MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Suasana cerah menyelimuti kawasan Ar-Rahim, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Malang, saat ratusan peserta mengikuti rangkaian kegiatan Fresh Fun Run yang digelar untuk mengajak seluruh civitas akademika hidup sehat dan aktif. Di tengah sejuknya udara dataran tinggi, kegiatan ini menjadi momentum istimewa untuk merayakan kesehatan, kebersamaan, serta rasa syukur. Kampus III UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Minggu, 30 November 2025
FKIK Ar-Rahim yang kini terus bertransformasi menjadi fakultas yang berorientasi pada kesehatan dan lingkungan, mengajak seluruh peserta memulai hari Minggu dengan langkah sehat. “Fakultas Kedokteran sekarang luar biasa. Mereka mengajak kita sehat, supaya kita benar-benar menjaga kesehatan,” ungkap salah satu pimpinan dalam sambutannya. Ajakan ini bukan hanya slogan, tetapi benar-benar diwujudkan dalam kegiatan olahraga, edukasi, dan kampanye kesehatan yang diikuti dengan penuh antusias.
Dalam suasana penuh kehangatan, para peserta diajak menyadari pentingnya rasa syukur atas kesehatan yang dimiliki. Pihak fakultas juga mengajak seluruh peserta mendoakan saudara-saudara di Sulawesi dan Aceh yang sedang menghadapi musibah, agar diberikan kekuatan, keselamatan, dan kesehatan. Doa bersama tersebut menjadi pengingat bahwa kegiatan ini tak hanya berfokus pada kebugaran fisik, tetapi juga kepedulian sosial dan empati antar sesama.
Rangkaian acara berlangsung hangat dan meriah. Para peserta menikmati rute lari santai di kawasan Kampus III yang terkenal dengan panorama alamnya yang memukau. Pemandangan Kota Malang yang tampak jelas dari area dataran tinggi menambah semangat para pelari, sekaligus mempertegas identitas Kampus III sebagai kampus yang ramah lingkungan dan kaya potensi alam.
Rektor UIN Malang Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si menyampaikan harapan agar kegiatan seperti ini terus konsisten diselenggarakan setiap tahun, menjadi wadah mempererat kebersamaan dan meningkatkan kesadaran hidup sehat di lingkungan FKIK. “Semoga setelah acara ini kita semua diberi tambahan kesehatan dan FKIK Ar-Rahim semakin berkembang sebagai kampus yang ramah lingkungan,” ujarnya.
Dengan energi positif dan semangat kebersamaan yang terasa kuat, Fresh Fun Run kali ini menjadi bukti bahwa FKIK UIN Malang tidak hanya fokus pada pendidikan medis, tetapi juga pada pembentukan gaya hidup sehat dan peduli sesama. Kegiatan yang sederhana namun penuh makna ini memantapkan komitmen FKIK Ar-Rahim untuk terus menghadirkan pengalaman akademik dan sosial yang inspiratif bagi mahasiswa dan masyarakat.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Kota Batu kembali menjadi saksi semaraknya Fresh Fun Run 2025, sebuah ajang olahraga sekaligus rekreasi yang digagas oleh Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Kegiatan yang dipimpin oleh Satrio selaku Koordinator Event Organizer ini mengusung konsep Exploring Scenery Highland, menghadirkan pengalaman berlari sambil menikmati keindahan alam dataran tinggi yang memukau.
Satrio menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat proses adjustment mahasiswa baru FKIK, khususnya dalam mengenal lingkungan kampus dan atmosfer pembelajaran yang baru. Lebih dari sekadar agenda olahraga, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkenalkan Kampus III UIN Malang—sebuah kawasan pendidikan yang berada di dataran tinggi dengan panorama menakjubkan. Dari area tersebut, peserta disuguhkan pemandangan Kota Malang yang terlihat jelas melalui bentang Kota Batu, menghadirkan suasana yang segar, sejuk, dan sangat potensial untuk menjadi ikon kegiatan tahunan.
