HUMAS UIN MALANG - Raih akreditasi unggul, Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang gelar tasyakuran sebagai bentuk syukur atas pencapaian yang telah diraih. Tasyakuran ini digelar di Lantai 1 Fakultas Saintek pada Jum'at 03/05/2023. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Rektor UIN Malang dan segenap civitas akademika UIN Malang khususnya civitas akademika Fakultas Saintek.
Rektor UIN Malang, Prof Dr HM. Zainuddin MA menyampaikan rasa terima kasih dan bangga atas pencapaian Prodi Teknik Informatika yang telah terakreditasi unggul. “Program Studi Teknik Informatika perlu diberikan penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas pencapaian yang luar biasa ini. Karena Fakultas Saintek merupakan salah satu fakultas yang digadang untuk bisa terakreditasi Unggul Internasional," jelasnya di akhir sambutan.
Dekan Fakultas Saintek, Dr. Sri Harini, M.Si dalam sambutannya juga mengungkapkan rasa terima kasih atas dukungan dari pak Rektor, Wakil Rektor, Kaprodi TI dan Dosen Prodi TI sehingga Prodi TI bisa meraih akreditasi unggul. “Dengan kebersamaan dan dukungan dari seluruh civitas akademika UIN Malang semua urusan yang berat menjadi ringan, sehingga saat ini 1 lagi Program Studi Fakultas Saintek yaitu Teknik Informatika bisa mendapatkan akreditasi yang unggul," ucapnya.
HUMAS UIN MALANG — Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional 2024, Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA beserta para wakil rektor, para Kepala Biro, Kepala Lembaga, serta para pegawainya serentak menggelar upacara dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional di halaman gedung Rektorat, Kamis, 2 Mei 2024.
Prof. Zainuddin bertugas sebagai pembina upacara menyampaikan pidato inspiratif dan reflektif dari Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim.
Dalam pidato yang dibacakannya, Menteri Nadiem menyoroti pencapaian dan tantangan yang dihadapi selama lima tahun terakhir dalam memimpin gerakan Merdeka Belajar. Beliau mengakui bahwa perjalanan untuk mentransformasi sistem pendidikan yang besar dan kompleks bukanlah tugas yang mudah, tetapi dengan semangat gotong royong, perubahan menuju pendidikan yang lebih baik telah mulai dirasakan.
Menteri Nadiem juga mengingatkan tentang dampak pandemi COVID-19 yang mengguncang sistem pendidikan dan mengubah cara belajar mengajar. Namun, beliau menekankan bahwa pandemi juga memberikan kesempatan untuk mengakselerasi perubahan, mendorong berbagai inovasi, dan menguatkan semangat kebersamaan dalam dunia pendidikan.
Pidato tersebut juga menekankan keberhasilan gerakan Merdeka Belajar, di mana kini siswa merasa lebih merdeka dalam belajar, guru berani mencoba hal baru, mahasiswa memiliki ruang yang lebih luas untuk berkarya, dan seniman serta pelaku budaya mendapat dukungan untuk berekspresi. Namun, Menteri Nadiem mengingatkan bahwa perjuangan belum selesai dan meminta semua pihak untuk melanjutkan gerakan ini.
Pidato Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi diakhiri dengan ucapan terima kasih kepada semua yang telah berkontribusi dalam perjalanan Merdeka Belajar, dan harapan agar gerakan ini terus berlanjut meski masa pengabdiannya sebagai menteri akan berakhir. Beliau juga menyampaikan salam dan ucapan selamat Hari Pendidikan Nasional kepada seluruh masyarakat Indonesia.
Upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional 2024 ini menjadi momentum penting untuk merenungkan perjalanan pendidikan di Indonesia dan menguatkan tekad untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan demi masa depan yang lebih baik. "Mari terus bergotong royong untuk menyemarakkan dan melanjutkan gerakan Merdeka Belajar," ajaknya penuh semangat.
Pelafalan Sumpah Apoteker Dipimpin Rektor UIN Malang
HUMAS UIN MALANG - Suasana haru dan kebanggaan menyelimuti Auditorium Rektorat UIN Malang pada acara Sidang Terbuka Pengucapan Lafal Sumpah Apoteker Periode Pertama Tahun 2024 FKIK UIN Malang (2/5).
