Daftar Penulis: Abadi Wijaya


Book Fair Meriahkan Pekan Kunjung Perpustakaan UIN Maliki Malang, Diskon Hingga 30%
Kamis, 19 September 2024 . in Berita . 450 views
7841_obral.jpg

 

HUMAS UIN MALANG– Dalam rangka menyemarakkan Pekan Kunjung Perpustakaan, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berkolaborasi dengan penerbit UIN Maliki Press menggelar Book Fair yang berlangsung mulai 9 hingga 23 September 2024. Pameran buku yang digelar di teras pintu masuk Perpustakaan Pusat ini menjadi momen spesial bagi para pencinta buku, terutama mahasiswa UIN Malang. Kamis, 19 September 2024.

Hamim, salah satu staf dari UIN Maliki Press, menjelaskan bahwa pameran ini menyuguhkan lebih dari 1.400 judul buku dari berbagai kategori. “Kami menyediakan buku ajar, ilmu kesehatan, sains, hingga buku anak-anak. Dan yang menarik, ada buku kategori anak yang bisa dibeli dengan harga hanya Rp10.000 per eksemplar,” ungkapnya.

7842_book.jpg

Tidak hanya itu, UIN Maliki Press juga memberikan diskon besar-besaran hingga 30%. Bahkan, bagi mahasiswa yang ingin berhemat, tersedia penawaran menarik berupa kantong belanja penuh buku dengan harga hanya Rp.65.000. "Ini adalah bagian dari upaya kami untuk mendukung minat baca mahasiswa," tambah Hamim.

Book Fair ini dibuka setiap hari dari pukul 08.00 hingga 16.00 WIB, memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk datang langsung dan memilih buku yang mereka suka. Namun, Hamim juga menyoroti tantangan di era digital saat ini, di mana minat beli buku cetak di kalangan mahasiswa mengalami penurunan. "Banyak dari mereka kini lebih memilih mencari literasi dari jurnal online atau e-book gratis yang tersedia di internet," jelasnya.

Meski demikian, pameran ini diharapkan tetap dapat menarik minat mahasiswa dan masyarakat umum untuk kembali menjelajahi kekayaan literasi melalui buku-buku cetak yang ditawarkan dengan harga terjangkau. Jadi, jangan lewatkan kesempatan berburu buku favorit di Book Fair UIN Maliki!

Lebih Lanjut »
UIN Malang Gelar Pertemuan dengan Asesor UI GreenMetric, Komitmen Wujudkan Green Campus
Rabu, 18 September 2024 . in Berita . 492 views

 

7838_penyerehan-cinderamata.jpg

HUMAS UIN MALANG, (18/9) – Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menunjukkan komitmennya untuk menjadi kampus yang ramah lingkungan. Pada Rabu (18/9), di Gedung Rektorat lantai 5, UIN Maliki Malang menyelenggarakan pertemuan ketiga dengan Asesor UI GreenMetric untuk membahas lebih lanjut langkah-langkah menuju kampus hijau. Acara ini dihadiri oleh para pimpinan universitas, tim Panitia Ad Hoc (PAC), dan Asesor UI GreenMetric.

Pertemuan ini merupakan kelanjutan dari upaya UIN Maliki Malang dalam mengintegrasikan nilai-nilai Islam terkait pelestarian lingkungan ke dalam pengelolaan kampus. Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA, dalam sambutannya menyatakan bahwa konsep green campus sejalan dengan nilai-nilai Islam yang menekankan pentingnya menjaga hubungan baik dengan Tuhan, manusia, dan lingkungan.

"Program green campus atau UI GreenMetric sebenarnya sudah menjadi bagian dari jiwa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, karena doktrin Islam adalah upaya menjaga lingkungan," ujar Prof. Zainuddin. Ia juga menekankan bahwa alam semesta adalah titipan Tuhan, sehingga menjaga kelestariannya menjadi tanggung jawab bersama. "Doktrin atau norma ini harus kita implementasikan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk memelihara lingkungan kampus yang bersih, indah, nyaman, dan aman."