Peserta Acara Fun Run 2025
Antusiasme masyarakat begitu terasa. Sebanyak 650 peserta, ditambah 183 panitia, turut memeriahkan gelaran ini. Tidak hanya diikuti oleh mahasiswa, kegiatan ini juga menyedot perhatian masyarakat sekitar serta para tamu undangan dari berbagai instansi. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa Fresh Fun Run bukan hanya acara internal kampus, tetapi juga momentum untuk mempererat hubungan antara UIN Malang dengan masyarakat serta mitra-mitra strategis.
Acara ini semakin istimewa dengan hadirnya Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang beserta jajaran pimpinan rektorat, Dekan FKIK beserta seluruh jajaran dekanat, serta tokoh-tokoh penting daerah, di antaranya: Komandan Pusdik Arhanud, Kepala Kepolisian Resort Kota Batu, Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat 3 Hasta Kota Batu, dan Direktur dan Wakil Direktur Rumah Sakit Karsa Husada Batu
Kolaborasi antara FKIK, instansi keamanan, lembaga kesehatan, serta pemerintah daerah menjadi bukti bahwa kegiatan ini memiliki dampak positif dan jangkauan yang luas.
Dalam sambutannya, pihak penyelenggara berharap Fresh Fun Run dapat menjadi agenda rutin tahunan yang semakin besar dan inovatif. Selain menguatkan kesehatan fisik, kegiatan ini diharapkan terus menjadi wadah mempererat kebersamaan, meningkatkan well-being mahasiswa, serta memperkenalkan potensi besar Kampus III UIN Malang kepada masyarakat luas.
Dengan pemandangan yang indah, dukungan berbagai pihak, serta antusiasme peserta yang luar biasa, Fresh Fun Run 2025 menjadi bukti bahwa UIN Malang, khususnya FKIK, mampu menghadirkan kegiatan edukatif, rekreatif, dan sarat makna bagi seluruh civitas akademika.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - UIN Maulana Malik Ibrahim Malang meluncurkan logo baru dalam acara Workshop yang berlangsung di Gedung Arrahim. Acara peresmian logo baru ini dilakukan pada Sabtu, 29 November 2025. Dekan FKIK UIN Malang, yang hadir dalam acara tersebut, secara langsung meresmikan logo baru FKIK. Logo baru ini didesain dengan konsep puzzle yang menyatu, menggambarkan kesatuan dan kerjasama dalam FKIK. Acara ini menjadi momentum penting bagi FKIK UIN Malang untuk memperkenalkan identitas baru dan memperkuat semangat kolaborasi di kalangan sivitas akademika. Dengan logo baru ini, FKIK UIN Malang siap melangkah maju dengan visi dan misi yang lebih jelas dan terarah.buatkan berita menatik
FakultasKedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang resmi meluncurkan logo barunya dalam sebuah Workshop yang digelar di Gedung Arrahim pada Sabtu, 29 November 2025. Peresmian dilakukan langsung oleh Dekan FKIK UIN Malang di hadapan sivitas akademika dan peserta workshop.
Logo baru yang diperkenalkan mengusung konsep puzzle yang saling menyatu, melambangkan nilai kebersamaan, sinergi, dan kolaborasi di lingkungan FKIK. Setiap bagian pada desain puzzle tersebut menggambarkan peran masing-masing elemen dalam fakultas yang saling melengkapi untuk mencapai tujuan bersama.
Dekan FKIK UIN Malang dalam sambutannya menyampaikan bahwa peluncuran logo ini bukan sekadar perubahan visual, tetapi juga penegasan identitas baru FKIK dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan kesehatan modern. “Logo ini merepresentasikan semangat kami untuk bergerak bersama, memperkuat kolaborasi, dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.
Acara peluncuran berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Para peserta workshop juga diberi kesempatan mengenal filosofi desain logo serta arah pengembangan FKIK ke depan.
