersama yang diikuti oleh seluruh peserta dan tamu undangan.
Foto bersama ini tidak hanya berfungsi sebagai dokumentasi berharga, tetapi juga menjadi lambang kebersamaan antara mahasiswa, pihak desa, dan masyarakat Sukodadi dalam mewujudkan program-program yang direncanakan. Momen ini meninggalkan kesan mendalam, menggarisbawahi pentingnya sinergi untuk mencapai tujuan bersama.
Melalui program KKM Sahityabhavana ini, UIN Malang berharap dapat memberikan inspirasi dan perubahan positif di Desa Sukodadi. Kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat menjadi bukti nyata bahwa kebersamaan mampu menciptakan solusi yang berkelanjutan.
Pembukaan KKM ini menjadi langkah awal menuju pengabdian yang bermakna, di mana semangat gotong royong dan inovasi menjadi kunci utama keberhasilannya. (sf)
HUMAS UIN MALANG – Malam pergantian tahun di Dusun Glagah Ombo, Kecamatan Wagir, berlangsung meriah dan penuh kebersamaan, dini hari tadi Rabu (1/1/2025). Acara ini menjadi momen istimewa dengan kolaborasi antara mahasiswa KKM Kelompok 40 Philoxenia Universitas Islam Negeri (UIN) Malang dan masyarakat desa setempat. Dengan mengusung tema “Harmoni Kebersamaan untuk Desa yang Lebih Baik,” kegiatan ini tidak hanya menjadi perayaan tahun baru, tetapi juga simbol solidaritas dan harapan bersama.
Acara dimulai pukul 20.00 WIB dengan suasana yang sudah terasa semarak. Kegiatan diawali dengan bakar-bakar makanan ringan, seperti jagung, sosis, dan berbagai kudapan yang disiapkan bersama oleh masyarakat dan mahasiswa KKM. Sementara itu, di sisi lain lokasi, beberapa warga menikmati sesi karaoke yang menciptakan suasana hangat dan ceria. Anak-anak, remaja, hingga orang tua tampak bergembira, saling berbagi canda dan tawa di tengah indahnya malam tahun baru.
Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pertunjukan seni spontan. Mahasiswa KKM, yang selama masa pengabdian telah akrab dengan warga, menampilkan lagu-lagu populer yang dinyanyikan bersama-sama dengan masyarakat. Momen ini semakin mempererat hubungan di antara mereka, menciptakan suasana akrab layaknya keluarga besar.
Puncak acara adalah doa bersama, yang dipimpin langsung oleh ketua kelompok KKM, Faruq. Doa ini menjadi momen refleksi mendalam, di mana masyarakat dan mahasiswa mengucap syukur atas segala berkah di tahun 2024 dan memohon keberkahan di tahun 2025. Dalam suasana hening penuh khidmat, harapan-harapan besar dipanjatkan untuk masa depan yang lebih baik bagi Dusun Glagah Ombo.
Tidak berhenti di situ, setelah doa bersama, langit desa diterangi oleh pesta kembang api sederhana. Dentuman dan kilauan warna-warni di langit malam disambut dengan sorak sorai dan tepuk tangan yang menggema di seluruh dusun. Senyum lebar tampak di wajah anak-anak, sementara orang tua menikmati keindahan malam bersama keluarga.
Ketua Kelompok KKM 40 Philoxenia, Faruq, menyampaikan rasa syukur sekaligus haru atas sambutan hangat yang diberikan oleh masyarakat selama kegiatan berlangsung. “Kami sangat senang bisa berbagi momen ini dengan masyarakat Dusun Glagah Ombo. Kehangatan dan kebersamaan yang kami rasakan sangat luar biasa. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus mempererat hubungan antara mahasiswa dan warga,” ujar Faruq penuh semangat.
Salah satu warga, Bu Supik, juga memberikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKM. “Saya sangat bersyukur ada kegiatan seperti ini. Kami merasa diperhatikan, dan momen seperti ini jarang terjadi. Selain merayakan tahun baru, kami juga merasa lebih dekat dengan adik-adik mahasiswa,” ungkapnya sambil tersenyum.