Acara yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Malang ini menjadi momen bersejarah bagi para mahasiswa dan civitas akademika. Acara ini dihadiri oleh Rektor UIN Malang beserta jajarannya, Dekan FKIK beserta jajarannya, Para Guru Besar; Kepala Biro dan Kepala Lembaga UIN Malang; Kepala dinas kesehatan kota dan kabupaten Malang; direktur Rumah Sakit, pimpinan Pedagang Besar Farmasi, pimpinan industri, pimpinan apotek jejaring beserta para preseptor; pengurus IAI kota dan kabipaten Malang; Kepala Prodi dan Sekretaris prodi UIN Malang, Universitas Brawijaya, Universitas Islam Malang, dan Universitas Ma Chung; Bapak/Ibu dosen dan civitas akademika UIN Malang, beserta tamu undangan.
Prof. Dr. apt. Roihatul Muti'ah, SF., M.Kes., selaku wakil dekan 1 FKIK UIN Malang manyampaikan dalam berita acara bahwa pada periode pertama ini, UIN Malang meluluskan apoteker angkatan pertamanya dengan rerata IPK 3,73 dan kelulusan 100%. IPK tertinggi 3,99 diraih oleh Fariza Amanatus S., S.Farm dan Nur Afiffah, S.Farm. Uji Kompetensi Mahasiswa Pendidikan Profesi Apoteker Indonesia (UKMPPAI) CBT Nasional (10/3) dengan nilai tertinggi 88,50; UKMPPAI OSCE (3/2) Nasional nilai tertinggi 78; keduanya diraih oleh oleh Riznah al-Rizqiyah, S.Farm. "Dengan ini, PSPPA UIN Malang angkatan perdana, 40 mahasiswa, lulus 100% first taker. Yang mana termasuk dalam 14 perguruan tinggi yang lulus 100% dari 58 penyelenggara pendidikan profesi apoteker seluruh Indonesia."
Pelafalan Sumpah Apoteker
"Sumpah apoteker menjadi konsekuensi dan pertanggungjawaban moral yang harus dijaga dalam menjalankan praktik profesional. Apoteker harus memegang teguh sumpahnya agar tidak melakukan perbuatan yang menyimpang dari etika profesi. Sebagai seorang apoteker, Saudara juga dituntut untuk menjadi ilmuwan, manajer, dan pendidik dalam masyarakat, utamanya bidang kefarmasian," ungkap Prof. Iha.
Rektor UIN Malang, Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA. dalam sambutannya menyampaikan selamat kepada mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA). "Saya mengucapkan selamat untuk Saudara sekalian sebagai apoteker dan sarjana farmasi yang telah lulus 100% dan termasuk ke dalam The Best 10 seluruh Indonesia". Beliau juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh orang tua, pimpinan dan civitas akademika FKIK UIN Malang, dan seluruh pihak terkait atas prestasi ini. "Melihat sejarah FKIK sangat penuh lika-liku dan dedikasi yang tinggi. Farmasi menjadi cikal bakal FKIK, bermula dari prodi yang tidak memiliki laboratorium memadai, sampai sekarang telah meluluskan 100% mahasiswa pendidikan apotekernya. Semoga Farmasi, khususnya, dapat terus maju dan berkembang sampai menjadi Fakultas Farmasi yang terus berdedikasi mencetak lulusan apoteker kompeten dan ulul albab," harapnya.
"Pengucapan lafal sumpah apoteker hanya beberapa menit, namun maknanya sangat dalam. Hal ini menjadi permulaan dari praktik kefarmasian saudara yang sangat panjang. Sungguh, jangan sekali-kali melupakannya, apalagi sengaja meninggalkannya," tutur Dekan FKIK UIN Malang, Prof. Dr. dr. Yuyun Yueniwati P. W., M.Kes, Sp.Rad (K). "Tantangan apoteker baru pada saat ini semakin kompleks. Apoteker tidak hanya dituntut untuk memberikan pelayanan kefarmasian yang komprehensif saja, tetapi juga harus mampu menjadi seorang pemimpin di dunia kerja bidang farmasi. Maka jadilah apoteker yang unggul, berintegritas, termasuk menjaga peresepan obat yang rasional," pesannya.
Acara juga diisi dengan pidato dari perwakilan apoteker baru, apt. Nur Afiffah, S.Farm. "Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang membersamai kami sampai pada titik ini. "Sumpah yang kami ucapkan bukanlah sekadar rangkaian kata, melainkan janji yang akan kami pegang teguh dalam setiap langkah. Kami bersama-sama berjanji akan menjalankan profesi ini dengan penuh dedikasi, kejujuran, dan integritas. Kami siap belajar dan mengembangkan diri demi memberikan pelayanan terbaik bagi dunia kesehatan. Semoga setiap langkah kami menjadi manfaat bagi sesama," ucapnya.