Dengan identitas baru ini, FKIK UIN Malang menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi, menguatkan visi-misi fakultas, dan membangun ekosistem akademik yang lebih solid dan progresif. Logo baru tersebut diharapkan menjadi simbol transformasi serta dorongan semangat bagi seluruh sivitas akademika dalam melangkah menuju masa depan yang lebih cerah.
Reporter : Faiqotul Himmah & Dafa Afriandito
Fotografer : Alberda Salma Fariha & Ibrahim Al Hanif
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Suasana penuh antusias tampak mengisi rangkaian acara 9th SHIAM X Sarcoplasma 2025, acara ini di adakan di gedung Ar-Rahim Sabtu, 29 November 2025.
sebuah program kerja hasil kolaborasi mahasiswa dan dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Acara ini dipimpin oleh Nadia Rahma Azzahra, mahasiswa Pendidikan Dokter angkatan 2024, yang untuk pertama kalinya dipercaya menjadi ketua pelaksana dari pihak mahasiswa. Ia berkolaborasi dengan dengan dosen, dekan FKIK dan staf humas (tim publikasi kampus), yang turut membimbing kegiatan dari sisi dosen.
Dalam penjelasannya, Nabila menyampaikan bahwa Sarkoplasma telah dirumuskan sejak awal sebagai program kerja bersama. Tujuan utamanya tidak hanya memberikan ruang edukasi, tetapi juga menguatkan kerja sama mahasiswa dan dosen serta memperluas nama FKIK UIN Malang ke tingkat nasional. “Kami berharap acara ini bisa membawa manfaat, baik bagi panitia maupun peserta. Kolaborasi ini penting agar kegiatan akademik dari FKIK dapat semakin dikenal luas,” ujarnya.
Antusiasme publik pun sangat terasa. Hingga hari pelaksanaan, tercatat sekitar 170 peserta hadir secara luring, sementara lebih dari 100 peserta mengikuti secara daring, sehingga total peserta mencapai ±275 orang. Jumlah ini menunjukkan bahwa Sarkoplasma semakin diminati dan mulai dikenal oleh berbagai kalangan.
Kehadiran tamu undangan turut menambah semarak acara. Dalam ruangan tampak hadir Dekan FKIK UIN Malang beserta jajaran pimpinan fakultas, tim humas, serta para ketua dan sekretaris program studi—mulai dari Pendidikan Dokter, S1 Farmasi, hingga Program Profesi Apoteker. Para undangan tersebut memberikan dukungan penuh atas terselenggaranya kegiatan ini, sekaligus menjadi saksi kolaborasi akademik yang semakin kokoh di lingkungan FKIK.
Selain menghadirkan pembicara berkompeten, acara ini juga menjadi sarana belajar bagi panitia. Nabila berharap semua proses yang dilewati baik kemudahan maupun hambatan menjadi bagian dari pembelajaran berharga dalam organisasi dan kepanitiaan. “Kami masih dalam proses belajar, dan apa pun tantangannya menjadi pengalaman yang sangat bernilai bagi seluruh panitia,” ungkapnya.
Dengan dukungan dari berbagai pihak dan semangat kolaborasi yang kuat, Sarkoplasma 2025 diharapkan tidak hanya sukses sebagai acara tahunan, tetapi juga menjadi langkah awal membawa nama FKIK UIN Malang semakin dikenal di tingkat nasional. Panitia berharap ilmu yang dibagikan para pemateri dan pengalaman yang diperoleh dari proses penyelenggaraan ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi seluruh peserta dan penyelenggara.
Reporter : Faiqotul Himmah & Dafa Afriandito
Fotografer: Alberda Salma Fariha & Ibrahim Al HAnif
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Fakultas Ekonomi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kompetensi digital mahasiswa melalui kolaborasi strategis dengan Mekari University. Pada Jumat, 28 November 2025, kedua institusi resmi menggelar Webinar Praktik Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) di Era Digital, sebuah kegiatan edukatif yang mengupas langsung bagaimana teknologi mengubah sistem pengelolaan sumber daya manusia di perusahaan modern.