Perayaan malam pergantian tahun ini menjadi bukti bahwa harmoni antara masyarakat dan mahasiswa dapat tercipta melalui kegiatan sederhana namun penuh makna. Mahasiswa KKM Philoxenia UIN Malang tidak hanya menyemarakkan tahun baru, tetapi juga menunjukkan komitmen nyata dalam berkontribusi pada kehidupan masyarakat Dusun Glagah Ombo.
Dengan semangat kebersamaan yang membara, masyarakat dan mahasiswa menutup malam dengan doa dan harapan baru untuk menghadapi tahun 2025. Malam itu tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga pijakan awal untuk kolaborasi yang lebih baik di masa mendatang. (sf)
Kontributor: Sirly Nafisa & Muhammad Kifah Abdan Syakuro
HUMAS UIN MALANG (31/12) - Desa Tawangsari kembali menjadi sorotan berkat inisiatif penanaman bibit tomat yang digagas sebagai bagian dari program penguatan ketahanan pangan. Dengan benih tomat berkualitas seharga Rp215.000 per bungkus yang berisi 10.000 butir, warga desa kini dapat memulai budidaya secara mandiri.
Dalam kegiatan ini, Mahasiswa Kelompok 173 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Malang turut serta dalam seluruh proses penanaman. Tahapan penanaman dimulai dengan mencampur tanah, sekam, dan kompos untuk membuat media tanam. Benih ditaburkan secara merata, ditutup tipis dengan media, dan disiram menggunakan air halus untuk menjaga kelembapan. Wadah kemudian ditutup dengan plastik bening berlubang agar tetap lembap dan diletakkan di tempat teduh. Setelah bibit memiliki 4-5 helai daun, tanaman dipindahkan ke polybag atau lahan bedengan untuk proses pertumbuhan lanjutan.
Mahira, salah satu mahasiswa peserta KKM, mengungkapkan antusiasmenya terhadap kegiatan ini. "Melalui kegiatan ini, kami belajar memadukan ilmu teori yang dipelajari di kampus dengan praktik nyata di lapangan. Penanaman bibit tomat ini juga mengajarkan kami pentingnya kerja sama dengan masyarakat dan bagaimana memanfaatkan sumber daya lokal secara optimal. Kami merasa senang bisa berkontribusi dalam program yang memberikan dampak langsung bagi warga," ujarnya.
Tidak hanya mahasiswa, warga desa juga sangat antusias mengikuti program ini. Bapak Mul, pemilik lahan yang digunakan untuk penanaman, memberikan apresiasi atas kontribusi para mahasiswa. "Saya sangat senang dengan kehadiran mahasiswa KKM di desa kami. Mereka tidak hanya membantu secara fisik dalam proses penanaman, tetapi juga memberikan pengetahuan baru tentang cara bertani yang lebih efektif. Semangat mereka memotivasi kami untuk terus mengembangkan pertanian di desa ini. Terima kasih atas kerja keras dan dedikasi mereka," tuturnya.
Dengan teknik penanaman yang tepat, bibit tomat dapat dipasarkan dalam waktu sekitar dua minggu, memberikan peluang ekonomi baru bagi warga Desa Tawangsari. Selain itu, program ini juga memberikan wawasan kepada masyarakat tentang pentingnya memanfaatkan lahan secara produktif.
Inisiatif ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mendorong pertanian berkelanjutan dan memperkuat kemandirian pangan desa. Desa Tawangsari kini membuktikan bahwa dengan kerja sama dan langkah sederhana, keberlanjutan dapat tercapai, membuka harapan baru untuk masa depan yang lebih cerah.
HUMAS UIN MALANG - Forum Diskusi KKM 86 UIN Malang dan Laskar Anak merupakan langkah awal dalam kolaborasi pemberdayaan anak di Desa Wonorejo Kecamatan Poncokusumo. Diskusi yang bertempat di MTs Al-Amin ini membahas beberapa aspek terkait program Laskar Anak, khususnya pengembangan program DONAT (Dolanan Anak Tradisional) yang kini tengah digalakkan di desa tersebut (25/12).