Acara Sumpah Apoteker FKIK UIN Malang ini tidak hanya menjadi sebuah seremoni formal, tetapi juga menjadi momentum penting dalam perjalanan karier para mahasiswa yang telah menyelesaikan pendidikan profesi apoteker. Semoga dapat menjadi apoteker yang kompeten, berintegritas, dan memberikan kontribusi yang berarti bagi kemajuan dunia farmasi.
HUMAS UIN MALANG – Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang hadir dalam kegiatan halal bi halal yang digelar oleh Yayasan Ariosan Kota Malang (30/04) . Acara tersebut dihadiri oleh seluruh keluarga besar Yayasan Ariosan, Kemenag Kota Malang, Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Dinas Sosial, Bank Mitra, dan seluruh siswa MA Al Irtiqo Kota Malang.
Suasana kekeluargaan dan hikmat terpancar dalam acara yang berlangsung di Aula MA Al Irtiqo ini. Dalam sambutannya, Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA menyampaikan jika hari ini atau bulan Syawal, kita digolongkan oleh Allah menjadi orang yang mendapat kemenangan dan kembali ke fitrahnya semula (Ied al-Fitri), ja’alana Allah wa iyyakum min al-‘adin wal-faizin wa adkhalana waiyyakum fi zumrati ibad al-shalihin. Selama bulan ramadhan hingga syawal, seluruh karunia ditumpahkan oleh Allah kepada kita. Paling tidak ada tujuh macam karunia itu: pertama, rahmat (yang telah diturunkan pada putaran sepuluh pertama (al-‘asyr al awwal); kedua, maghfirah (yang telah diturunkan pada putaran sepuluh kedua atau pertengahan (al-‘asyr al-ausath); ketiga, pembebasan (yang telah diturunkan pada putaran sepuluh terakhir (al-‘asyr al-awakhir); keempat, lailatul qadar yang diturunkan pada malam-malam ganjil (yang nilainya lebih baik dari seribu bulan setara dengan 83 usia manusia); kelima, zakat fitrah, (yang dapat membersihkan dosa-dosa dan mengembalikan fitrah manusia); keenam, pahala puasa 6 hari syawal, (yang nilainya setara dengan puasa satu tahun); ketujuh, halal bi halal (saling memaafkan di antara kita, yang dapat menghapus dosa antarsesama). Pada zaman modern ini, tradisi positif seperti silaturahim yang telah dibangun oleh orang tua kita dulu sudah semakin punah. Namun beruntung, umat Islam masih memiliki tradisi yang baik yang perlu dilestarikan untuk mengatasi dampak modernisasi tersebut, seperti tradisi silaturrahim, saling berkunjung ke saudara, tetangga dan kawan, memuliakan tamu, adalah merupakan prilaku positif yang diajarkan oleh Islam. Dalam kesempatan kali ini, Rektor UIN Malang berharap jika halal bi halal dapat menjadi momen penting untuk meningkatkan iman dan ketaqwaan kepada Allah SWT, memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, dan nantinya akan selaras dengan peningkatan kualitas individu. Oleh karena itu diperlukan kesadaran akan pentingnya karakter. Melalui tri pusat pendidikan karakter yang terdiri dari tiga komponen, yaitu relasi manusia dengan Tuhannya (hablun min Allåh), relasi manusia dengan sesama manusia (hablun min al-nās) dan relasi manusia dengan alam semesta (hablun min al-’ālam). Inilah etika universal yang lebih dari sekadar masalah sopan santun. Konsep ini sejalan dengan perintah Tuhan dalam surat al-Qashash: 77 yang dapat dijelaskan makna kandungannya secara ilmiah, yaitu bahwa secara teologis, manusia diperintahkan oleh Allah untuk beribadah kepada-Nya, dan pada saat yang sama juga harus mencari kehidupan (bekerja) di dunia. Sesuai dengan nama Al Irtiqa yang berarti peningkatan, maka perlu bagi civitas akademika yang hadir disini untuk terus meningkatkan kualitas pribadi masing-masing. Melalui madrasah yang sadar akan pentingnya pendidikan karakter, MA Al Irtiqo bisa menjadi miniatur UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam mengintegrasikan sains dan Islam.
Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang dan PT. Aerofood Indonesia telah menandatangani perjanjian kerja sama yang bertujuan untuk mengembangkan keduanya dalam berbagai bidang. Penandatanganan kerjasama ini dilakukan di kantor pusat PT. Aerofood Indonesia
Ruang Sidang Senat Lt. 4 menjadi saksi bagi pertemuan tiga kampus utama Indonesia: Universitas Negeri Jakarta, Universitas Bengkulu, dan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Agenda utama pertemuan adalah Sharing Session Pendanaan Dana Loan Saudi Fund for Development (SFD). Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
HUMAS UIN MALANG - Pada tanggal 26 April 2024, Gedung Ir. Soekarno (Rektorat) UIN Malang menjadi saksi gelaran Focus Group Discussion (FGD) yang mengangkat isu-isu krusial dalam transformasi digital Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD) PTKIN. Acara ini dihadiri oleh Kepala PTIPD PTKIN dan sejumlah undangan penting lainnya. Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., CAHRM, CRMP, menyoroti persaingan ketat yang dihadapi PTKIN dalam penerimaan mahasiswa baru. Terutama, dia menekankan perlunya transformasi baik dari segi kelembagaan maupun layanan digital guna mengatasi tantangan ini. "Jika kita tidak segera melakukan transformasi baik kelembagaan maupun layanan digitalnya maka PTKIN akan kalah," ujarnya dengan tegas. Prof. Ilfi menyoroti perlunya peningkatan layanan berbasis digital, baik akademik maupun non-akademik, agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat milenial. Dia juga menggarisbawahi pentingnya dukungan PTIPD dalam merebranding program unggulan kampus, seperti menariknya jumlah mahasiswa asing. Selain itu, pengintegrasian layanan digital dari berbagai lembaga pemerintah juga menjadi fokus dalam upaya memperkuat sistem digital PTKIN. "Tak hanya itu, PTIPD harus mampu mengembangkan layanan berbasis digital dengan tetap berpegang teguh pada konsep smart campus, smart class, hingga integrasi data," tambah Prof. Ilfi. Dia juga menekankan pentingnya kerjasama antar-PTKIN untuk meningkatkan reputasi dan bersaing dengan PTN serta PTS. Menyusul pesan Prof. Ilfi, perlu diperkuat kerjasama antar-PTKIN dalam membangun komunikasi dengan Kementerian Agama pusat untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas berbagi data. "Jaga integritas dan wujudkan layanan digital yang aman, nyaman, dan menyenangkan sesuai kebutuhan masyarakat di era 4.0 ini," tutupnya. Dengan adanya FGD ini, diharapkan PTKIN dapat bersama-sama menghadapi tantangan dalam era digital dan terus meningkatkan kualitas pendidikan tinggi Islam di Indonesia.
HUMAS UIN MALANG – Gelaran FGD (Focus Group Discussion) Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD) PTKIN ke-3 dilaksanakan di Gedung Ir. Soekarno (Rektorat) UIN Malang pada (26/04/2024).
Acara ini dihadiri oleh Kepala PTIPD PTKIN dan beberapa undangan lainnya. Acara ini bertujuan untuk membahas sejumlah isu dan tantangan yang dihadapi PTKIN saat ini, khususnya dalam hal penerimaan mahasiswa baru.
Wakil Rektor 2 Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si. dalam sambutannya menyampaikan bahwa isu-isu yang muncul di UIN Malang bisa saja menjadi suatu isu strategis. “Madrasah dan pondok pesantren merupakan pangsa pasar besar PTKIN, namun sekarang PTN menjadi semakin luas pasarnya dan mengambil pangsa siswa madrasah dan pesantren,” ungkapnya.
Berkaitan dengan suasana persaingan yang semakin tajam ini, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si. menyarankan adanya perbaikan layanan digitalisasi dari PTIPD. PTIPD memiliki peran sentral dalam penyegeraan rebranding guna menarik calon mahasiswa untuk berkuliah di UIN Malang. “Kita tidak boleh puas dengan branding yang telah dicapai. Penting bagi seluruh pihak yang terkait untuk bersama-sama mulai memikirkan isu-isu lain yang berpotensi muncul serta distrupsi apa saja yang mungkin terjadi dalam 5 sampai 10 tahun ke depan,” ujarnya.