7840_oke.jpg

Lebih lanjut, Prof. Zainuddin menekankan bahwa UIN Maliki Malang bertekad untuk mengembangkan kampus menjadi lebih hijau dan asri, mengusung konsep green campus dan smart campus. "Kami ingin kampus ini tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga destinasi wisata dan olahraga," tambahnya.

Dalam acara tersebut, UIN Maliki Malang menerima sertifikat UI GreenMetric dan menyerahkan cinderamata kepada Asesor UI GreenMetric sebagai simbol kerja sama dan komitmen bersama dalam mewujudkan kampus hijau. Selain itu, dilakukan pula penandatanganan komitmen Green Campus bersama para pimpinan UIN Maliki Malang.

Dr. Nyoman Suwartha, S.T., M.T., M.Agr., salah satu asesor UI GreenMetric, memberikan apresiasi atas potensi UIN Malang sebagai kampus hijau. "Kami melihat potensi UIN Malang sangat besar dengan luas kampus yang dimiliki," ujar Dr. Nyoman. Pada pagi hari sebelum pertemuan, tim asesor juga telah mengunjungi Kampus 3 untuk melihat langsung implementasi program green campus di lapangan.

7839_asesor.jpg

Sementara itu, Prof. Dr.-Ing. Ir. Dwita Sutjiningsih, Dipl. HE, memberikan beberapa rekomendasi untuk meningkatkan efektivitas program green campus di UIN Maliki Malang. Ia menyoroti perlunya peran tim PAC yang lebih terstruktur hingga ke level fakultas, dosen, mahasiswa, dan staf tenaga kependidikan. "Saat ini, tim PAC berada pada level universitas, sehingga sulit mengumpulkan data dan informasi secara menyeluruh. Diperlukan penyelarasan dari level universitas hingga fakultas dan seluruh civitas akademika," ungkap Prof. Dwita.

Acara ini diharapkan menjadi momentum bagi UIN Maliki Malang untuk terus meningkatkan upaya dalam mewujudkan kampus hijau yang berkelanjutan. Dengan komitmen bersama, dukungan seluruh pimpinan, dosen, mahasiswa, dan staf, UIN Maliki Malang optimis dapat menjadi contoh bagi kampus-kampus lain dalam implementasi program green campus.

Penyerahan sertifikat dan cinderamata, serta penandatanganan komitmen bersama ini, menjadi langkah nyata UIN Maliki Malang dalam mengintegrasikan konsep green campus dan smart campus, yang tidak hanya menjadikan kampus sebagai pusat pendidikan, tetapi juga destinasi wisata dan olahraga yang ramah lingkungan.

Reporter: Azman Fawwazi

 

Lebih Lanjut »
Pelatihan Jurnalistik BI Corner di UIN Maliki Malang: Bentuk Jurnalis Muda yang Tangguh
Rabu, 18 September 2024 . in Berita . 236 views
7835_kholid.jpg

HUMAS UIN MALANG – Pekan Kunjungan Perpustakaan kali ini di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terasa semakin istimewa. Bersama BI Corner, kampus ini mengadakan pelatihan jurnalistik yang menyasar seluruh sivitas akademika UIN Maliki Malang. Dalam kegiatan yang digelar Rabu, 18 September 2024, hadir sebagai pemateri Kholid Amrullah, seorang wartawan Jawa Pos sekaligus alumni UIN Maliki Malang. Rabu, 18 September 2024.

Kholid memaparkan pentingnya belajar jurnalistik sebagai fondasi untuk menulis dengan baik. "Jurnalistik mengajarkan kita untuk selalu berpikir kritis dan peka terhadap hal-hal yang menarik perhatian banyak orang," ujarnya. Lebih lanjut, ia menekankan bahwa seorang wartawan harus mampu menyampaikan informasi dengan cara yang sederhana dan mudah dipahami oleh pembaca.