Program DONAT ini bertujuan untuk memperkenalkan permainan tradisional engklek yang dimainkan dengan kode sebagai sugesti untuk pencegahan pernikahan anak. Selain mengajak anak-anak untuk beraktivitas fisik, permainan ini juga mengandung nilai-nilai edukasi tentang pentingnya menjaga masa depan dan menghindari pernikahan dini.
Laskar Anak yang diketuai oleh Ahmadsyah Wildan Rosyid, juga merupakan Ketua OSIS MTs Al-Amin Desa Wonorejo, memainkan peran penting sebagai pendidik sebaya. Organisasi ini langsung diamanatkan oleh pemerintah desa sebagai ujung tombak dalam pendidikan dan pelaporan masalah anak, terutama terkait dengan pernikahan dini yang marak terjadi di Kecamatan Poncokusumo.
Kepala Desa Wonorejo menyambut baik kolaborasi ini dan mengharapkan Laskar Anak bisa menjadi agen perubahan di desa, serta berperan aktif dalam mendidik teman sebayanya. "Laskar Anak diharapkan menjadi pelapor sekaligus pelopor dalam memperjuangkan 4 hak anak: hak hidup, hak tumbuh kembang, hak perlindungan, dan hak partisipasi," ungkap Bapak Bagus selaku Sekretaris Desa Wonorejo.
KKM 86 UIN Malang, sebagai mentor, berkomitmen untuk mendukung pengembangan program ini dengan memberikan bimbingan, terutama dalam mengoptimalkan peran Laskar Anak dalam sosialisasi permainan ke sekolah-sekolah. Diharapkan, melalui pendekatan yang menarik dan edukatif seperti permainan tradisional, anak-anak dapat lebih memahami dan terlibat dalam isu-isu perlindungan anak.
Forum ini juga menekankan pentingnya membangun kepercayaan diri di kalangan anggota Laskar Anak, agar mereka dapat lebih aktif dalam menyampaikan informasi dan melaporkan masalah yang terjadi di sekitar mereka. Kepercayaan diri ini diharapkan dapat memperkuat peran mereka sebagai agen perubahan di komunitas dan sebagai pelopor dalam hak-hak anak di desa Wonorejo.
Dengan adanya program ini, diharapkan Desa Wonorejo dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam menjalankan program inklusi pemerintah Kabupaten Malang untuk pencegahan pernikahan anak dan peningkatan kualitas hidup anak-anak di desa.
HUMAS UIN MALANG – Peserta Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 173 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang secara resmi memulai program pengabdian di Desa Tawangsari, Kabupaten Malang, pada Jumat (20/12). Acara pembukaan yang digelar di Balai Desa Tawangsari berlangsung khidmat, dihadiri oleh perangkat desa, mahasiswa peserta KKM, dan masyarakat setempat.
Kegiatan dimulai dengan doa bersama, menciptakan suasana yang penuh harapan. Dalam sambutannya, Kepala Desa Tawangsari, Bapak Miftakhul Anwar, menyampaikan apresiasi atas partisipasi para mahasiswa yang siap berkontribusi dalam mengembangkan desa.
“Kehadiran mahasiswa UIN Malang di Desa Tawangsari merupakan langkah positif yang kami sambut dengan antusias. Kami berharap keberadaan mereka dapat membawa perubahan nyata, khususnya dalam pemberdayaan masyarakat, pendidikan, dan pembangunan desa,” ujar Bapak Miftakhul Anwar. Beliau juga menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang mampu menawarkan inovasi sekaligus solusi bagi tantangan yang dihadapi masyarakat.
Sebagai simbol dimulainya program KKM, pemukulan gong dilakukan oleh perwakilan mahasiswa dan perangkat desa. Momen tersebut menjadi penanda komitmen bersama untuk menghadirkan kontribusi yang bermakna.
Program KKM ini merupakan wujud nyata sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam pemberdayaan desa. Selama beberapa pekan ke depan, mahasiswa UIN Malang akan menjalankan berbagai kegiatan, seperti pelatihan keterampilan, pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), serta edukasi di bidang kesehatan dan lingkungan.
