HUMAS UIN MALANG - Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang terus memperkuat komitmennya untuk menjadi kampus unggul dengan reputasi internasional. Pada Jumat (8/6/2024), di Auditorium Lantai IV Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Maliki Malang mengadakan acara Sosialisasi Program Universitas dan Penguatan Mental bagi para penerima beasiswa tahun 2024.
Dalam acara ini, Dr. Barnoto, M.PdI, selaku Biro AAK UIN Malang, menyampaikan bahwa UIN Malang telah mencapai akreditasi unggul. Namun, menurutnya, pencapaian tersebut bukan akhir dari perjuangan. "Meskipun sudah unggul, kita harus terus mengupayakan agar dapat menjadi kampus unggul bereputasi internasional," tegas Dr. Barnoto.
Acara tersebut tidak hanya berfokus pada sosialisasi program universitas, tetapi juga pada penguatan keterampilan menulis karya ilmiah bagi para penerima beasiswa. Dr. Barnoto menekankan pentingnya peran mahasiswa beasiswa dalam membantu mewujudkan visi kampus berstandar internasional. Ia juga menegaskan akan adanya evaluasi berkala untuk memastikan bahwa para penerima beasiswa adalah individu yang tepat dan mampu berkontribusi aktif bagi universitas.
"Setiap mahasiswa penerima beasiswa harus aktif dan memberikan kontribusi kepada universitas. Mahasiswa diharapkan mampu mempublikasikan karya ilmiah mereka di Maliki Islamic Journal (MIJ), yang merupakan wadah bagi mahasiswa untuk mempublikasikan karya ilmiahnya," tambahnya.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para mahasiswa dapat meningkatkan dan mempertahankan prestasi mereka, serta turut serta dalam upaya menjadikan UIN Maliki Malang sebagai kampus unggul bereputasi internasional.
HUMAS UIN MALANG - Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar pertemuan penting yang dihadiri oleh 40 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan kampus. Pertemuan ini diadakan untuk melakukan koordinasi persiapan usulan jabatan akademik Lektor Kepala (LK) dan Guru Besar (GB) masa peralihan. Acara ini berlangsung di ruang rapat gedung rektorat lantai 3 dan dipimpin langsung oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag. Jumat, 7 Juni 2024. Dalam arahannya, Prof. Umi Sumbulah menekankan pentingnya koordinasi ini sebagai langkah strategis untuk mempersiapkan pengajuan jabatan akademik yang lebih matang dan terstruktur. "Pertemuan ini sangat krusial untuk memastikan bahwa semua persyaratan dan prosedur dapat dipenuhi dengan baik. Koordinasi yang baik akan memperlancar proses usulan jabatan akademik sehingga dapat meningkatkan kualitas dan jumlah tenaga pengajar berjabatan akademik di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang," ujarnya.
Prof. Umi juga menyampaikan beberapa poin penting yang harus diperhatikan oleh para ASN. Pertama, beliau menekankan pentingnya pemahaman mendalam mengenai regulasi dan persyaratan yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. "Kita harus benar-benar memahami setiap detail regulasi agar tidak ada kesalahan dalam pengajuan dokumen," tegasnya. Kedua, Prof. Umi mengingatkan tentang pentingnya kualitas penelitian dan publikasi ilmiah sebagai salah satu syarat utama dalam pengajuan jabatan akademik. "Penelitian dan publikasi ilmiah harus terus ditingkatkan. Ini bukan hanya soal memenuhi syarat, tetapi juga soal kontribusi kita terhadap ilmu pengetahuan dan reputasi akademik kampus," tambahnya. Ketiga, beliau menekankan perlunya sinergi dan kerjasama antara semua pihak yang terlibat. "Koordinasi ini juga bertujuan untuk memperkuat kerjasama antar unit di lingkungan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Semua pihak harus saling mendukung dan bekerja sama demi mencapai tujuan bersama," kata Prof. Umi. Dalam kesempatan tersebut, para peserta juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan mengajukan pertanyaan terkait proses pengajuan jabatan akademik. Diskusi ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif dan solusi terhadap berbagai kendala yang mungkin dihadapi. Dengan