7836_okj.jpg

Menurut Kholid, menulis berita tidak hanya soal merangkai kata, tetapi juga tentang kemampuan memilah informasi penting untuk dijadikan *lead* berita. "Sebelum menulis, kita harus menentukan apa yang paling penting untuk disampaikan di paragraf pertama. Itulah yang membuat sebuah berita menjadi menarik dan informatif," ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa belajar jurnalistik bukan hanya akan meningkatkan kepekaan, tetapi juga sangat bermanfaat bagi mahasiswa, terutama dalam menyusun skripsi. "Kepekaan dalam jurnalistik akan membantu mahasiswa untuk lebih kritis dan terstruktur dalam berpikir," katanya.

7837_ks.jpg

Selain itu, Kholid juga menekankan bahwa menjadi seorang jurnalis membutuhkan kerendahan hati dan keberanian untuk terus belajar. "Menjadi jurnalis itu tidak boleh gengsi dalam melakukan sesuatu. Orang yang bisa menulis akan selalu berada di posisi yang berbeda dan memiliki nilai lebih di mata banyak orang," tambahnya.

Pelatihan ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat baru bagi para peserta untuk mengeksplorasi dunia jurnalistik yang penuh tantangan namun sangat bermanfaat, baik dalam dunia akademik maupun karier di masa depan.

Lebih Lanjut »
Forum FGD LPPM PTN se-Jawa Timur: Fokus pada Kolaborasi Riset Internasional
Rabu, 18 September 2024 . in Berita . 474 views
7832_evi.jpg

HUMAS UIN MALANG - Focus Group Discussion (FGD) yang digelar oleh forum Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Perguruan Tinggi Negeri (PTN) se-Jawa Timur menghadirkan 12 perwakilan PTN dengan fokus utama pada kolaborasi riset, baik dengan perguruan tinggi dalam maupun luar negeri. Rabu, 18 September 2024.

Evi Eliyanah, Ph.D., M.A., salah satu narasumber dari Universitas Negeri Malang (UM) menekankan pentingnya memetakan kekuatan dan sumber daya untuk kolaborasi riset internasional. Menurutnya, peluang kerja sama di bidang penelitian, pengabdian kepada masyarakat (PkM), dan publikasi ilmiah sangat terbuka lebar. "Langkah awal yang bisa dilakukan adalah dengan memaksimalkan potensi dosen lulusan luar negeri yang memiliki kemampuan bahasa asing yang baik, serta mahasiswa pascasarjana dengan kemampuan bahasa asing baik lisan maupun tulisan," ungkap Evi.

7833_fgd.jpg

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa jejaring yang dimiliki para dosen juga bisa dimanfaatkan untuk melakukan penelitian kolaboratif. Dalam setiap riset, dosen perlu memaksimalkan potensi yang dimilikinya. Menurut Evi, mahasiswa pascasarjana merupakan elemen penting dalam riset dan menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat mutu sumber daya manusia (SDM) dalam riset di lingkungan perguruan tinggi.

"Penelitian kolaboratif dengan memanfaatkan potensi mahasiswa pascasarjana tidak hanya akan meningkatkan kualitas riset, tetapi juga membuka jalan untuk penguatan SDM di tingkat internasional," pungkasnya.

7834_quess.jpg

Forum FGD ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antarperguruan tinggi, sehingga riset yang dihasilkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan, baik di kancah nasional maupun internasional.

Lebih Lanjut »
Andi Kurniawan: Pentingnya Penelitian Kolaboratif Antar PTN
Rabu, 18 September 2024 . in Berita . 495 views
7829_andi.jpg

HUMAS UIN MALANG – Sebanyak 12 perguruan tinggi negeri (PTN) di Jawa Timur berkumpul di Hotel Ijen Suites, Kota Malang, dalam Forum Group Discussion (FGD) yang digelar oleh LPPM PTN se-Jatim. Acara yang diselenggarakan pada Rabu ini dibuka secara resmi oleh Rektor UIN Malang, Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA. Kehadiran Rektor UIN Malang sebagai pembuka acara menjadi kehormatan tersendiri bagi para peserta yang hadir. Rabu, 18 September 2024.