Semangat kolaborasi yang terjalin antara mahasiswa dan warga Desa Tawangsari diharapkan mampu menghasilkan dampak positif yang berkelanjutan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi cerminan ideal dari hubungan harmonis antara akademisi dan komunitas lokal dalam membangun masa depan yang lebih baik.
HUMAS UIN MALANG - Kelompok Philoxenia dari program KKM UIN Malang 2024 melaksanakan misi mulianya di Dusun Glagah Ombo, sebuah dusun yang dikenal dengan suasana religius. Salah satu kegiatan utama mereka adalah mengadakan pengajaran di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), sebuah lembaga yang berperan penting dalam membentuk fondasi keislaman generasi muda di dusun tersebut.
Program ini dilaksanakan pada hari Rabu, 25 Desember 2024, dengan tujuan meningkatkan kualitas pendidikan agama anak-anak dusun sekaligus membangun generasi muda yang memiliki landasan nilai-nilai Islami yang kokoh.
Kegiatan mengajar ini dijalankan setiap sore di gedung TPQ Dusun Glagah Ombo. Dengan penuh semangat, para mahasiswa kelompok Philoxenia mendampingi anak-anak dalam mempelajari Al-Qur'an, mulai dari membaca, menulis, hingga menghafal ayat-ayat suci Al-Quran.
Selain itu, mereka juga memberikan pembelajaran tentang tata cara sholat, doa-doa harian, serta nilai-nilai akhlak yang luhur. Untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, mahasiswa menggunakan metode pembelajaran yang kreatif, seperti permainan edukatif, nyanyian islami, hingga aktivitas mendongeng kisah para nabi.
Gifta, salah seorang anggota kelompok Philoxenia, mengungkapkan rasa bangganya terhadap semangat belajar anak-anak. “Anak-anak di sini memiliki semangat luar biasa untuk belajar. Kami merasa bangga bisa berkontribusi dalam memperkuat pemahaman agama mereka,” ujarnya penuh antusias.
Metode pengajaran yang digunakan kelompok Philoxenia didesain agar menarik dan mudah dipahami. Anak-anak diajak untuk belajar tajwid dengan lagu-lagu sederhana yang mudah diingat, menghafal surah pendek melalui permainan kelompok, dan mendalami kisah-kisah nabi dengan gaya mendongeng interaktif. Suasana belajar yang penuh kehangatan ini tidak hanya meningkatkan semangat belajar anak-anak, tetapi juga menciptakan pengalaman spiritual yang bermakna.
Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat Dusun Glagah Ombo dan pengurus TPQ setempat. Ibu Sri, salah satu ustadzah TPQ, mengungkapkan rasa syukurnya atas kehadiran para mahasiswa. “Kehadiran mahasiswa KKM ini membawa energi baru. Anak-anak jadi lebih antusias belajar, dan kami sangat terbantu dengan program-program yang mereka jalankan,” tuturnya.
Kelompok Philoxenia berharap bahwa kegiatan ini tidak hanya memberikan dampak jangka pendek berupa peningkatan kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga membentuk karakter anak-anak yang tangguh, berbudi pekerti luhur, dan berakhlak mulia. Mereka juga ingin memberikan inspirasi kepada masyarakat untuk terus mendukung pendidikan agama sebagai pondasi dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata semangat kelompok Philoxenia UIN Malang dalam menjalankan misi sosial dan keagamaan. Mereka tidak hanya membantu anak-anak TPQ untuk memahami agama dengan lebih baik, tetapi juga memberikan teladan bagaimana generasi muda mampu menjadi agen perubahan yang berdampak positif bagi lingkungan sekitarnya. Kelompok ini percaya bahwa melalui pendidikan, mereka dapat turut membangun generasi Qurani yang unggul dan menjadi kebanggaan bangsa. (sf)
Kontributor: Sirly Nafisa & Muhammad Kifah Abdan Syakuro
HUMAS UIN MALANG – Sebanyak 10 mahasiswa program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Mandiri Integrasi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) mengunjungi sejumlah situs budaya penting di Desa Nyurlembang, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Selasa (24/12/2024).