diadakannya koordinasi ini, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berharap dapat meningkatkan jumlah dosen yang berhasil meraih jabatan akademik Lektor Kepala dan Guru Besar, yang pada gilirannya akan meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian di kampus. "Kami optimis, dengan persiapan yang baik dan kerjasama yang solid, kita dapat mencapai target yang telah ditetapkan," pungkas Prof. Umi. Acara ini diakhiri dengan sesi foto bersama dan ramah tamah, menandai semangat kebersamaan dan komitmen untuk terus maju dan berkembang demi kemajuan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
HUMAS UIN MALANG - Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Dr. H. A. Fatah Yasin, M.Ag, resmi melantik pengurus Dewan Mahasiswa (Dema) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang untuk periode 2024. Acara pelantikan yang berlangsung di Gedung D ini dihadiri oleh jajaran birokrasi kampus dan mahasiswa. Jumat, 7 Juni 2024. Dalam sambutannya, Dr. Fatah Yasin menyampaikan bahwa pelantikan pengurus Dema kali ini memang sedikit tertunda. Namun, beliau menekankan bahwa keterlambatan tersebut bukanlah masalah besar, melainkan bagian dari tantangan dalam mengkonsolidasikan seluruh elemen mahasiswa. "Mengumpulkan orang itu tidak mudah, butuh strategi yang matang," ujarnya. Dr. Fatah Yasin juga memberikan beberapa pesan penting kepada para pengurus yang baru dilantik. Pertama, beliau menekankan pentingnya berorganisasi. "Berorganisasi itu penting. Ketika Anda mengatakan bahwa organisasi itu tidak penting, mungkin iya untuk sekarang. Tapi suatu saat nanti, Anda akan merasakan pentingnya berorganisasi setelah keluar dari kampus," tegasnya. Beliau menambahkan bahwa niat utama dalam berorganisasi haruslah apa yang bisa disumbangkan kepada organisasi, bukan apa yang bisa didapatkan. Kedua, Dr. Fatah Yasin berharap para pengurus Dema dan Senat Mahasiswa (Sema) sering berdiskusi dan bertukar ilmu dalam menghadapi berbagai tantangan dan isu yang berkembang. "Dari diskusi itu akan muncul energi, inovasi, dan aksi," tambahnya.
Pesan ketiga adalah menjaga nama baik almamater. Beliau mengingatkan agar masalah yang terjadi tidak dibesar-besarkan di media dan pentingnya menjaga komunikasi serta koordinasi demi nama baik kampus. "Jangan sampai ada masalah kecil dibesar-besarkan di media. Jaga komunikasi dan koordinasi demi menjaga nama baik kampus kita bersama," pesannya. Menjelang penerimaan mahasiswa baru 2024, Dr. Fatah Yasin mengajak seluruh pengurus untuk mengawal kebutuhan mahasiswa dengan baik melalui komunikasi dan koordinasi yang efektif. Selain itu, beliau menyampaikan pesan dari Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang agar prestasi akademik dan non-akademik mahasiswa terus ditingkatkan. "Pengurus Sema, Dema, dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) harus turut serta meningkatkan prestasi akademik dan non-akademik karena itu adalah kelebihan kita dibanding mereka yang tidak ikut organisasi," ujarnya. Di akhir sambutannya, Dr. Fatah Yasin mengucapkan selamat kepada para pengurus yang baru dilantik dan berharap mereka dapat menjalankan amanah dengan baik serta menjaga kebersamaan dan nama baik almamater kampus. Dengan dilantiknya pengurus Dema 2024, diharapkan semangat baru dalam mengemban tugas dan tanggung jawab dapat memberikan kontribusi positif bagi kemajuan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
HUMAS UIN MALANG_Yogyakarta, 6 Juni 2024 - Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Malang, Prof. Dr. HM. Zainuddin, MA, bersama Guru Besar Ilmu Hukum UIN Malang, Prof. Dr. H. Saifullah, S.H., M.Hum., menghadiri undangan Biro Hukum Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dalam kegiatan Uji Publik Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi. Acara ini berlangsung di Hotel Marriott Yogyakarta dan dihadiri oleh para rektor serta perwakilan perguruan tinggi dari seluruh Indonesia, termasuk para ahli dan praktisi di bidang pendidikan tinggi.