Salah satu pemateri dalam FGD, Andi Kurniawan, yang merupakan Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Pengembangan Lembaga Universitas Brawijaya (UB), menjelaskan pentingnya penelitian kolaboratif antarperguruan tinggi. Menurutnya, penelitian kolaboratif dapat menjadi pemicu ide-ide segar yang menghasilkan rekomendasi yang bermanfaat. Setidaknya, ada tujuh kolaborasi penelitian dan publikasi yang berbasis pada isu-isu lokal yang menjadi fokus setiap PTN dalam riset mereka.

“Kita perlu mendorong publikasi multidisiplin antar universitas untuk memperkuat kualitas penelitian di setiap perguruan tinggi. Kolaborasi ini bukan hanya penting, tetapi juga sangat membantu dalam mengembangkan riset yang lebih luas dan berdampak,” ujar Andi Kurniawan dalam paparannya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kerja sama antar universitas dapat diperkuat melalui proses inkubator penulisan ilmiah bersama, yang nantinya dapat mengangkat isu-isu lokal menjadi topik penelitian yang relevan. "Selain itu, kolaborasi ini juga membutuhkan dukungan pendanaan bersama, yang dapat diakomodasi melalui program khusus untuk riset kolaboratif," paparnya.

Salah satu poin penting lainnya yang dibahas dalam FGD ini adalah pembentukan jaringan peer review antar-PTN di Jawa Timur. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas manuskrip penelitian agar dapat dipublikasikan di jurnal-jurnal bereputasi tinggi. "Selain itu, forum ini juga merekomendasikan penyelenggaraan konferensi ilmiah tahunan yang melibatkan seluruh PTN di Jawa Timur, sebagai ajang pertukaran gagasan dan hasil riset terbaru," tegasnya.

Pada akhir diskusi, para peserta sepakat untuk terus meluncurkan isu-isu baru yang relevan sebagai bahan penelitian kolaboratif, dengan harapan dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan perkembangan ilmu pengetahuan. "Forum LPPM PTN se Jatim ini diharapkan mampu menjadi pemantik ide-ide cerdas yang bermanfaat bagi dunia akademis dan masyarakat luas," harapnya.

Dengan semangat kolaborasi yang dibangun dalam FGD ini, perguruan tinggi di Jawa Timur diharapkan dapat terus bersinergi dalam menghasilkan penelitian-penelitian berkualitas yang berdampak luas.

Lebih Lanjut »
Jadi Yudisium Tersukses, Dekan FITK Bakar Semangat Mahasiswa: Keraslah dalam Proses!
Selasa, 17 September 2024 . in Berita . 501 views
7824_yd.jpg

HUMAS UIN MALANG – Sebanyak 525 mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang resmi dikukuhkan sebagai mahasiswa Yudisium Periode III tahun 2024 di Aula Rektorat lantai 5, Kampus 1 UIN Malang, Rabu (11/9/2024).

Yudisium kali ini diawali dengan sosialisasi dari CDC UIN Malang yang menjelaskan berbagai informasi yang berkaitan dengan lowongan pekerjaan, penjaringan karir untuk alumni, baik profesi guru maupun profesi lainnya. “Hal ini dilakukan sebagai langkah dalam mewadahi alumni dalam mencari pekerjaan,” ujar Dimas Ferry Sasongko, pembicara saat itu.

Lebih lanjut, dekan mengatakan bahwa perjuangan jajaran fakultas yang tidak pernah lelah mengawal demi keberhasilan mahasiswanya. Ia menyebutkan, “Tiada hari tanpa lembur, semata2 untuk kita semua, apalagi tahun ini FITK tahun akreditasi. Karena mahasiswa bagus jika tidak diikuti akreditasi yang bagus, maka akan kurang bermakna,” tuturnya penuh semangat.