Webinar yang berlangsung secara daring melalui Zoom ini menghadirkan pembahasan komprehensif mengenai peran MSDM di era digital, mulai dari pengelolaan data karyawan, proses administrasi HR, hingga sistem penggajian berbasis platform. Peserta tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga diajak untuk melihat contoh kasus lapangan dan praktik langsung penggunaan HRIS Mekari Talenta, software HR yang saat ini digunakan oleh ratusan perusahaan di Indonesia.
Melalui sesi praktik ini, mahasiswa dapat memahami bagaimana teknologi mampu meningkatkan efisiensi kerja HR, meminimalisir human error, serta mempercepat proses pengambilan keputusan dalam manajemen SDM.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pembelajaran digital, setiap peserta webinar memperoleh akses gratis selama 14 hari untuk mencoba Mekari Talenta secara mandiri. Selain itu, mahasiswa yang menyelesaikan rangkaian self-learning akan mendapatkan sertifikat partisipasi resmi dari Mekari University.
Kegiatan kolaboratif ini diharapkan menjadi langkah awal bagi mahasiswa Fakultas Ekonomi UIN Malang untuk memahami dunia industri secara lebih dekat dan mempersiapkan diri menghadapi tuntutan profesi MSDM yang semakin digital dan dinamis.
Dengan terselenggaranya webinar ini, Fakultas Ekonomi UIN Malang terus memperkuat sinergi dengan dunia industri, membuka peluang lebih besar bagi mahasiswa untuk menguasai keterampilan praktis yang relevan dan dibutuhkan di pasar kerja masa depan.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Kamis, (27/11), Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menorehkan prestasi dengan sukses menyelenggarakan International Conference on Islamic Education Development (ICIED) ke-10. Tahun ini, konferensi mengangkat tema besar "Impactful Education: Integrating Technology and Ecotheological Values for a Sustainable Future" yang menyoroti perpaduan teknologi dan nilai ekoteologi sebagai kunci pendidikan masa depan.
Konferensi internasional ini menghadirkan enam pembicara utama dari empat negara, di antaranya Dr. Ahmad Yani dari UNISSA (Brunei Darussalam), Prof. C. Jeff Anderson dari Kyushu International University (Jepang), Dr. Marie McGregor dari University of New South Wales (Australia), dan Nor Ismah, Ph.D dari National University of Singapore (Singapura). Hadir pula tokoh pendidikan nasional seperti Prof. Dr. Dinn Wahyudin, M.A dari Universitas Pendidikan Indonesia dan Prof. Dr. Abdul Aziz, M.Pd dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Dekan FITK, Prof. Dr. H. Muhammad Walid, M.A., menegaskan bahwa konferensi tahun ini menjadi momentum penting dalam mendorong praktik pendidikan yang berdampak.
"Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi bagi akademisi untuk berbagi strategi dan praktik terbaik. Teknologi tidak hanya memudahkan, tetapi juga membuka akses pembelajaran yang lebih luas dan inklusif," ungkapnya.
Sepanjang konferensi, para peserta membahas berbagai gagasan strategis, mulai dari pemanfaatan platform digital, penguatan nilai ekoteologi dalam kurikulum, hingga pengembangan karakter sebagai aspek penting pendidikan holistik. Antusiasme peserta yang berasal dari berbagai universitas dalam dan luar negeri menciptakan atmosfer akademik yang dinamis dan produktif.
Pada sesi penutupan, panitia juga mengumumkan penghargaan untuk kategori Best Paper, Best Speaker, dan Photo Exhibition, yang diterima oleh Azharotunnafi, M.Pd., Khoirul Mustofa, serta Wirda Alfi Qumillaila.