Kegiatan ini bertujuan untuk mewujudkan tata kelola pendidikan tinggi yang terpadu dan responsif terhadap perkembangan zaman. Pembentukan RPP ini didasari oleh beberapa faktor penting. Pertama, terdapat enam peraturan pemerintah yang merupakan peraturan pelaksanaan UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, serta UU Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Peraturan-peraturan tersebut meliputi PP Nomor 37 Tahun 2009 tentang Dosen, PP Nomor 14 Tahun 2010 tentang Pendidikan Kedinasan, PP Nomor 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi, PP Nomor 26 Tahun 2015 tentang Bentuk dan Mekanisme Pendanaan Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum yang telah diubah dengan PP Nomor 8 Tahun 2020, PP Nomor 46 Tahun 2019 tentang Pendidikan Tinggi Keagamaan, dan PP Nomor 57 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Perguruan Tinggi oleh Kementerian Lain dan Lembaga Pemerintah Non Kementerian.
Kedua, terdapat kebutuhan untuk menyelaraskan peraturan-peraturan tersebut guna menghindari penafsiran yang berbeda di masyarakat akibat substansi yang sama diatur dalam beberapa peraturan yang terpisah. Ketiga, diperlukan rancangan kebijakan pendidikan tinggi yang mampu membangun ekosistem pendidikan menuju transformasi sistemik. Terakhir, peraturan-peraturan yang ada saat ini belum sepenuhnya mengakomodasi dinamika yang terjadi di masyarakat.
Dalam diskusi mengenai substansi baru dalam RPP, Prof. Zainuddin dan Prof. Saifullah memberikan rekomendasi aspek-aspek kunci dan tinjauan kritis. Kehadiran mereka mencerminkan partisipasi aktif UIN Malang dalam merumuskan kebijakan pendidikan tinggi yang lebih baik dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat akademik.
Uji publik ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman sekaligus memberikan kesempatan kepada masyarakat, terutama pemangku kepentingan di dunia pendidikan tinggi, untuk memberikan masukan dan pendapat terkait rancangan peraturan tersebut. Sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam mengembangkan arah kebijakan pendidikan nasional di masa depan merupakan kunci keberhasilan pembangunan di Indonesia.
HUMAS UIN MALANG- UKM Pencak Silat Pagar Nusa dari Universitas Islam Negeri (UIN) Malang berhasil meraih gelar juara umum di Kejuaraan Pasuruan National Martial Arts 2024.
Ajang bergengsi ini memperebutkan Piala Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI serta Penjabat (PJ) Bupati Pasuruan 2024. Kejuaraan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Pasuruan ini berlangsung di GOR Sasana Krida Pasuruan pada 24-26 Mei 2024.
Dengan semangat dan tekad yang kuat, para atlet UKM Pencak Silat Pagar Nusa UIN Malang berkompetisi dalam berbagai kategori, yaitu tanding, seni tunggal, seni ganda, dan seni beregu. Dominasi mereka terlihat jelas dengan prestasi gemilang di berbagai kategori tersebut. Banyak atlet yang berhasil melangkah hingga babak final, meskipun ada yang gugur di babak semi final. Namun, mereka semua menunjukkan kekuatan dan keunggulan luar biasa di arena pertandingan.
Dalam kejuaraan ini, UKM Pencak Silat Pagar Nusa UIN Malang berhasil meraih juara umum dengan perolehan total 9 medali emas, 10 perak, dan 11 perunggu. Prestasi ini menjadi sejarah baru dan mendorong semangat juang para atlet UKM Pencak Silat Pagar Nusa UIN Malang untuk meraih pencapaian yang lebih tinggi di masa yang akan datang.