Wakil Dekan II, Dr. H. Abdul Basith, M.Si, turut membacakan prestasi-prestasi bidang non-akademik dan tahfidz 30 Juz yang didominasi oleh beberapa mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam. Diantaranya, Atiris Syari’ah (jumlah artikel ilmiah terbanyak), Nafa Nabilah (presenter dan delegasi UIN Malang), serta Sulthan Fathani yang mencatatkan prestasinya sebagai penulis buku termuda saat semester dua. Nama-nama berikutnya sebagai penghafal Al-Quran 30 Juz, Fatkhul Wahhab, Tamara Diina, Rizal Khoirul Umam, Ridwan Effendy, dan sisanya Anisa Salsabila dari Prodi Magister Pendidikan Matematika.

Anisa Salsabila selaku perwakilan mahasiswa menyampaikan terima kasih dan menceritakan perjuangannya selama belajar di kampus. "Terima kasih saya bersyukur atas pencapaian ini, dan berharap agar dapat menaiki gunung yang lebih tinggi, karena sejak awal perjalanan studi di UIN Malang menjadi perjuangan yang sangat berat namun kita bekerja keras untuk selalu disiplin," kesannya haru.

Anisa menambahkan, "Terima kasih kepada bapak ibu dosen pengajar, semoga ketulusanmu menjadi amal jariyah," imbuhnya.

Sejalan dengan pernyataan Anisa, upaya demi upaya terus diusahakan oleh pimpinan fakultas agar nama baik UIN Malang tetap terjaga dengan baik, khususnya gelar dosen dan gerak karir dosen yang memengaruhi level dinamika muara perguruan tinggi didukung dengan akreditasi unggul.

Selain itu, dekan meminta semua mahasiswa agar aktif dalam menerapkan ilmunya dimanapun berada, terutama dalam pengembangan llmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Menurutnya, tidak ada orang yang hebat, melainkan hanyalah orang yang berlatih keras dalam proses. “Tidak ada gunanya kita mati-matian mengangkat derajat fakultas tapi mentalnya memble," tegasnya.

Pesan terakhir yang disampaikan dekan saat Yudisium kemarin, sesegera mungkin alumni memanfaatkan kesempatan dengan baik dan menunjukkan kehebatan versi masing-masing, karena semua makhluk di dunia ini tidak ada yang rendah, karena masing-masing punya kemuliannya sendiri. (sf)

Kontributor: FITK

Editor: Sulthan Fathani Elsyam

Lebih Lanjut »
Yudisium FITK Periode III Tahun 2024: Raih Predikat Sempurna, Mahasiswi Magister Pendidikan Matematika Ini Borong Prestasi Akademik dan Non-Akademik
Selasa, 17 September 2024 . in Berita . 1606 views
7821_ans.jpeg

HUMAS UIN MALANG – Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang patut berbangga atas prestasi yang mahasiswanya. Ya, Anisa Salsabila, mahasiswi Program Studi Magister Pendidikan Matematika sang pemborong penghargaan akademik dan non-akademik saat Yudisium Periode III tahun 2024, Rabu lalu (11/9/24).

Anisa, sapaan akrabnya, berhasil menorehkan IPK 4.00 dengan predikat Cumlaude serta menamatkan 30 Juz sebagai prestasi akademik dan non-akademiknya. Dirinya mengaku senang atas capaian ini, meski perjalanannya tidak mudah. Bahkan, ia harus melewati banyak ujian dan tantangan dengan berbagai rasa lelah dan hampir menyerah.

“Alhamdulillah bersyukur banget, walaupun banyak sekali rintangannya, berat pasti. Namun, dengan tekad yang kuat, dukungan dari orang-orang tercinta, dan bimbingan dari Bapak Ibu Dosen, kita berhasil melewati semuanya. Selama di sini, saya belajar bahwa sukses bukan hanya tentang nilai, tetapi tentang bagaimana kita berproses, bagaimana kita belajar dari kegagalan, dan bagaimana kita berinteraksi dengan sesama,” ungkap perempuan yang pernah berlaga di MQK itu.

7823_ans.jpeg

Ditanya soal motivasinya, Anisa menuturkan dirinya dulu pernah nge-down karena IPK-nya turun. Namun, ia bangkit dari kegagalan dan terus konsisten belajar memaknai matematika dalam manajemen waktu. “Matematika mengajarkan sebuah konsistensi yang bernilai, adanya konsistensi itu juga ada nilai-nilai matematikanya sendiri. Jangan fokus pada hasilnya saja, nikmati prosesnya, jangan pernah berhenti utk melangkah,” tuturnya.