Dengan terselenggaranya ICIED ke-10 secara sukses dan meriah, FITK UIN Malang semakin mengukuhkan posisinya sebagai fakultas rujukan dalam inovasi pendidikan Islam sekaligus inspirasi bagi institusi pendidikan lain di Indonesia. (kml)
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Fakultas Sains dan Teknologi (FST) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong budaya kerja yang bersih, melayani, dan berkelanjutan dengan menggelar Pameran Ecocraft. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Dekan FST, Dr. Agus Mulyono, M.Kes., dan dihadiri oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Prof. H. Triyo Supriyatno, (tautan tidak tersedia)
Pameran ini merupakan bagian dari inovasi Pembangunan Zona Integritas (PMPZI) di lingkungan FST, yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kepedulian lingkungan dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Para peserta pameran menampilkan karya-karya ecocraft yang kreatif dan inovatif, yang dibuat dari bahan-bahan daur ulang dan ramah lingkungan.
Presentasi salah satu karya peserta
"Melalui Pameran Ecocraft, FST mengajak seluruh sivitas untuk menjadikan praktik ramah lingkungan sebagai kebiasaan sehari-hari," ujar Dr. Agus Mulyono. "Kita harus memulai perubahan dari diri sendiri dan lingkungan sekitar kita, demi menciptakan kampus yang lebih sehat, bersih, dan inspiratif."
Pameran ini juga dimeriahkan dengan pemberian piala, piagam, dan hadiah menarik bagi karya terbaik. Namun, lebih dari sekadar penghargaan, pameran ini merayakan nilai gotong royong lintas prodi dan kepedulian lingkungan.
Dengan adanya Pameran Ecocraft, FST berharap dapat meningkatkan kesadaran dan kepedulian lingkungan di kalangan sivitas akademika dan masyarakat luas.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Kamis (27/11), Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menegaskan kiprahnya sebagai pelopor kampus hijau di Indonesia. Rektor UIN Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si, meraih The Green Gateaway Award kategori "Leading The Great Campus and Eco-Pesantren" pada ajang Anugerah Times Indonesia 2025. Prestasi ini menjadi pengakuan atas kepemimpinan visioner dan komitmen kuat Prof. Ilfi dalam mengintegrasikan nilai keislaman dengan gerakan keberlanjutan lingkungan.
Sejak memimpin UIN Malang, Prof. Ilfi mendorong transformasi kampus berbasis ecotheology, konsep yang menggabungkan spirit keagamaan dengan tanggung jawab ekologis. Tidak hanya menjadi gagasan teoritis, pendekatan ini diwujudkan melalui kebijakan dan program nyata yang melibatkan seluruh sivitas akademika. Bahkan, Prof. Ilfi menuangkan gagasannya dalam buku berjudul "Eco-Teologi: Mewujudkan Green Campus dan Eco-Pesantren," yang kini menjadi rujukan penting bagi pengembangan kampus dan pesantren berwawasan lingkungan.
Di bawah kepemimpinannya, UIN Malang terus menguatkan langkah-langkah konkret dalam membangun kampus berkelanjutan: mulai dari pemanfaatan energi terbarukan seperti solar panel, pengelolaan ruang hijau yang terpadu, sistem efisiensi energi, hingga pengelolaan air yang lebih bertanggung jawab. Sivitas akademika juga aktif terlibat dalam kegiatan seperti gerakan bersih sungai, serta kampanye kebersihan dan pelestarian lingkungan sebagai bagian dari rutinitas kampus.
Tidak berhenti di lingkungan universitas, UIN Malang turut mendorong lahirnya gerakan eco-pesantren dengan melakukan program pendampingan pada berbagai pesantren. Konsep ini mengajak pesantren untuk menerapkan prinspip berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus memperluas kesadaran ekologis hingga ke masyarakat luas.