HUMAS UIN MALANG - Klinik Rawat Jalan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, yang berada di bawah naungan Pusat Pelayanan Kesehatan Masyarakat (P2KM), mengikuti proses akreditasi yang dilakukan oleh Lembaga Akreditasi Fasilitas Kesehatan Primer (Lafkespri). Tim surveyor dari Lafkespri, yang terdiri dari Dr. dr. Farida Rusnianah, M.Kes, SP.KKLP (K), dan Anang Yulianto, S.Kep. S.H., MM. CRM., memimpin langsung akreditasi ini. Jumat, 31 Mei 2024.
Acara pembukaan akreditasi berlangsung di Ruang Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Dalam sambutannya, Rektor UIN Malang, Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada tim surveyor dan berbagai pihak yang terlibat, termasuk Dinas Kesehatan Kota Malang, Pembina Klinik, Kepala Biro AUPK UIN Malang, Pusat Pengembangan Bisnis (P2B) UIN Malang, serta Lembaga Penjaminan Mutu UIN Malang. "Klinik UIN Malang merupakan embrio dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan yang diharapkan dapat menjadi rumah sehat pendidikan, membantu masyarakat umum sekitar untuk datang berobat," ujar Prof. Zainuddin.
Pembina Klinik UIN Malang, Prof. Dr. dr. Bambang Pardjianto, Sp. BP. RE (K), dalam sambutannya menceritakan sejarah klinik yang sudah berdiri sejak 15 tahun lalu. "Dengan adanya akreditasi ini, kami berharap Klinik UIN Malang semakin maju dan dikenal luas oleh masyarakat," ungkap Prof. Bambang. Dr. dr. Farida Rusnianah, M.Kes, SP.KKLP (K), menyampaikan bahwa tujuan dari akreditasi ini adalah agar Klinik UIN Malang dapat menjadi wahana pendidikan bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) serta memberikan layanan kesehatan berkualitas bagi masyarakat. "Harus dibedakan antara lembaga kesehatan primer dan sekunder. Klinik harus tetap berjalan, dan rumah sakit harus diupayakan," tambah Dr. Farida.
Setelah acara pembukaan, tim surveyor langsung menuju Klinik Rawat jalan untuk melakukan peninjauan lapangan. Mereka disambut dengan tari cuci tangan yang dipersembahkan oleh tim Klinik UIN Malang dan dijelaskan tentang prosedur keamanan sebelum memasuki klinik. Dengan adanya asesmen lapangan ini, Klinik UIN Malang berharap mendapatkan hasil paripurna guna meningkatkan kualitas layanan. Proses akreditasi ini menjadi langkah penting bagi Klinik UIN Malang dalam memastikan layanan kesehatan yang diberikan memenuhi standar yang tinggi dan dapat terus berkembang demi kesejahteraan masyarakat. Melalui akreditasi ini, UIN Malang Menuju Layanan Kesehatan Berkualitas. Klinik UIN Malang tidak hanya berupaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan, tetapi juga memperkuat perannya sebagai pusat pendidikan kesehatan bagi mahasiswa dan masyarakat. Ini sejalan dengan visi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang untuk memberikan kontribusi nyata dalam bidang kesehatan melalui pendidikan dan layanan yang unggul.
HUMAS UIN MALANG - Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan pelatihan teknis bagi fasilitator Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Pra Nikah. Pelatihan yang dikemas dalam bentuk Bimbingan Teknik (Bimtek) ini berlangsung selama empat hari, mulai 28 hingga 31 Mei 2024, dan diikuti oleh 55 peserta yang terdiri dari penghulu, penyuluh, pengurus organisasi masyarakat (ormas) Islam, aktivis gender, dan akademisi dari Fakultas Syariah UIN Malang.
Acara pembukaan pelatihan ini dihadiri dan dibuka oleh Wakil Rektor IV Bidang Kerjasama dan Pengembangan Lembaga, Dr. H. Isroqunnajah, M.Ag. Dalam sambutannya, ia menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi dari kerjasama strategis antara Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Islam Kementerian Agama (Kemenag) RI dengan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. "UIN Malang menjadi kampus pertama yang menyambut kerjasama ini, karena salah satu program unggulan UIN Maulana Malik Ibrahim yang dinakhkodai Fakultas Syariah selaras dengan program-program Bimas Islam Kemenag RI yaitu Family Corner," ujar Dr. Isroqunnajah yang akrab dipanggil Gus Is.