Situs-situs kebudayaan yang ada di desa tersebut, di antaranya adalah Batu Lileh, Dende Solah, dan Pejenengan atau Kemaliq. Situs ini menjadi saksi bisu kekayaan budaya yang masih terjaga hingga kini.
Eksplorasi Batu Lileh
Destinasi pertama yang dikunjungi adalah Batu Lilih, salah satu dari tujuh mata air yang tidak pernah kering. Tempat ini dipercaya memiliki kesakralan tinggi oleh masyarakat setempat. Dipandu oleh Riko, pemuda lokal yang bersemangat menceritakan sejarah dan tradisi di balik situs tersebut, mahasiswa mendapatkan wawasan mendalam tentang berbagai prosesi adat, seperti pengangkatan kyai, hafiz, kepala dusun, dan kepala desa, yang sering menggunakan mata air ini.
"Pelestarian adat dan budaya adalah tanggung jawab kita bersama, terutama di tengah kemajuan era digital," ujar Muhammad Nur, Ketua Kelompok KKM Mandiri Integrasi. Ia juga menambahkan bahwa modernisasi seharusnya tidak menghapuskan nilai-nilai tradisi lokal.
Legenda Buaya Putih di Dende Solah
Perjalanan berlanjut ke situs budaya Dende Solah, yang menyimpan cerita tentang seekor buaya putih yang ditemukan warga di sawah. Setelah dirawat hingga mati, tubuh buaya itu disimpan di tempat tersebut hingga hanya menyisakan tulang belulang. Masyarakat setempat sangat menghormati dan mensakralkan situs ini karena percaya bahwa buaya tersebut adalah jelmaan.
Namun, karena kekhawatiran terhadap potensi kesyirikan, seorang kyai yang dihormati di Lombok Timur memutuskan untuk memindahkan tulang-tulang buaya tersebut. Keputusan ini diambil untuk menjaga masyarakat dari kepercayaan berlebihan yang bertentangan dengan ajaran agama. Meski demikian, Dende Solah tetap menjadi simbol penting tradisi dan kepercayaan masyarakat Nyurlembang.
Keunikan dan Kesakralan Situs Pajenengan
Situs terakhir yang dikunjungi adalah Pajenengan atau Kemaliq, yang dikenal sebagai tempat kramat oleh masyarakat. Di dalamnya terdapat dipan berkelambu putih, dua tombak, senjata, dan alat perang lainnya. Penjaga situs, Pak Deddy, menjelaskan bahwa situs ini sering dikunjungi oleh masyarakat dari berbagai daerah dengan tujuan yang beragam.
Salah satu kisah menarik dari situs ini adalah keyakinan masyarakat tentang tombak yang ada di dalamnya. Jika tombak tersebut miring ke arah tertentu, dipercaya dapat memengaruhi kondisi kesehatan masyarakat di wilayah yang bersangkutan. Tombak ini juga pernah digunakan untuk mendamaikan konflik antar kampung serta meredam kebakaran.
Namun, situs ini memiliki aturan ketat. Perempuan yang sedang haid atau dalam keadaan tidak suci tidak diperkenankan masuk ke area tersebut. Hal ini mencerminkan nilai-nilai kesucian yang dipegang teguh oleh masyarakat setempat.
Memanfaatkan Era Digital untuk Pelestarian Budaya
Kunjungan ini tidak hanya memperkaya pengetahuan mahasiswa tentang tradisi lokal, tetapi juga menjadi upaya untuk mendukung visi Kepala Desa Nyurlembang, Lukman Nul Hakim, yang ingin menjadikan desanya sebagai destinasi wisata budaya. Dengan memanfaatkan teknologi digital, para mahasiswa berharap dapat membantu menyebarkan informasi tentang situs-situs budaya tersebut ke khalayak yang lebih luas.
Batu Lileh, Dende Solah, dan Pajenengan (Kemaliq) adalah bukti nyata betapa pentingnya menjaga tradisi dan warisan budaya lokal di tengah arus modernisasi. Di era globalisasi yang serba cepat, melestarikan nilai-nilai budaya menjadi langkah penting untuk menjaga identitas bangsa. (sf)