Menerima penghargaan ini, Prof. Ilfi menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan buah dari kerja bersama seluruh pihak di UIN Malang.
"Krisis lingkungan tidak bisa ditanggulangi oleh satu pihak saja. Ini memerlukan kerja kolektif: kampus, pesantren, pemerintah, dan masyarakat. Penghargaan ini saya dedikasikan untuk semua pihak yang telah bekerja bersama membangun budaya ekologis di UIN Malang," ujarnya.
Beliau juga menegaskan bahwa visi kampus hijau dan eco-pesantren tidak hanya bersifat jangka pendek, melainkan merupakan bagian dari gerakan peradaban.
"Dalam islam, menjaga bumi adalah amanah. Eco-teologi menjadi cara kita menghidupkan kembali nilai itu dalam konteks pendidikan modern," tambahnya.
Dengan diraihnya penghargaan bergengsi ini, UIN Malang kian memperkuat posisinya sebagai pusat pengembangan eco-teologi di Indonesia. Banyak pihak menaruh harapan bahwa di bawah kepemimpinan Prof. Ilfi, kampus ini akan terus menjadi inspirasi bagi institusi pendidikan lain dalam mengembangkan model kampus hijau dan eco-pesantren yang berkelanjutan.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Sebagai bagian dari rangkaian The 10th ICIED, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Malang menggelar Parallel Session: Scholars Talks dengan topik "Integrating Ecotheological Value into 21st Century Learning Innovations to Create Impactful Education." Sesi ini menghadirkan empat pembicara yang berasal dari latar belakang profesional berbeda, yaitu Prof. Taufiqurrahman, M.Pd, Prof. Esa Nur Wahyuni, M.Pd, M. Dwi Cahyono, S.Pd, dan Ida Fitri Anggraini, S.Pd., M.Pd.
Keberagaman latar belakang narasumber—mulai dari pengajar madrasah, researcher, hingga profesor—memberikan perspektif luas mengenai bagaiana nilai-nilai ekoteologi dapat ditanamkan dalam pembelajaran pada berbagai jenjang pendidikan.
Dalam paparannya, Prof. Taufiqurrahman yang merupakan profesor di bidang Bahasa Arab, menyoroti minimnya isu lingkungan dalam literatur dan pembelajaran bahasa Arab. Ia menegaskan urgensi memperkaya kajian ekoteologi, terutama di Indonesia.
"Indonesia dan Brasil memiliki kekayaan sumber daya alam yang luar biasa, tetapi justru sering mengalami kerusakan dan tidak mendapat manfaat optimal. Sebaliknya negara maju yang tidak sekaya Indonesia justru punya banyak hal."
Sementara itu, Prof. Esa Nur Wahyuni menjelaskan bahwa agar nilai ekoteologi benar-benar berdampak pada peserta didik, harus diperhatikan empat sistem yang memengaruhi perkembangan manusia, yaitu:
Mikrosistem — orang atau pihak yang terlibat langsung dengan anak.
Makrosistem — lingkungan yang tidak berinteraksi langsung tetapi memberi pengaruh.
Mesosistem — budaya atau pola hubungan yang terbentuk dalam lingkungan sosial.
Eksosistem — kebijakan pemerintah serta regulasi yang mendukung pendidikan ekologis.
Menutup sesi, Prof. Esa mengingatkan bahwa alam bukan sekadar objek, melainkan entitas yang harus diperlakukan setara dengan manusia.
“Pemerintah harus hadir melalui kebijakan yang memberdayakan. Lingkungan yang indah, aman, dan bersih harus dapat dinikmati semua orang tanpa biaya berlebih, karena alam adalah hak kita semua,” tegasnya.
Diskusi para narasumber menegaskan pentingnya pendidikan berwawasan ekoteologi sebagai langkah strategis dalam mengembangkan pembelajaran abad ke-21 yang tidak hanya inovatif, tetapi juga berkelanjutan dan berkesadaran ekologis. (kml)