Ketua panitia Bimtek, Dr. H. Miftahul Huda, SHI., M.H, mengungkapkan bahwa dalam pelatihan ini, para calon fasilitator mendapatkan pengetahuan awal tentang hakikat perkawinan dan pengelolaan dinamika keluarga. "Pada tahun 2024, Bimbingan Perkawinan akan menjadi kewajiban tanpa pengecualian bagi calon pengantin. Hal ini merupakan salah satu upaya untuk menurunkan angka stunting dan meningkatkan kesejahteraan keluarga," tandas Dr. Miftahul Huda, yang juga merupakan ketua unit Family Corner Fakultas Syariah.
Pelatihan ini menghadirkan sejumlah materi yang disampaikan oleh tim instruktur berpengalaman, seperti persiapan membangun keluarga sakinah, psikologi keluarga, pemenuhan kebutuhan keluarga, kesehatan reproduksi keluarga, menyiapkan generasi berkualitas, dan pengelolaan keuangan keluarga bagi calon pengantin. Salah satu instruktur Bimwin Nasional, Dr. Sugeng Widodo, yang akrab disapa Paman Dodo, mengapresiasi pelaksanaan Bimtek ini. "Bimtek Bimwin yang diselenggarakan oleh Fakultas Syariah UIN Malang luar biasa. Dinamika di kelas semakin hidup karena peserta berasal dari berbagai elemen, termasuk perwakilan Kemenag Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu. Fasilitator yang sudah mendapatkan Bimtek wajib memberikan Bimwin bagi calon pengantin yang mendaftar nikah di KUA setempat. Ini adalah kali pertama Bimas Islam Kemenag RI bekerjasama dengan kampus. Semoga bisa menginspirasi kampus UIN lainnya," ujar Paman Dodo. Dekan Fakultas Syariah, Prof. Dr. Sudirman, menegaskan bahwa target utama kegiatan ini adalah mencetak fasilitator profesional yang mampu memberikan bimbingan perkawinan pra nikah di kota dan kabupaten. "Kami berharap para fasilitator yang dilatih di sini dapat memberikan kontribusi nyata dalam membangun keluarga yang lebih harmonis dan sejahtera," tutup Prof. Dr. Sudirman. Dengan adanya pelatihan ini, UIN Malang diharapkan dapat terus menjadi pionir dalam program bimbingan perkawinan pranikah yang berkualitas dan berdampak positif bagi masyarakat.
HUMAS UIN MALANG - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus menyelenggarakan Workshop Penulisan Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat dan Sosialisasi Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional di Aula Laboratorium SBSN lantai tiga. Acara yang berlangsung pada hari Rabu, 29 Mei 2024 ini dihadiri oleh sekitar seratus mahasiswa dan beberapa dosen pembimbing lapangan (DPL). Acara ini menghadirkan dua narasumber yang kompeten di bidangnya. Narasumber pertama, Dr. Nabiela Naily, Kepala Pusat Kerjasama Internasional LPPM UIN Sunan Ampel Surabaya, menyampaikan materi mengenai “Penulisan Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat”. Sedangkan narasumber kedua, Dr. Syaiful Mustofa, Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, membawakan tema "Sosialisasi dan Pemetaan Program KKN Internasional”.
Dalam sambutannya, Ketua LP2M IAIN Kudus, Shobirin, mengungkapkan kebanggaannya atas peningkatan kualitas pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh IAIN Kudus setiap tahunnya. "Alhamdulillah, dalam pengabdian kepada masyarakat setiap tahun IAIN Kudus semakin baik. Lokasi pengabdian tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di luar negeri. Saat ini kampus telah mengirim mahasiswa pengabdian ke Malaysia dan Thailand. Ke depannya, kami akan berusaha untuk mengirim lagi ke beberapa negara dan berkolaborasi dengan kampus lain," ujarnya. Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat IAIN Kudus, Agus Riyanto, menekankan pentingnya acara workshop ini. "Tujuan dilaksanakannya workshop penulisan ilmiah pengabdian kepada masyarakat adalah untuk memberikan wawasan dan pencerahan kepada mahasiswa mengenai pentingnya menulis untuk persiapan KKN mendatang. Sedangkan sosialisasi program KKN Internasional adalah agar mahasiswa bisa mempersiapkan diri dan menabung sejak sekarang," jelas Agus Riyanto.