Potensi UIN Malang untuk melakukan rebranding adalah dalam aspek-aspek yang tidak dimiliki oleh PTKIN lain, seperti adanya mahad al-jami’ah, HTQ 30 juz (Haiah Tahfidzil Qurani), serta sebagai Universitas Islam dengan mahasiswa asing terbesar di Indonesia. Namun, tantangan yang muncul adalah bahwa saat ini banyak pula PTN yang menyediakan jalur penerimaan mahasiswa baru melalui jalur tahfidz dan jalur santri. Selain itu, tantangan yang disampaikan oleh Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si. adalah bagaimana agar mahasiswa internasional bisa berkuliah di UIN Malang tanpa harus datang ke kampus.
“PTIPD diberikan IKU untuk meningkatkan perankingan untuk menjadi nomor satu. PTIPD harus mensupport peran kelembagaan dan diharapkan dari forum ini PTIP bisa saling belajar dari PTKIN yang sudah berada di peringkat atas,” harapnya di pungkasan sambutan.
KOLABORATIF: Rektor UIN Malang Prof. Dr. H.M.Zainuddin, MA saat menjadi pemateri dalam kuliah umum di ISIC Thailand.
HUMAS UIN MALANG - Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA, baru-baru ini memberikan kuliah tamu di Institute of Science Innovation and Culture (ISIC) Rajamangala University of Technology Krungthep (RMUTK) di Thailand. Acara ini merupakan bagian dari kunjungan kerja Rektor Zainuddin dalam rangka launching International Interreligious Conference yang akan diselenggarakan di Hatyai Songkhla, Thailand pada 16 Oktober 2024.
Kuliah umum yang bertajuk “Inclusive Religious Education towards a Peaceful Society (Indonesia Case)” diselenggarakan pada Kamis (25/04/2024) di Auditorium Gedung Kreatif Lantai 5. Acara ini dihadiri oleh sivitas akademika RMUTK, termasuk dosen, mahasiswa program studi Global Buddhism, Education and Society, serta jajaran pimpinan dan direktur ISIC dari RMUTK. Dalam kuliahnya, Rektor Zainuddin menggarisbawahi pentingnya pendidikan agama inklusif sebagai fondasi moderasi beragama di Indonesia. Ia menjelaskan bahwa pendidikan Islam, seperti halnya pendidikan lainnya, belum memiliki kekuatan yang cukup signifikan karena pengaruhnya masih kalah dibandingkan dengan kekuatan bisnis dan politik. Menurutnya, landasan filosofis dari pendidikan inklusif di Indonesia adalah kesatuan dalam keragaman. Rektor Zainuddin juga menyoroti bahwa pendidikan agama inklusif dapat menjadi sarana self-awareness umat melalui proses transformasi pengetahuan yang berfokus pada prinsip-prinsip kebukaan, egalitarianisme, dan tidak diskriminatif terhadap golongan manapun. Ia menekankan pentingnya semangat pendidikan inklusif-multikultural untuk menciptakan masyarakat Indonesia yang bermartabat dan sadar akan kekayaan multikultural.
Selain Rektor Zainuddin, dalam kuliah umum ini juga dilakukan sesi berbagi pengalaman oleh Wakil Rektor bidang Akademik Prof. Dr. Hj. Umi Sumbullah, M.Ag, dan Dr. KH. Isroqunnajaah, M.Ag, terkait dengan isu-isu mutakhir yang akan dibahas dalam konferensi internasional interreligous studies. Dari pengalamannya di RMUTK Thailand, Rektor UIN Malang menegaskan pentingnya membangun kolaborasi lintas agama sebagai fondasi strategi moderasi beragama untuk merawat kebenaran di Indonesia. Hal ini sebagai upaya membangun pluralitas agama dengan semangat pemahaman toleransi dan harmonisasi melalui peran guru sebagai teladan. Kuliah tamu ini sangat interaktif dan peserta terlihat antusias dalam mengikuti jalannya acara, terbukti dari banyaknya pertanyaan dan komentar terkait pendidikan agama inklusif di Indonesia. Pertanyaan dari peserta bahkan mengundang reaksi positif untuk melakukan kolaborasi penelitian dengan UIN Malang. Semoga kolaborasi ini dapat memperkuat nilai-nilai moderasi beragama dan semangat inklusif-multikultural dalam pendidikan, menciptakan masyarakat yang lebih bermartabat dan harmonis di Indonesia.