Selain itu, dirinya menyebut bahwa belajar matematika itu belajar banyak hal. Menurutnya, bukan hanya hitung-hitungan, melainkan simbol, logika, kebahasaan, problem solving. Justru itu yang membantu saya di kehidupan sehari-hari. “Matematika itu belajar keteraturan, karena semua itu ada porsinya masing-masing, harus teliti misalnya,” sebutnya.

Anisa juga menambahkan, “sebuah kebenaran jika kita mengatakannya itu salah, maka kita termasuk orang-orang yang salah, namun jika suatu kebenaran kita mengatakannya benar, makan kita termasuk orang-orang yang benar,” imbuhnya.

Gelar yang diraih, menurutnya, bukan hanya simbol akademik, tetapi juga sebagai amanah besar. “Kita lulusan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, tanggung jawab kita adalah mencetak generasi masa depan, tidak hanya sebagai ahli di bidang ilmu, tetapi juga sebagai sosok bijaksana yang siap terus belajar,” tandasnya.

7822_ans.jpeg

Anisa yang juga tercatat sebagai mahasiswa program Fast-Track, membeberkan tips memudahkan meraih gelar sempurna itu. “Jangan takut dan ragu diskusi dengan dosen-teman utk bergerak berkembang dari zona nyaman dan mengejar teman-teman yang sudah lebih jauh melangkah,” ungkapnya sambil tersenyum.

Ia juga berpesan kepada rekan-rekan alumni untuk menjaga nama baik almamater dan terus berinovasi, tetaplah rendah hati menjaga silaturrahmi di antara kita semua dan berharap Allah SWT mengiringi setiap langkahnya dengan segala keberkahan-Nya.

Ditemui terpisah, Dekan FITK, Nur Ali mengapresiasi penuh atas prestasi mahasiswanya yang mampu mengintegrasikan kemampuan pengetahuan umum dan agamanya sehingga menjadi bukti di atas panggung Yudisium. Sebagai informasi, Prodi Magister Pendidikan Matermatika saat ini masih berada di naungan FITK bersama S1 Tadris Matematika dan Prodi S1 lainnya. (sf)

Kontributor: FITK

Editor: Sulthan Fathani Elsyam

 

 

 

Lebih Lanjut »
Rektor UIN Malang Tekankan Pentingnya Fokus pada Pelayanan Mahasiswa dalam Rapat Evaluasi
Selasa, 17 September 2024 . in Berita . 308 views
7820_becanda.jpg

HUMAS UIN MALANG – Dalam penghujung rapat evaluasi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Rektor Prof. Dr. Zainuddin menyampaikan apresiasinya kepada para pimpinan universitas yang telah menjalankan tugas mereka dengan baik. Namun, ia juga menekankan adanya beberapa hal yang perlu dipercepat, mengingat pentingnya koordinasi dan pelaporan target yang telah disepakati bersama. Selasa, 17 September 2024.

"Terima kasih kepada para pimpinan yang sudah melaksanakan tugasnya. Memang ada beberapa hal yang harus dipercepat, oleh sebab itu rapat koordinasi ini cukup efektif untuk menyampaikan laporan hasil target yang sudah disepakati," ujarnya.

Salah satu fokus utama yang dibahas adalah persoalan di Kampus Tiga UIN Malang, yang masih baru dan menghadapi sejumlah tantangan. Rektor menekankan pentingnya langkah cepat dan responsif dalam menyelesaikan masalah yang ada. "Kampus Tiga masih baru, dan jika ada banyak masalah, kita harus segera tanggap untuk mengatasinya," tegasnya.

Selain itu, Prof. Zainuddin mengingatkan agar seluruh pimpinan UIN Malang bekerja dengan fokus pada kebutuhan mahasiswa. Ia juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan kampus yang aman dan bebas dari tindakan perundungan. "Di UIN Malang, jangan sampai ada perundungan di kalangan mahasiswa seperti yang terjadi di kampus lain," tambahnya.