Dr. Nabiela Naily, dalam sesinya, memberikan penjelasan mendalam tentang tata cara penulisan karya ilmiah pengabdian kepada masyarakat. Ia menjelaskan tujuan melakukan pengabdian, bentuk pengabdian, hasil pengabdian yang bisa dimanfaatkan masyarakat, serta model pendekatan pengabdian kepada masyarakat yang harus dilakukan. Dr. Syaiful Mustofa, sebagai pemateri kedua, memaparkan model KKN Internasional yang dilaksanakan di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Ia menjelaskan estimasi biaya yang perlu dipersiapkan, program kerja, laporan KKN, tata tertib pelaksanaan, serta dokumen yang perlu dipersiapkan. Ia juga memberikan gambaran mengenai budaya negara tujuan dan lokasi KKN di berbagai negara, seperti Mesir, Arab Saudi, Malaysia, Thailand, dan Kamboja. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan persiapan yang matang bagi mahasiswa IAIN Kudus untuk berpartisipasi dalam program KKN Internasional, meningkatkan kompetensi mereka dalam pengabdian kepada masyarakat, serta memperluas jaringan dan pengalaman internasional.
HUMAS UIN MALANG - Agusli Ilyas, Ketua Tim Perbendaharaan dan Pelaksanaan Anggaran/ APK-APBN Ahli Madya Biro Keuangan dan BMN Sekretariat Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia, bertindak sebagai narasumber dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema "Mewujudkan Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Negara melalui DIPA Kementerian Agama". Acara ini digelar di ruang pertemuan Rumah Singgah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan dihadiri oleh 40 Bendahara Pengeluaran serta Petugas Pengelolaan Administrasi Belanja Pegawai (PPABP) se-wilayah Malang Raya. Kamis, 30 Mei 2024.
Dalam sambutannya, Agusli menekankan pentingnya profesionalisme bagi para Jabatan Fungsional Tertentu (JFT) Perbendaharaan. Ia menegaskan bahwa ASN di Kementerian Agama harus mampu bekerja secara profesional sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing. "Bapak ibu yang ditunjuk menjadi Bendahara dan PPABP harus bisa bekerja profesional sesuai tupoksinya masing-masing," ujarnya. Agusli juga mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku. "Kita bekerja berdasarkan SOP, peraturan-peraturan yang diterbitkan merupakan salah satu acuan kita dalam menuntaskan tugas, dan harus jeli menelaah peraturan yang ada," tegasnya. Hal ini, menurut Agusli, merupakan langkah Kementerian Agama untuk terus meningkatkan mutu Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui pembinaan dan pelatihan berkelanjutan.
Kementerian Agama telah mengambil langkah strategis dengan mengadakan FGD ini untuk menciptakan bendahara dan PPABP yang berkompeten dan profesional. "Berdasarkan peraturan yang berlaku, bendahara dan PPABP harus memiliki sertifikat keahlian dan tidak bisa sembarangan dijabat oleh orang yang tidak memiliki keahlian di bidang itu," terang Agusli. Agusli juga mengungkapkan bahwa Kementerian Agama saat ini memiliki 3.118 Jabatan Fungsional Analis Pengelolaan Keuangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (JF APK APBN). "Oleh karena itu, kegiatan FGD Peran Bendahara Pengeluaran dan Petugas Pengelola Anggaran Belanja Pegawai (PPABP) sudah menjadi rutinitas untuk meningkatkan mutu SDM perbendaharaan," tegasnya. Kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan ASN yang memiliki akuntabilitas tinggi dan profesionalisme dalam mengelola keuangan negara, sesuai dengan visi dan misi Kementerian Agama dalam meningkatkan kinerja birokrasi.