Mengakhiri rapat, Rektor menekankan bahwa semua pekerjaan yang dilakukan harus dilandasi niat yang ikhlas. "Kita niatkan semua pekerjaan ini lillahi ta'ala, dan tentunya ini sebagai ladang ibadah kita bersama," tutupnya, memberikan semangat kepada seluruh peserta rapat.

Rapat evaluasi ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi kemajuan UIN Malang dalam memberikan layanan terbaik untuk mahasiswa dan menciptakan lingkungan akademik yang lebih baik.

Lebih Lanjut »
Arahan Rektor: Fokus pada Progres dan Target Output dan Akreditasi Unggul
Selasa, 17 September 2024 . in Berita . 381 views
7819_evaluasi.jpg

HUMAS UIN MALANG-Siang ini, Selasa, 17 September 2024, Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar rapat koordinasi dan evaluasi hasil kinerja triwulan kedua. Dipimpin langsung oleh Rektor UIN Malang, Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA, rapat ini melibatkan para dekan, ketua unit, lembaga, serta direktur Pascasarjana. Acara berlangsung di ruang rektor dengan tujuan untuk memastikan adanya progres nyata dari evaluasi sebelumnya.

Dalam pengarahan pembuka, Prof. Zainuddin menekankan pentingnya percepatan progres di seluruh lini. "Progres report mulai dari input, proses, hingga income harus memiliki target waktu yang jelas. Termasuk penyelesaian one gate system atau Maliki Gate System sebagai basis big data untuk layanan di kampus ini," tegasnya.

Target Akreditasi Prodi dan Sitasi Jurnal

Ketua Lembaga Penjaminan Mutu, Dr. Helmy Syaifuddin, juga menyampaikan tantangan besar yang dihadapi saat ini, yakni pencapaian target 75 persen program studi (prodi) unggul. Dari 53 prodi yang ada, saat ini hanya 16 yang sudah terakreditasi unggul, sementara 5 prodi terakreditasi A. “Sisanya, 11 prodi terakreditasi B dan 9 prodi dengan nilai 'baik sekali'. Jika diprosentase, baru mencapai 45 persen, belum 75 persen,” ungkapnya.

Meski target tersebut berat, Dr. Helmy optimistis dengan upaya yang lebih intensif, termasuk meningkatkan sitasi jurnal terindeks Scopus. Ia juga mengingatkan para direktur, dekan, dan ketua rumah jurnal untuk bekerja lebih keras guna mencapai target tersebut.

Peningkatan Kualitas Dosen dan Karyawan

Rapat ini juga menyoroti pentingnya pembinaan dosen dan karyawan melalui program moderasi beragama dan konsep keluarga sakinah sebagai bagian dari pembangunan religius-spiritual di lingkungan kampus. Selain itu, program Kuliah Kerja Nyata (KKN) berbasis Dzurriyyah Thayyibah dan Qoryah Thoyyibah akan terus digalakkan untuk meningkatkan kontribusi kampus dalam pengabdian kepada masyarakat.

Tantangan Humas dan Percepatan Kerja Sama

Sektor humas juga mendapat perhatian khusus dari Rektor UIN Malang. Ia menegaskan pentingnya kecepatan dan ketepatan dalam penyebaran informasi. “Humas tidak boleh lambat. Kita harus gencar dan aktif di media sosial, karena di era ini, kecepatan informasi adalah kunci keberhasilan. Jika kita lambat, kompetitor akan mendahului,” katanya.

Selain itu, Rektor Zainuddin juga mendorong peningkatan kerja sama dan kolaborasi dengan berbagai pihak, baik di dalam negeri maupun internasional, guna memperkuat posisi UIN Malang sebagai perguruan tinggi terkemuka.

Rapat evaluasi ini diharapkan mampu memberikan arah yang jelas bagi seluruh pimpinan dan sivitas akademika UIN Malang untuk mencapai target-target strategis di tahun 2024.

Lebih Lanjut »

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up